1000 Musim Mengejar Bintang

1000 Musim Mengejar Bintang
Episode 11


__ADS_3

Begitu mengetahui hal tersebut, Erika jelas merasa resah, Ia tdk ingin Niko berdekatan dgn Laura. Setiap kali Niko akan mengadakan rapat dgn Laura, Erika selalu mencari alasan supaya Niko menemaninya.


Tapi Laura tdk keberatan. ''Tidak apa-2, Niko'', katanya tenang, ''aku bisa mengurus kios makanan kelas kita.''


Erika menggunakan koneksi orang tua nya agar kios-2 waralaba di kantin sekolah tdk menjual makanannya pd Laura. Ia beranggapan, kalau Laura tdk punya makanan utk dijual, otomatis kiosnya akan gagal. Sehari sebelum bazar sekolah, Laura melihat klub fotografi memasang foto di aula sekolah. Tampaknya mereka akan mengadakan pameran foto saat bazar sekolah besok. Tiba-2 Laura mendapat ide. Ia mendekati ketua klub fotografi dan meminta bantuannya utk menyisakan ruang foto yg akan dipamerkan. Dengan jaminan klub fotografi mendapat makanan gratis dr kiosnya, Laura mendapatkan tempat kosong yg diinginkannya.


 


Sepulang sekolah, Laura berbicara pd Niko. ''Niko, aku punya ide. Kau tdk harus menyetujuinya kalau kau keberatan.''


''Ide apa?'' tanya Niko heran.


''Ehm... aku tahu kau suka mengambar. Bagaimana kalau sebagian karya terbaikmu dipampang di aula besok?'' saran Laura.


Niko terkejut mendengar usul Laura. ''Apa? Gambarku?''


Laura mengangguk. ''Iya, tadi aku sempat meminta bantuan ketua klub fotografi agar menyediakan tempat kosong di aula. Aku rasa gambar-2mu bisa berada disana.''

__ADS_1


Niko berpikir panjang. ''Aku tdk pernah memperlihatkan gambarku pd orang lain.''


 


 ''Gambarmu indah, Niko,'' kata Laura gigih. ''Aku yakin orang lain yg melihatnya beranggapan sama.''


''Entahlah. Apa kau yakin gambarku sebagus itu?'' tanya Niko.


''Kenapa tdk kau buktikan besok dgn memamerkannya di aula? Toh kau tdk akan rugi apa pun. Kalau orang-2 suka gambarmu, itu hal yg bagus. Kalaupun tdk, tdk apa-2 bukan? Yg penting kau sudah berusaha.''


Niko memandang cewek dihadapannya dgn perspektif baru. Dia tdk menyangka Laura bisa sangat persuasif.


Niko tersenyum. ''Aku tdk menyangka kau bisa cukup persuasif jg.''


Mendengar ucapan Niko, Laura tertegun. Ia mengingat hampir dua tahun lalu ia tdk bisa berbicara pd Niko. Kini ia sudah bisa berbicara layaknya teman lama. Sebagian karena Laura menyadari bahwa masa-2 nya bersama Niko akan berakhir. Toh ia tdk akan kehilangan Niko, karena ia memang tdk pernah memilikinya. Dan sebagi teman, ia ingin Niko menghargai hobinya.


 ''Jadi,'' lanjut Laura, ''kau akan melakukannya?''

__ADS_1


''Aku akan memikirkannya dulu,'' kata Niko perlahan.


''Kau punya waktu sampai besok pagi,'' kata Laura. ''Aku tdk yakin seseorang yg pernah menulis 'JANGAN MENYERAH' padaku akan menyerah besok pagi.''


Niko tertawa. ''Kita lihat saja besok pagi. 'Thanks', Laura. Aku benar-2 menghargai bantuanmu.''


''Sama-2,'' balas Laura. (''kau tdk tahu kau sudah membuatku melakukan hal yg sebelumnya tdk mungkin kulakukan.'')


***


''Wah, baunya enak. Kau sedang masak apa?'' tanya mama sepulang kantor.


''Masakan utk bazar besok,” kata Laura sambil mengaduk potongan daging ayam di wajan.


''Kau membuat ayam rica-2?'' tanya mama penasaran sambil menengok ayam yg sedang ditumis putrinya.


Laura menggeleng. ''Bukan, aku sedang mencoba resep baru. CHIKEN SPAGHETTI. Kelas lain

__ADS_1


menyuguhkan masakan restoran ternama, tp aku ingin coba membuatnya sendiri.''


Mama mengambil sendok lalu mencicipi masakan buatan Laura. ''Hm....enak. Mama rasa kau bisa memenangkan perlombaan besok.''


__ADS_2