
''Kau membuat ayam rica-2?'' tanya mama penasaran sambil menengok ayam yg sedang ditumis putrinya.
Laura menggeleng. ''Bukan, aku sedang mencoba resep baru. CHIKEN SPAGHETTI. Kelas lain
menyuguhkan masakan restoran ternama, tp aku ingin coba membuatnya sendiri.''
Mama mengambil sendok lalu mencicipi masakan buatan Laura. ''Hm....enak. Mama rasa kau bisa memenangkan perlombaan besok.''
''Aku harap begitu'', Laura mematikan kompor lalu mengambil spaghetti yg telah ia rebus sebelumnya dan menambahkan bumbu ayam tadi kesana. ''Menu makan malam kali ini, ''CHIKEN SPAGHETTI,'' kata Laura bangga.
***
Bazar sekolah dimulai pukul 10.00. Laura sudah sampai di sekolah pukul 06.30 utk mempersiapkan bahan-2 masakannya, kemudian memasak spagheti yg sudah ia coba masak kemarin dirumah.
Selain utk siswa sekolah, bazar kali ini jg dibuka utk umum. Sambil bernyanyi dalam hati, Laura menjerang air di panci dan mulai merebus spageti. Setelah itu ia menyiapkan wajan utk memasak bumbu ayamnya.
__ADS_1
Sekitar pukul 09.00. Laura sudah menyelesaikan sekitar dua panci besar spagheti beserta bumbunya.
''Butuh bantuan?'' tanya Niko yg baru sampai disekolah.
''Masakannya sudah selesai,'' kata Laura lega, ''tinggal membawa panci-2 ini ke kios 3 IPA 1.''
Niko menatap Laura dgn sedikit tercengang. ''Kau datang dr jam berapa?''
''Hm?'' tanya Laura yg sedang membersihkan meja. ''Sekitar jam setengah tujuh.''
Niko memandang Laura dgn tatapan kagum. Laura berhasil membuat makanannya dalam waktu kurang dr 3 jam. Dan ia melakukannya sendirian, tanpa bantuan siapa pun.
Laura mengangguk. ''Tentu saja,'' katanya sambil mengambil piring dan garpu, lalu menyuguhkan spageti buatannya ke tangan Niko. ''Cobalah.”
Niko mencicipi spagheti buatan Laura dgn tersenyum. Dia mengunyahnya dgn perlahan lalu menelannya. ''Spagheti buatanmu sungguh enak. Kau benar-2 pintar masak.''
Mendapat pujian dr Niko, hati Laura sangat senang. ''Terima kasih. Aku senang kau menyukainya.''
''Aku yakin orang lain jg akan menyukainya,'' kata Niko.
__ADS_1
''Aku mau minta tolong, boleh tidak? Bisakah kau membawakan panci-2 ini sementara aku mencuci piring kotor dahulu?'' tanya Laura.
Niko mengangguk. Setelah Niko pergi meninggalkan ruangan tata boga, Laura mencuci piring sambil tersenyum lebar. Ia tahu kemarin mama sudah memuji masakannya. Tapi pujian dr Niko memberikan kesan yg lain. Untuk pertama kalinya, ada orang lain selain mama yg memujinya.
Ketika bazar dibuka satu jam kemudian, kios Laura sudah siap. Ia sudah memasang harga dan membereskan piring plastik yg akan dipakainya utk berjualan. Melihat hal itu, Erika merasa kesal. Dari kejauhan ia melihat Laura dan Niko terlihat kompak mempersiapkan segala sesuatunya.
''Bagaimana mungkin dia bisa mendapatkan makanan?''geramnya.
Cepat-2 Erika melangkah mendekati kios Laura. ''Wah, kau jualan spagheti, ya?''
Laura menghentikan pembicaraannya dgn Niko utk menanggapi Erika. ''Hai Erika, selamat datang di kios 3 IPA 1. Kau mau mencoba spaghetinya?''
''Tentu,'' katanya penasaran. ''Ngomong-2, kau membeli spaghetinya di restoran mana, Laura?'' (''Karena aku sudah berusaha supaya semua pedagang di kantin tdk menerima pesanan dr mu'').
Niko tertawa mendengar pertanyaan Erika. ''Laura memasak sendiri.''
Erika terkejut mendengar jawaban Niko. (''Pantas saja''). Dgn berat hati Erika mencicipi spagheti buatan Laura. (''masakannya sangat lezat''). Erika semakin kesal.
''Berapa harganya?'' tanya Erika sambil mengeluarkan dompetnya utk membeli masakan Laura yg sudah dicicipinya.
__ADS_1