A Cold Frozen Heart

A Cold Frozen Heart
Kita adalah Saudari!


__ADS_3

Dua tahun telah berlalu dengan sangat singkat, terlelapnya tidur Nayla dalam keadaan koma.


Dia kembali dengan membawa kesan yang begitu mengejutkan semua orang, siapa yang menyangka dia masih hidup, tapi bagi Nayla sendiri kembalinya dirinya bukanlah hal yang mudah, karena suatu saat luka di dalam tubuhnya akan tiba-tiba membunuhnya.


Apakah salah, menginginkan kisah cinta tanpa orang ketiga? Namun, tetap ada cemburu di dalam hubungan itu sendiri?


Kenyataannya takut kehilangan orang yang paling di sayangi adalah hal yang paling di takuti.


Pria itu telah menjadi miliknya, namun rasa khawatir masih tetap ada. Akankah ada kepercayaan, dan tidak akan ada pengkhianatan? Sebenarnya, apa yang Nayla ragukan pada sosok seorang Raysa? Pria itu mengorbankan karirnya untuk menemaninya berobat, tapi dia masih saja risau.


Dia terbaring di rumah sakit milik ibunya, sedangkan saudara angkatnya ikut merawatnya. Pria miliknya itu, kini berusaha bergabung dengan bisnis ayahnya.


Baginya dia terlihat sangat menyedihkan untuk ukuran gadis yang mendampingi seorang anggota militer.


“Naomi... menurutmu apakah aku terlihat sangat lemah?” tanya Nayla mengawali pembicaraan dengan saudaranya itu.


“Siapa yang lemah? Kau begitu kuat, mampu bertahan di kondisimu yang mustahil untuk hidup,”


“Terima kasih, aku tidak tahu jika kau yang membatalkan pernikahanmu,”


“Kau berterima kasih sekaligus menghinaku ya? Hm. Jika kau ingin berterima kasih, dan merasa bersalah padaku, kau harus tetap hidup dan menikah dengannya,”


“Baiklah, aku akan berjuang. Ini buku tabunganku, di dalamnya ada sejumlah uang, aku tidak memberikanmu hadiah pernikahan, jadi kau ambillah uang ini,”


“Tidak, aku tidak butuh uangmu. Lagi pula hadiah pernikahanku sudah kau berikan?”


“Ee... kapan aku memberikannya?”


“Kau berbagi orang tua denganku, berbagi kasih sayang mereka, aku kira ketika putri yang asli kembali aku akan kehilangan semuanya, tapi kau tetap baik dan berpura-pura tidak mengetahuinya. Aku ingin egois, Raysa tidak membatalkan pernikahan saat itu, rasanya hukuman untukku karena salah paham padamu. Kau kembali di hari pernikahanku, adalah hadiah terbesar di hari pernikahanku,”


“Janji, kita adalah saudara...” kata Nayla sambil menyodorkan jari kelingkingnya untuk membuat janji dengan gadis di hadapannya.


“Oke, kita adalah saudara. Mulai hari ini, aku adalah kakakmu,” kata Naomi.


“Hei, kenapa kau yang kakak?”


“Aku merasa seperti itu, akulah yang lebih tua darimu,”


“Hm. Baikalah,”


Suara tawa kecil, dan obrolan yang sederhana ternyata sangat hangat.


“Aku pulang...” suara Raysa dari luar terdengar.


Nayla duduk sambil membaca buku, kecupan kecil di kepalanya sudah hal biasa di lakukan oleh Raysa padanya.


“Hari ini, melelahkan...”

__ADS_1


“Menjadi karyawan di perusahaan Ayahmu sangat melelahkan,” kata Raysa tengah menceritakan perkerjaannya hari ini.


“Apa aku bicara dengan ayah, agar kau di promosikan sebagai direktur?”


“Sepertinya kau tidak percaya padaku. Aku tidak bisa menerima posisi dengan sogokan,” kata Raysa dengan nada tegas.


“Baiklah Pak Raysa, aku tidak akan mengganggu pekerjaanmu. Tapi... mereka...”


“Ssst... Agar aku bisa menikahi, aku harus menorehkan prestasi di perusahaan. Ayahmu begitu dingin padaku, karenaku kau... Dia tidak akan merestuiku, jika aku membahayakan nyawamu lagi,”


Nayla tertawa, ternyata kekasihnya itu tengah taruhan dengan Ayahnya.


“Aku ingin segera menikah denganmu, tapi Ayahmu mengatakan aku harus menjadi direktur dalam waktu 6bulan dengan kemampuanku sendiri. Setelah itu aku bisa menikahimu. Untuk jadi direktur itu tidak mudah, apalagi aku yang baru saja keluar dari militer,”


“Maaf ya... karenaku... Ayah...”


“Sudahlah... seorang pria harus berjuang untuk menenangkan orang tua kekasihnya,”


“Ehem... kalian tidak menganggapku ada ya?” tanya Naomi tiba-tiba.


Sejak tadi dia memang ada di sana menemani Nayla.


“Aku tidak tahu jika kau ada di sini,”


“Cih. Bagaimana kau bisa tahu, yang di dalam pikiranmu hanya ingin bertemu dengan Nayla,” gerutu Naomi.


Raysa menganggukkan kepalanya, memang dia datang hanya untuk bertemu dengan gadis pujaannya itu.


“Ah itu dia... Kalian berdua pergi saja bulan madu, aku akan meminta ayah memberikan pekerjaan suamimu pada Raysa.


“Eee...”


“Suamimu adalah atasan Raysa, jika dia memberikan pekerjaan itu, otomatis Raysa akan di promosikan,”


“Tidak, aku tidak setuju,”


Nayla memasang wajah muram. “Hm, jika menunggumu menjadi direktur dengan usahamu sendiri, aku tidak yakin aku bisa bertahan sampai saat itu,”


“Jangan mengatakan hal yang tidak masuk akal seperti itu,” bentak Raysa.


“Kau juga tahu kondisiku, aku tidak mengatakan hal yang tidak masuk akal. Aku hanya ingin lebih cepat menikah denganmu. Kau hanya di bantu, sedangkan kemampuan adalah usahamu untuk membuktikan itu,”


Pria itu kehilangan kata-kata, dia juga tahu kondisi kekasihnya. Melakukan hal berat adalah hal sulit di lakukannya.


“Aku juga setuju,” sebuah suara dari arah pintu terdengar. Itu adalah suami Naomi. “Jika tidak ada bantuan, tidak akan menemukan jalan bukan? Apa salahnya mendapatkan bantuan untuk mencapai hal itu,” suami Naomi sangat pengertian, bahkan dia tidak mempermasalahkan jika Raysa harus bersaing dengannya mendapatkan posisi itu.


“Karena Naomi adalah saudari Nayla, aku akan membantumu mencapainya. Walaupun aku juga menginginkannya, tapi tidak masalah, kali ini aku membantumu, kedepannya kita bersaing sehat,”

__ADS_1


“Kenapa kau menyetujuinya?”


“Hm, anggap saja aku membantumu karena telah mengenalkanku padanya secara tidak langsung. Jika bukan karena masalah kalian, aku tidak pernah bertemu dan tertarik padanya,”


“Aku akan mengajari hal-hal mengenai bisnis. Perjalanan bisnis ke luar negeri itu masih bulan depan, selama sebulan ini kau harus fokus dan belajar agar kau di anggap layak oleh Ayah untuk pergi,”


Entah kapan mereka bertemu, tapi Raysa sangat berterima kasih.


Semua pekerjaan milik Raysa di perbatasan kini di ambil alih oleh Kurnia. Termasuk kasus yang tengah di kerjaan oleh Raysa—penyelundupan senjata ilegal dan penembakan Nayla.


Tanpa sepengetahuan Raysa, Nayla membantu kakaknya menyelesaikan kasus itu.


“Bagaimana keadaanmu?” tanya Kurnia pada Audi saat tengah melakukan Vedio Call.


“Baik, Naomi yang merawatku dan menemaniku di sini,”


“Apa Raysa ada di sana?”


“Dia sibuk di kantor, ayah memberinya begitu banyak pekerjaan,”


Pria di seberang telfon itu tertawa mendengar curhatan adiknya.


“Ayah menyiksanya, memberikan syarat menikah denganku setelah dia menjadi direktur perusahaan,”


“Ayah pasti punya rencana padanya, lagi pula dia harus memiliki pekerjaan yang tetap selama kau ada di sana. Dia tidak boleh jadi pengangguran untuk menghidupimu,”


“Sudahlah... Aku mengirimkan berkasnya padamu, sebenarnya itu adalah kasus sangat lama,”


“Kau mendapatkannya dari mana?"


“Informan rahasia,”


“Kau.. apa kau...”


“Aku hanya di minta untuk membaca berkas, dan menjadi profiller saja. Tidak pergi langsung ke TKP,”


“Jangan menyiksa dirimu,”


“Yayaya... Bagaimana dengan gadis yang kau sukai? Apa ada perkembangan? Aku ingin memiliki Kakak ipar, dan juga keponakan,” goda Audi.


“Apa itu Kak Kurnia?” tanya Naomi.


“Iya, aku menyuruhnya agar terus mengejar gadis itu agar kita berdua memiliki kakak ipar,”


“Berhenti menyebut kakak ipar, dia lebih muda darimu,”


Kurnia tidak bisa menyangkal apa yang di katakan oleh kedua adiknya itu. Apalagi, ketika di goda kedua adiknya.

__ADS_1


Ada banyak yang di khawatirkan Audi di saat kondisinya seperti saat ini. Kekasihnya yang kini beralih profesi, kakaknya menjadi Kapten.


Yang di khawatirkan adalah kondisi yang tidak stabil ketika Kakaknya menganti posisi itu. Dia takut jika terjadi hal yang tidak baik.


__ADS_2