1000 Musim Mengejar Bintang

1000 Musim Mengejar Bintang
Episode 15


__ADS_3

 ''Ini semua bukan salahmu, Laura,'' kata Niko perlahan. ''Aku yg memutuskan utk memasang karyaku disini,'' lalu katanya pd Erika, ''Kau jgn memarahi Laura lagi. Laura tdk melakukan hal yg salah.'' Erika bermaksud memarahi Laura lagi, tp tatapan Niko menghentikannya. Niko lalu membawa Erika keluar dari aula. Sesampainya di pintu aula, Niko membuang semua gambarnya ke tempat sampah.


Dibelakang mereka, Laura seakan mati rasa. Air mata menggenang di kelopak matanya, lalu perlahan keluar membasahi pipi. Hari yg dimulai dgn menyenangkan telah berakhir dgn menyedihkan. Betapa ingin Laura memutar balikkan waktu, tdk mencoba berbicara pd ketua klub fotografi, tdk berusaha membujuknya menyediakan tempat utk gambar Niko, dan tdk berbicara pd Niko soal usulnya. Ia baru saja menghentikan mimpi seseorang. Seseorang yg disukainya. Dan itu membuat perasaannya semakin buruk.


Langkah Laura berhenti di tempat Niko membuang gambarnya. Gambar-2 perhiasan di dalamnya sekarang menjadi penghuni tempat sampah. Laura menghela napas panjang. (''aku mungkin sudah menghancurkan mimpi Niko, tapi aku tak ingin gambarnya hilang untuk selamanya.''). Perlahan-2 Laura mengambil satu persatu gambar tersebut dr tempat sampah, membersihkannya, lalu mendekapnya di dada. (''maafkan aku, Niko'') katanya pd gambar di pelukannya.


Saat bazar akan berakhir pd sore hari, Laura sudah tdk punya semangat lagi utk berjualan. Namun begitu, setelah mengumpulkan hasil penjualannya kepada panitia bazar, Laura diberi selamat karena kiosnya mendapat peringkat pertama. Laura sama sekali tdk gembira. Sebaliknya hatinya terasa hampa.


***

__ADS_1


Ketika mama pulang kerja malam harinya, Laura menatap mama dgn sorot mata sedih dan berkata, ''Bisakah mama memelukku sekarang?”


Melihat putrinya bersedih, mama khawatir, ''Laura ada apa?''


Laura tdk mau membicarakan kejadian td siang pd mama. Ia berlari memeluk mama dgn erat. ''Peluk aku, ma. Aku butuh pelukan mama saat ini.''


Mama menghela napas, dibelainya rambut putrinya. ''Tdk apa-2, Laura. Semua akan baik-2 saja. Mama ada di sini,'' katanya sambil memeluk Laura dgn erat.


***

__ADS_1


Hubungan Laura dgn Niko semenjak episode di aula menjadi berbeda. Walaupun Niko masih tetap menjadi teman yg ramah, Laura tdk bisa menanggapinya dgn perasaan yg sama. Karena setiap kali Laura memandang matanya, yg teringat adalah tatapan sedih Niko karena tdk bisa menggapai mimpinya lagi.


Jarak enam langkah di antara mejanya dan meja Niko telah berubah menjadi kesedihan yg tak terperikan. Untungnya beberapa hari kemudian ujian semester datang, sehingga utk sementara waktu pikiran Laura lebih terfokus pd harapannya utk lulus ujian. Bagaimanapun, ia tidak ingin mengecewakan mama dgn pilihannya masuk jurusan IPA. Setelah ujian berakhir, libur akhir tahun datang, Laura ingin memanfaatkan liburannya utk mengobati rasa sakit dihatinya.


Jangan lupa juga baca novel kuy guys


▶ Cinta dan Dusta


▶ Best Lover

__ADS_1


Like. Komen. dan kasih Vote nya juga. Biar Author tambah semangat.


__ADS_2