
Laura menatap mamanya dgn sedih. ''Hanya saja utk pertama kalinya aku menyukai seseorang, ternyata orang itu udah punya orang lain.''
''Jadi kau akan menyerah?'' tanya mama.
''Aku tdk akan merebut seseorang yg sudah punya pacar,'' kata Laura tegas.
''Kau tau kan, kau selalu punya mama apapun yg terjadi,'' mama berusaha menenangkan Laura.
''Aku tahu,ma'' kata Laura lirih, ''tapi sekarang aku tdk tahu harus bagaimana. Mama pasti ingin aku menjauhinya, bukan?''
Mama tersenyum lembut, lalu menggeleng. ''Mama tdk ingin kau mengalami kesedihan lagi. Tp itu semua terserah padamu.''
__ADS_1
''Aku hanya ingin mengenalnya,'' kata Laura kemudian.
''Kalau begitu, jadilah temannya. Kalau sampai saat itu dia tdk menyukaimu, lepaskanlah dia. Dengan begitu kau akan memiliki sebuah cinta,'' saran mama.
''Tentu saja kau akan patah hati. Kalau kau berani jatuh cinta, kau jg harus siap menanggung resikonya. Mama hanya tdk ingin kau menyesal. Lakukanlah yg kau inginkan, mama akan mendukungmu. Mama hanya berharap kau mengalami masa SMA yg penuh kenangan.'' mama membelai rambut Laura perlahan.
''Mama memang yg terbaik,'' kata Laura. Mama hanya tersenyum lembut.
''Sekarang, tersenyumlah.'' melihat senyum mama, Laura jg tersenyum. ''terima kasih ma,untuk semuanya.''
__ADS_1
Laura 16,5 tahun
Hari ini hari pertama masuk sekolah. Hari ini Laura naik ke kelas 2. Selama ini ia hanya melihat Niko dari kejauhan. Ia tdk pernah berbicara dgn cowok itu. Tetapi ia bertekad utk mengenalnya. Dan hari ini, mungkin saja kesempatan itu bisa datang padanya. Laura berharap bisa sekelas dgn Niko.
Setiap tahun, sekolah membuka 2 kelas utk jurusan IPA, 50% kemungkinan Laura akan sekelas dgn Niko. Setahun ini Laura belajar mati-matian utk bisa masuk IPA. Walaupun tdk menguasai ilmu pasti, ia berusaha semaksimal mungkin. Ia bahkan berani bertanya kepd guru kalau ada pelajaran yg tdk dimengertinya. Padahal sebelumnya Laura adalah siswi yg pemalu. Tidak pernah berani bertanya.
Laura menyadari, memang sedikit konyol ingin masuk kelas IPA hanya karena ingin sekelas dgn Niko. Tapi utk pertama kali dalam hidupnya, Laura benar-2 berusaha keras. Apapun alasanya, saat wali kelas memberitahunya bahwa ia berhak masuk jurusan IPA, Laura merasa senang & bangga.
Tanpa sabar, Laura memandangi daftar nama yg dipampang di mading sekolah. Laura mencari nama Niko terlebih dahulu & mendapatkannya di daftar utk kelas 2 IPA 1. Lalu jarinya naik, berharap mendapati namanya disana. Setelah melewati 10 orang diatas Niko. Lalu ia melihat daftar nama dikelas lain & mencari namanya. Namanya ternyata berada di daftar kelas 2 IPA 2.
__ADS_1
Langkahnya perlahan mendekati kelas yg akan dihuninya selama satu tahun kedepan. Dalam hati. Laura merasa sedih. Ia tdk akan punya kesempatan utk mengenal Niko satu tahun kedepan. Setelah menaruh tasnya, ia menyentuh tembok putih di depan kelasnya. Perlahan lahan ia melangkah sambil menghitung dalam hati. Langkahnya terhenti di depan kelas 2 IPA 1. Ia menarik napas panjang. 50 langkah. Sepanjang itulah, jarak yg memisahkan dirinya dgn Niko.
Bulan-2 berikutnya, saat kegiatan ekstrakurikuler, Laura melihat Niko bermain basket di lapangan, sementara dirinya sedang memasak makanan diruang tata boga. Sepulang kegiatan ekstrakulikuler, Niko selalu pulang bersama Erika, yg masuk club marching band. Laura jg menyaksikan ketika Niko diangkat menjadi ketua OSIS.dan dlm hati, Laura merasa senang dgn hal itu. Tentu saja, karena ia jg memilih Niko utk menjadi ketua OSIS, saat semua siswa diminta memasukan pilihannya kekotak suara 2 hari sebelumnya.