
“Masih berani datang kemari ya. Setelah membuat ayahku meninggal? Sekarang jadi artis karena mabuk,” kata seorang anak perempuan pada Nayla.
Nayla hanya terdiam.
“Kau itu hanya anak pungut,” teriak perempuan itu pada Nayla.
Seketika Raysa mendengar hal itu terkejut, kemudian melihat ke arah Nayla yang masih diam membisu.
“Setelah keluarga kami merawatmu, kau mempermalukan kami?”
“Aku...”
PRAK
Sebuah tamparan mendarat di pipi Nayla dengan sangat keras. Namun dia hanya diam tanpa mengatakan apapun.
Sebuah motor terdengar dan berhenti di depan rumah itu. Dia adalah kakak Nayla—Reza.
“Nayla kapan kau datang? Mengapa tidak mengabari kakak?”
Nayla hanya melihat pria di hadapannya itu.
“Kakak dia itu bukan adikmu, aku adikmu,”
“Diam kamu,”
“Aku datang mengantarkan ini,” kata Nayla sambil memberikan sebuah ampop. “Anggap saja uang itu sebagai balas budi karena telah merawatku,” kata Nayla.
Semua orang yang melihat isi itu terkejut, karena yang diberikan oleh Nayla ada sebuah buku tabungan dengan uang senilai 3M.
“Pasti kau mendapatkan uang ini dengan menjual dirimu ya?”
PRAK
Sebuah tamparan mendarat pada pipi gadis yang sedari tadi menindas Nayla.
“Kakak tidak menyuruhmu untu berbicara. Tidak ada yang mengizinkanmu untuk bicara di sini. Masuk ke dalam,”
“Aku sungguh minta maaf karena aku, Ayah meninggal,”
“Nayla. Ayo kembali. Jangan berlama-lama di sini,” kata Raysa sambil turun dari mobil.
“Siapa kamu?” tanya Reza—kakak angkat Nayla.
“Perkenalkan Aku Letnan Alan Aditya Raysa, Kapten Pasukan Khusus. Aku berencana untuk datang melamar Nayla. Aku datang untuk meminta restu, tapi seperti yang aku lihat ternyata calon istriku tidak mempunyai keluarga jadi, kami permisi,” kata Raysa sambil memakai jaket pada Nayla.
Semua orang terdiam ketika Raysa memperkenalkan siapa dirinya. Lebih dari terdiam, Nayla lebih syok ketika Raysa mengatakan jika mereka akan segera menikah.
“Ayo kita kembali,” kata Raysa sambil menarik Nayla masuk ke dalam mobil.
Nayla mengikuti apa yang dikatakan oleh Raysa. Mungkin dalam hati gadis itu tidak tahan lagi menerima hinaan tersebut.
“Terima kasih,” kata Nayla dengan lirih kepada Raysa.
“Tunggu... Aku ingin bicara denganmu,” kata Reza.
__ADS_1
Raysa melihat kearah pria itu sejenak.
“Di sebelah sana ada sebuah warung makan, kita mengobrol di sana,” kata Reza.
“Baik,”
Nayla di temukan oleh Ayah angkatnya saat usia 7th, begitu banyak luka memar di tubuhnya, kemudian di angkat menjadi anaknya. Dia sama sekali tidak ingat apapun saat dia di temukan.
Tiga tahun lalu...
Ketika Ayah angkat Nayla mengetahui jika Aufal kekasih Nayla telah menikah dengan wanita lain di luar kota tiba-tiba Ayah angkat Nayla meninggal dunia karena serangan jantung mengetahui pernikahan itu.
Semua orang mengatakan jika Nayla adalah penyebabnya, namun tidak dengan kakak angkatnya, kakak angkatnya sangat baik padanya. Bahkan, membiayai kuliah Nayla di awal semester.
Raysa duduk berhadapan dengan Reza kakak angkat Nayla. Sedangkan Nayla tengah tertidur di dalam mobil.
“Kau pria di dalam vedio itu kan?” tanya Reza.
“Iya!” jawab Raysa ragu-ragu.
“Beraninya kau menyentuh adik kesayanganku,”
“Saat itu dia mabuk, jadi aku harus menggendongnya,” kata Raysa menjelaskan keadaan saat itu.
“Terima kasih,” kata Reza. “Sejak dia memilih untuk tinggal sendiri, aku tak banyak tahu soal dirinya. Aku sebagai kakaknya merasa gagal,” kata Reza lagi dengan nada sedih memulai pembicaraan.
“Saat Ayahku membawanya ke rumah, dia begitu ketakutan dengan luka memar di tubuhnya. Dia tidak tahu siapa dia, siapa namanya. Ibuku membencinya karena Ayah lebih menyayanginya daripada adik kandungku sendiri. Karena Nayla di mata Ayahku begitu spesial. Padahal rasa sayang Nayla kepada kami semua sama,”
“Dia tidak pernah meminta uang jajan, dia meminta uang untuk membeli peralatan sekolah. Dia berusaha untuk membeli sendiri pakai uang hasil dia menjual atau membantu orang lain. Karena itu, Ayah menyukainya,” kata Reza menceritakan kepada Raysa.
“Saat dia memberikan uang 3M, itu bukan sedikit. Aku tahu dia telah bekerja keras untuk mengumpulkan uang itu. Dia mengatakan jika dia ingin kuliah di luar negeri makanya dia menabung,”
“Ingin bunuh diri?”
“Ya, dia sangat shock, dan mentalnya drop saat itu. Karena itu, aku sangat bahagia, kau berada di dekatnya,”
“Sebenarnya aku...”
“Aku tahu kau bukan pacarnya, tapi temannya. Terima kasih karena itu, setidaknya membuat mereka yang menghina Nayla terdiam,”
“Bagaimana kau bisa seyakin itu jika aku bukan pacarnya?”
“Karena Hatinya sudah dingin dan tidak menerima atau mempercayai hal yang namanya cinta,” kata Reza. “Oh iya, sebaiknya kalian kembali sekarang sebelum kemalaman di jalan, dan ini. Aku mengembalikan ini, ini hasil kerja kerasnya,” kata Reza sambil memberikan kembali uang Nayla. “Tolong jaga adikku,” kata Reza sambil pergi meninggalkan Reza.
Raysa melangkahkan kakinya dengan sangat lambat menuju mobil. Gadis yang tengah tertidur di dalam mobil itu, di amatinya dari kejauhan.
“Sebenarnya apa yang dia pikirkan sampai datang kemari, jelas-jelas dia tidak di terima lagi. Tapi tetap datang kemari,” kata Raysa membatin.
“... Ini tolong berikan untuknya. Sebenarnya, hari ini adalah hari ulang tahunnya, hari kelahiran yang Ayahku berikan untuknya. Setiap satu hari sebelum hari kelahiran dan tepat hari kelahiran yang Ayahku berikan, dia akan tidur terus seperti itu, lebih banyak diam dan tak banyak bicara. Dia suka makan makanan pedas,”
“Jadi sedari tadi dia begitu karena hari ini, dia bertemu dengan Ayahnya,” kata Raysa membatin sambil memasangan sabuk pengaman mobil.
“Kakak...”
Seketika mengejutkan Raysa.
__ADS_1
“Apa kakakku cerita padamu?” tanya Nayla.
“Em iya. Dia memberikanmu hadiah,” kata Raysa.
“Oh gitu ya...”
“Kau suka makan pedas kan? Aku akan masakan ayam goreng pedas untukmu, saat kita sampai,”
“Terima kasih,”
“Mengapa kau masih datang, jika kau tahu akan di perlakukan seperti itu?”
“Karena mereka keluargaku,”
“Mereka tidak cocok di katakan Keluarga,”
“Terima kasih telah membantuku tadi. Tapi, mengatakan kau sebagai tunanganku terlalu berlebihan untuk membelaku,”
“Kau ingin makan apa?”
“Tottobboki,” (Makanan khas Korea Selatan)
“Eeeee.... Makanan apa itu?”
“Ayam goreng pedas saja deh. Tapi, aku makannya banyak loh,”
“Badan sekecil ini, makan banyak? Kau emang mau jadi ****?”
“Kau mengejekku?”
“Maaf... Maaf... Aku hanya bercanda. Aku penasaran soal sesuatu,”
“Penasaran soal apa?”
“Bagaimana kau bisa tahu jika kau adalah anak angkat,”
“Ibuku selalu mengatakannya padaku, saat adik perempuanku mengadu padanya,”
“Kau tahan di perlakukan seperti itu?”
“Eeemm... Aku bertahan karena ada Ayah dan Kakak. Setelah Ayah meninggal, kakak mengatakan sebaiknya aku ke kota dan kuliah saja. Kakakkan sudah menikah, jadi kakak menyarankanku untuk kuliah, setiap bulan aku mengirim uang untuk biaya hidup ibu dan adik, karena mereka meminta tanggungjawab karena telah membuat Ayah meninggal,”
Raysa yang mendengar apa yang di katakan oleh Nayla, seketika melihat ke arah gadis yang tengah menceritakan kehidupan masa lalunya itu. Setiap kalimat yang di katakan gadis itu, rasanya membuat hati Raysa terasa sakit.
——————— To be Continued ———————
“Cerita Ini Sepenuhnya Fiksi. Nama, Karakter, serta Organisasi yang muncul, sama sekali tidak ada hubungannya dengan dunia nyata”
Kritik & Saran silahkan tinggalkan komentar.
Instagram : dih_nu
Baca juga :
- Something Lost
__ADS_1
Terima Kasih Telah Membaca!
Jangan lupa Vote jika kalian mendukung saya dalam menulis novel!