1000 Musim Mengejar Bintang

1000 Musim Mengejar Bintang
Episode 2


__ADS_3

''Ini bukumu,'' katanya ramah.


Laura mengambil bukunya dr tangan di depannya. ''thanks,'' ucapnya.


Lalu cowok itu, si pemilik sepasang mata cokelat,tersenyum, & meninggalkan Laura tertegun beberapa saat. Laura memandang punggung cowok itu saat dia berlari & menghilang di balik pintu.kemudian pandangannya jatuh pada buku ditangannya & ia bergegas menuju kelas.


Saat ulangan berlangsung, Laura tdk bisa berkonsentrasi pd soal-2 yg berada di papan tulis. Pikirannya melayang pd pertemuannya dgn si cowok bermata cokelat di taman. Ia ingin tahu siapa cowok tersebut.


***


Dalam perjalanan pulang. Laura tersenyum-senyum kecil. Ia tahu hari ini adalah hari yg paling berkesan di sekolah. Hari ini, utk pertama kalinya, ia bertemu seseorang yg ia sukai disana.


Sesampainya dirumah, seperti biasa, ia mengangkat jemuran, menyetrikanya, kemudian membersihkan ruang tamu. Setelah itu ia mengambil tas sekolah & mengejakan pakerjaan rumahnya. Ketika jam dinding menunjukan pukul 5 sore, ia merapikan tasnya & beranjak ke dapur utk memasak & menghangatkan makanan utk makan malam nanti bersama mama.


Lalu ia membawa handuk utk mandi.di kamar mandi, Laura bernyanyi perlahan. Sekeluarnya dr kamar mandi, pintu depan rumah terbuka. Seorang wanita paruh baya dgn rambut cokelat memasuki ruangan.

__ADS_1


''Selamat datang ma!'' sapa Laura tersenyum.


Mama balas tersenyum. ''kau terlihat gembira hari ini.ada sesuatu yg menyenangkan terjadi di sekolah?''


Sambil mengambil tas mama utk di taruh di meja tamu, Laura tersenyum lagi. ''Aku bertemu seseorang hari ini.''


Mama menatap anak perempuannya dgn kening berkerut. ''Cowok, ya?” tanyanya.


Laura mengangguk. ''Dia memiliki sepasang mata cokelat terindah yg pernah aku lihat.”


Mama memegang tangan Laura. ''Apakah sudah saatnya mama menjelaskan tentang bahaya hubungan antara wanita & pria kalau kau tdk hati-2?''


''Tapi kau ingin mengenalnya, bukan?'' tanya mama.


''Ya,”Laura mengangguk.

__ADS_1


Mama menatap putrinya dan menarik napas panjang. Dalam hati ia selalu merasa Laura masih kecil & perlu bimbingannya. Tapi kini Laura mengatakan ia menyukai seseorang. Mama menatap Laura & meyakinkan diri sendiri bahwa putrinya itu sudah dewasa.


''Berjanjilah pd mama, kalau ingin mulai pacaran, kau harus memberitahu mama,'' kata mama mengingatkan.''


Laura mengangguk. ''Aku berjanji akan memberitahu mama.''


''Dan saat itu, Mama akan memberitahumu tentang bagaimana berpacaran yg sehat,'' ujar mama. “Mama percaya padamu'', balas mama ''tapi mama tdk percaya begitu saja pd cowok yg akan menjadi pacarmu.''


Laura menggiring Mama ke ruang makan. ''Mama tdk perlu khawatir. Aku bahkan belum tahu namanya.'' Laura menarik kursi dan menyuruh mama duduk. ''Mama pasti capek. Jadi sekarang lebih baik mama makan dulu.''


Mama melihat makanan yg sudah tersaji di meja makan & tersenyum. Selama makan malam berlangsung, mama memandangi Laura & berkata dalam hati betapa beruntungnya ia memiliki putri seperti Laura.


''Enak ma?” tanya Laura.


Mama mengangguk. ''Masakanmu enak, Laura''.

__ADS_1


Sesudahnya mama menuju kamar mandi & Laura mencuci piring. Ritual tersebut terjadi setiap hari. Laura tdk keberatan dgn semua tugas rumah yg harus dia kerjakan. Ia mencintai mama & ia akan melakukan apa saja utk membuat mama bahagia.


Sementara itu, di kamar tidur sebelah, mama membuka sebuah kotak di laci mejanya. Air mata mengalir membasahi pipinya. Ia mengambil sebuah kartu yg dibelinya siang tadi. Tak berapa lama kemudian mama mengambil pena & menulis sesuatu. Setelah selesai, ia memasukan kartu tersebut ke kotak & menutup kotaknya.


__ADS_2