1000 Musim Mengejar Bintang

1000 Musim Mengejar Bintang
Episode 7


__ADS_3

Ketika sorenya ia makan malam dgn mama di meja makan, wajahnya masih tetap tersenyum.


''Kau kelihatan senang hari ini,'' komentar mama. ''Mau memberitahu mama apa yg membuatmu bahagia?''


Laura tersenyum tipis. ''Hari ini orang yg aku sukai memberi semangat. Tadi siang ketika ulangan fisika susulan, aku sudah menyerah. Tapi tiba-2 dia memberiku sehelai kertas. Isinya ''JANGAN MENYERAH'' .


''Jadi,'' lanjut mama,'' akhiranya kau bisa mengerjakan ulanganmu hari ini.'' Laura mengangguk.


''Laura.'' ujar mama serius, ''kau benar-2 menyukai cowok ini, ya?''


Laura mengangguk lagi.


''Kau tau kan, mama percaya padamu.'' mama menatap putrinya dgn lembut. ''Mama hanya ingin kau berhati-hati.”


Keesokan paginya, Laura bangun dgn semangat baru. Ia tahu hari ini hari yg ia tunggu-2. Ia mengenakan seragam sekolahnya dgn penuh semangat. Hari ini ia ingin terlihat rapi di mata Niko. Dimeja riasnya terdapat gulungan kertas yg diikat pita merah. Gambar Niko.


Ia menatap bayangannya di cermin, & tersenyum. Hari ini akan berbeda dgn hari-2 sebelumnya. Hari ini ia akan mengumpulkan keberaniannya utk bicara dgn Niko.

__ADS_1


Saat istirahat siang, Laura memandangi punggung Niko. Teman-2 sekelas sudah pergi utk beristirahat. Di kelas hanya tinggal mereka berdua. ''Ayolah Laura, hanya enam langkah menuju tempatnya,'' katanya dalam hati. Perlahan-lahan, Laura bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah Niko.


Napasnya mulai tdk beraturan. Tiga langkah lagi. Dua langkah lagi. Satu langkah lagi. Kini ia tiba di meja Niko. Tampaknya Niko sedang menulis laporan.


Mengumpulkan keberanianya, Laura menarik napas panjang dan berkata, ''Niko...''


Niko berhenti menulis dan memandang Laura dgn tatapan ingin tahu.


Laura meletakkan gambar Niko di atas mejanya. ''Aku menemukan gambarmu kemari.''


Laura menghela napas lega. ''Akhirnya aku bisa berbicara padanya.''


Melihat mata Niko yg masih memandangnya membuat Laura gugup. Ia tdk tahu harus berbicara apalagi.


''Ehm... kalau begitu aku keluar dulu.'' Langkahnya yg terburu-buru hampir saja menyenggol meja Niko.


''Tunggu, Laura,'' kata suara di belakangnya.

__ADS_1


Laura membalikkan badannya ke arah Niko. ''Ada apa?''


Niko seakan ragu untuk mengutarakan kalimat berikutnya. ''Begini.... bisakah kau tdk memberitahukan tentang gambarku ini pd orang lain?''


(''mengapa'?') benak Laura langsung merespon pertanyaan Niko, tp yg keluar dr mulutnya malah kebalikannya. ''Baiklah,'' katanya perlahan.


''Terima kasih lagi,'' kata Niko sambil tersenyum lembut.


Senyum Niko membuat Laura gemetar. ''Sama-sama,'' balasnya perlahan.


Lima menit kemudian, di toilet cewek, Laura tersenyum lebar. Kali ini ia tdk peduli jantungnya berdetak dgn cepat. Ia sangat menyukai perasaan ini. Akhirnya, setelah satu setengah tahun, ia bisa berbicara dgn Niko, dan Niko mengetahui namanya. Pertama kali namanya keluar dr bibir orang yg disukainya.


Hari-hari berikutnya, ketika Laura berpapasan dgn Niko di lorong kelas, di kantin, ataupun di dalam kelas, Niko tersenyum padanya dan Laura membalas senyuman itu.


***


Dua hari kemudian, Laura mengelus-elus bajunya yg basah. Gerimis membasahi halte bus yg akan membawa Laura ke sekolahnya. Laura melirik jam tangannya. Masih banyak waktu. Biasanya bus datang sepuluh sampai lima belas menit sekali. Dan perjalanan ke sekolah dr halte bus ini biasanya sekitar sepuluh menitan.

__ADS_1


__ADS_2