1000 Musim Mengejar Bintang

1000 Musim Mengejar Bintang
Episode 8


__ADS_3

Laura mengeluarkan jaket dr tas dan mengenakannya. Sambil menunggu bus, telapak tangan Laura terulur merasakan tetesan air hujan. Sepuluh menit berlalu, tp bus yg hendak mambawanya ke sekolah belum tiba juga. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya. Kaca jendelanya terbuka


''Laura...'', sapa seorang cowok.


Laura tersentak kaget, suara itu. Ia pasti akan mengenali suara itu di mana saja. Suara Niko.


''Niko. Hai...''


''Kau sedang menunggu bus?'' tanya Niko menatap ke arah Laura.


''Iya,'' Laura mengangguk.


''Ikut mobilku saja,'' saran Niko.


Laura agak terkejut, ''Hah?''


Niko tersenyum simpul. ''Ikut mobilku saja sekalian.'' Laura melihat Niko menekan tombol utk membuka kunci pintu. ''Masuklah,'' kata Niko kemudian.


Laura berdiri lalu berjalan memasuki mobil Niko.

__ADS_1


''Kebetulan sekali bertemu dgn mu,'' kata Niko memulai pembicaraan.


Laura mati kutu. Jantungnya berdegup kencang lagi. Ia benar-2 kesulitan utk berbicara & hanya bisa mengangguk.


''Biasanya aku kesekolah tdk sepagi ini,'' lanjut Niko lagi, ''tapi aku harus menyusun acara utk pertandingan persahabatan minggu depan.''


Setelah beberapa saat, jantung Laura kembali berdetak normal. ''Kau pasti sibuk,'' kata Laura perlahan.


''Yah begitulah,'' kata Niko tersenyum tipis, ''resiko jd ketua OSIS.'' Laura ikut tersenyum, ''Jadi... rumahmu jauh dari sekolah, ya?'' tanya Niko.


Laura mengangguk. ''Iya, bagaimana kau bisa tahu?''


Niko tersenyum lagi. ''Aku kan ketua kelas, masa aku tdk tahu teman-teman sekelasku? Nomor hp mu pun aku tahu.''


Niko seakan berpikir sesaat, tp kemudian tersenyum. ''Oh, kertas itu, yah... aku lihat sepertinya kau sudah menyerah. Jadi aku ingin memberimu semangat. Nilai ulanganmu tdk jelek kan?''


Laura menggeleng dan mengingat angka delapan yg ia terima beberapa hari yg lalu untuk ulangan fisikanya. ''Tidak, nilai ulanganku cukup baik.''


''Baguslah kalau begitu,'' balas Niko, Laura serasa bermimpi.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, mobil Niko memasuki area sekolah. Laura berharap perjalanan dr halte bus ke sekolah tdk sesingkat ini. Mobil Niko berhenti di area parkir.


''Terima kasih utk tumpangannya, Niko,'' kata Laura tulus.


''Ehm... Laura,'' kata Niko ragu, ''terima kasih karena tdk pernah memberitahukan tentang gambarku, pd orang lain.''


''Aku sudah berjanji tdk akan memberitahukannya,'' kata Laura sedikit bingung.


''Tidak ada yg tahu soal hobiku yg satu itu selain orang tuaku. Biasanya gosip sekolah menyebar dgn cepat. Tapi kau benar-2 tdk memberitahukannya pd siapa pun. Aku benar-2 menghargainya.''


Laura tersenyum. ''Gambarmu sangat indah, kau seharusnya bangga.'' (''aku tahu aku terpesona olehnya'') lanjut Laura dalam hati.


Sesaat mata Niko terlihat sendu, lalu digantikan oleh senyuman. ''Terima kasih. Ini pertama kalinya seseorang memuji gambarku.'' Niko membuka pintu mobilnya dan Laura melakukan hal yg sama. Perkataan Niko membuat Laura sedikit bingung.


''Terima kasih lagi,'' kata Laura perlahan.


Tiba -2 sebuah suara mendekati mereka. ''Niko'' katanya, ''rupanya kau sudah sampai.'' Laura menoleh ke arah datangnya suara, ternyata Erika. ''Hai Erika,'' sapa Laura sopan.


''Apa yg kau lakukan di mobil Niko?'' tanya Erika curiga.

__ADS_1


''Aku memberi tumpangan pd Laura,'' kata Niko memberi penjelasan. ''Kebetulan tadi aku lewat depan halte bus tempat Laura sedang menunggu.''


Erika menatap Laura dgn pandangn tdk suka. ''Aku tdk suka kau bersama cewek lain di mobilmu, Niko,'' kata Erika ketus.


__ADS_2