1000 Musim Mengejar Bintang

1000 Musim Mengejar Bintang
Episode 6


__ADS_3

Laura menelepon wali kelasnya & memberitahu kemungkinan besar ia tdk bisa mengikuti setengah pelajaran pagi sampai istirahat. Padahal jam pertama ada ulangan fisika. Pak Bambang, sang wali kelas sekaligus guru fisika, memahaminya. Dia meminta Laura tdk usah khawatir & bisa mengikuti ulangan susulan sepulang sekolah.


Waktu menunjukkan pukul 10 ketika akhirnya Laura sampai disekolah. Setelah membuat laporan pd guru piket, Laura melangkah ke kelasnya. Terus terang, menunggu 3 jam didalam bus tanpa bergerak sama sekali benar-2 membuatnya bosan. Belum lagi, ia harus mengikuti ulangan susulan seusai sekolah. Dan dr perkataan teman sekelas yg didengarnya, soal fisika td pagi sangat sulit. ''Apalagi usai sekolah nanti'', keluhnya, ''pasti lebih sulit lagi''.


Saat itu Laura menyadari, masuk IPA dgn alasan supaya sekelas dgn orang yg disukainya adalah alasan yg salah. Ketika Pak Bambang membErikan soal ulangan seusai sekolah, Laura menerimanya dgn berat hati. Ia melihat selembar kertas bolak balik berisi 10 soal yg pasti sebentar lagi bisa membuat kepalanya pusing. Padahal ulangan kali itu open book.


15 menit berlalu, tapi Laura belum juga menemukan solusi utk sebagian besar soal di depannya. Pak bambang duduk di meja guru dgn santai sambil membaca koran.


Tiba-2 seorang cowok masuk dan duduk di meja sebelah Laura. Laura menatap cowok itu dan terkejut, Niko.

__ADS_1


''Ah Niko'', sapa Pak Bambang sambil berdiri di depan meja Niko, ''kau juga td pagi tdk bisa ikut ulangan bapak kan? Ini soal ulangannya.''


''Maaf pak. Tadi pagi ada rapat Osis,'' kata Niko memberi penjelasan. Pak Bambang mengangguk mengerti.


Tangan Laura tdk bergerak selama beberapa saat. Ia tdk menyangka Niko akan mengerjakan ulangan yg sama dgn nya. Jantungnya berdetak lagi. Ia sama sekali tdk bisa berkonsentrasi dgn ulangannya sekarang. Niko berada disebelah mejanya. Ia melihat cowok itu membuka buku fisikanya, lalu mulai mengerjakan soal.


Perkataan Pak Bambang membuat Laura tersentak dr pandangannya pd Niko. ''OK bapak pergi dulu. Nanti kalau sudah selesai, tinggalkan saja jawaban kalian di meja guru. Kalian tdk akan bekerja sama,kan?''


Laura dan Niko menggeleng berbarengan. Lalu Pak Bambang keluar dr ruang kelas. Kini hanya tinggal Laura dan Niko disana. Laura berusaha sekuat mungkin mengerjakan soal didepannya, tp jawaban utk soal-2 tersebut hilang entah kemana.

__ADS_1


Kebalikan dirinya, ia melihat Niko mengerjakan soal tanpa masalah. Dua puluh menit kemudian, Laura menyerah. Ia yakin ia tdk akan mendapat nilai bagus utk ulangannya kali ini.


''Apa yg harus kulakukan?'' tanyanya dalam hati sambil menutup wajahnya dgn ke dua tangan. ''Aku tdk bisa mengerjakan soal-2 fisika kali ini.''


Ketika ia membuka matanya lagi, Niko sudah tdk ada di sana. Laura mendesah panjang. ''Dia pasti sudah selesai,'' pikirnya. Matanya kembali menatap soal-2 di depannya. Tiba-2 ia menyadari ada sehelai kertas terlipat di sebelah buku fisikanya.


Laura membuka kertas berlipat 4 itu dgn hati-2, dan membaca 2 kata yg tertera disana. JANGAN MENYERAH.


Perlahan-lahan Laura tersenyum. Ia yakin Niko yg menulisnya sebelum keluar dr ruang kelas. Senyum Laura semakin lebar. Kini,hatinya penuh dgn semangat baru. Perlahan tp pasti, Laura menyelesaikan semua soal ulangan fisika itu.

__ADS_1


__ADS_2