A Cold Frozen Heart

A Cold Frozen Heart
Eps. 24 Kepingan Memori


__ADS_3

Nayla membuka matanya, terlihat beberapa orang dokter tengah mengelilinginya. Semua orang melihatnya dengan penuh suka cita karena telah sadar dari tidur panjangnya.


Semuanya terasa asing dan aneh baginya kecuali dua orang, Aufal dan Editor Lee. Nayla menanyakan tanggal, itulah yang pertama kali keluar dari mulutnya setelah dua bulan tidak sadarkan diri.


“Apa kau bodoh? Seharusnya kau menanyakan kondisi tubuhmu, bukan bertanya tanggal,”


Aufal menyentil dahi Nayla membuat mereka yang ada di sana menatap tajam ke arahnya.


Naila perlahan mendekat ke arah Nayla. Dia tidak bisa menahan tangisannya.


“Bibi, mengapa kau menangis?”


“Tidak apa-apa, aku hanya merasa bahagia melihatmu,”


“Melihatku?”


“Iya, kau seperti putriku. Boleh aku menganggapmu seperti itu?”


Nayla hanya mengangguk, bahkan dia membiarkan wanita itu untuk memeluknya.


“Kau baik-baik saja?”


“Raysa... Dia tidak apa-apa?”


Seketika Nayla mengingat Raysa yang bersamanya saat kejadian.


“Apa di pikiranmu hanya ada dia? Kau tahu bagaimana khawatirnya aku melihatmu tertembak? Bahkan kau tidak mengatakannya padaku, jika kau mengidap penyakit itu. Apa kau sudah gila?”


“Jadi kau memarahiku karena itu? Aku baru saja bangun. Tapi, kenapa banyak orang di sini? Bahkan di luar ada pengawal,”


“Pria yang menembakmu belum tertangkap. Untuk menjaga keamananmu sajaa,”


Kabar tentang Nayla yang telah siuman pun telah sampai ke Kam Perbatasan, sayangnya Raysa tidak bisa langsung datang menemui Nayla karena misi mereka belum juga selesai.


Naomi mengupas apel untuk Nayla. Nayla telah mengetahui tentang gadis yang tengah bersamanya itu.


“Hm. Ternyata kau memang cantik, seperti yang dia katakan,” Nayla mengawali pembicaraan yang sejak tadi begitu hening.


“Ah, benarkah?”


“Dia sangat menyukaimu,”


“Hm, begitu ya,”


“Mengapa kau mengupaskan apel untukku?”


“Hanya ingin, lagi pula aku menyukaimu,”


“Kau menyukaiku?”


“Bukan seperti itu maksudku,”


Nayla tertawa melihat gadis yang tengah bersamanya itu, apalagi ketika gadis itu di jahilinya.


Kilasan memori tiba-tiba lewat membuat kepalanya sakit.


“Aaa...” pekik Nayla sambil memagang kepalanya.


“Kau kenapa?” tanya Naomi.

__ADS_1


Rasa sakit yang begitu sangat begitu terasa. Hingga membuatnya tidak sadarkan diri.


Naomi yang tengah berada di sana, hanya bisa mondar mandir di depan ruangan.


“Apa yang terjadi?”


“Aku tidak tahu, Ma. Kami sedang bercanda, tiba-tiba dia berteriak kepalanya sakit,”


Kilasan memori yang di ingatnya membawanya pada 20tahun silam.


Seorang wanita umurnya sekitar 27tahun, seorang anak laki-laki tengah bersamanya. Keadaan ruangan begitu gelap, wanita tidak segan-segan memukul mereka ketika mereka tidak menuruti apa yang di katakan olehnya.


“Aku kan sudah bilang panggil aku Ibu,”


Suara wanita itu penuh dengan amarah. Membuat kedua anak kecil itu ketakutan.


“Ampun... Nana minta Ampun...” air mata mengalir di pipi gadis itu.


“Mama... Papa... Tolong... nana takut gelap,” suara lirih Nayla terdengar tengah meracau. “Nana ingin pulang, Nana takut,” mereka yang mendengarnya hanya terdiam.


Tidak ada yang tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi 20tahun lalu. Tentang penculikan, dan kebakaran yang menewaskan 2 orang pelaku.


20 tahun yang lalu.


Ada sebuah perayaan besar, lebih tepatnya peresmian didirikannya sebuah perusahaan. Begitu banyak yang hadir saat itu. Seorang anak laki-laki kecil tengah bermain bersama dengan gadis cilik ukuran rambutnya hanya sampai bahu. Usia mereka sekitar 5-10tahunan, tidak jauh dari tempat mereka, seorang anak berusia 10tahun tengah mengawasi keduanya.


Sebuah insiden terjadi, membuat para tamu undangan kalangkabut keluar dari gedung itu. Suara sirine kebakaran terdengar membuat semua orang yang hadir berlari menyelamatkan diri masing-masing.


Kedua anak kecil itu di tawari permen lolipop, membuat mereka berdua ikut mengikuti kedua orang tersebut.


Sebuah gudang tua di pinggiran kota, dijadikan penyekapan, dan juga penyiksaan.


Tidak hanya ada mereka berdua, ada seorang anak lagi yang berada di sana. Mengalami penyiksaan yang sama, lebih tepatnya dia sering di siksa.


Seorang anak gadis seusia kedua anak itu melepaskan ikatan membuat keduanya bisa melarikan diri. Siapa yang membakar gudang tersebut?


Naomi, gadis kecil itu kembali ke gudang untuk menyelamatkan anak yang menolong mereka. Namun gadis kecil itu begitu ketakutan hingga memukul kepala pria yang menculiknya dengan batu bata.


Satu pukulan...


Dua pukulan...


Tiga pukulan...


Dan tercium aroma bensin yang telah tertumpah di lantai, sebuah macis yang di raih oleh Naomi.


Kedua anak gadis kecil itu, adalah dalang dari kebakaran tersebut. Mereka berlari di arah yang berlawanan, sedangkan Naomi pergi menemui temannya.


“Kau capek? Biar aku gendong,” kata bocah cilik itu.


Tanpa berpikir panjang gadis kecil itu naik ke punggung anak itu.


“Kenapa kau begitu berat? Apa kau ****?”


Gadis kecil itu hanya bisa mencubit pipi orang yang mengatakan hal jelek padanya.


“Tunggu aku besar, aku akan datang padamu dan menikahimu,”


“Janji?”

__ADS_1


“Em. Janji,”


Tuhan punya rencana lain untuk hambanya. Kedua anak kecil itu mengalami mimpi buruk yang membuat trauma. Cowok kecil itu menanamkan memori rasa trauma di otaknya karena penyiksaan yang di lakukan oleh wanita yang menculiknya.


Gadis kecil yang malang, dia kehilangan ingatan tentang kejadian itu. Bahkan di diognosa kehilangan ingatan jangka pendek, lebih tepatnya menyimpan rapat kenangan buruk di alam bawa sadarnya. Karena kehilangan ingatan membuatnya tidak mengenali siapapun, dan pergi dari rumah sakit tempatnya di rawat membuatnya terlunta-lunta di jalanan. Sampai dia bertemu orang yang baik ingin merawatnya dan memberinya nama Nayla Putri Adelia.


Lain halnya dengan gadis yang berlari berlawan dengan mereka, dia menembus hutan belantara dan bertemu dengan para preman membuatnya akan di jual di perdagangan anak-anak, namun Tuhan berkehendak lain, gadis kecil itu meloloskan diri setelah dua tahun berusaha untuk kabur.


Ketika keadaannya begitu memprihatinkan, sebuah mobil membawanya dan merawatnya serta memberikan dia nama—Naomi.


.


.


15tahun setelah kejadian penculikan.


Sebuah acara makan malam bersama di adakan di keluarga Raysa, dan tamunya adalah Keluarga Kurniawan.


Keluarga mereka telah lama saling kenal, apalagi Raysa dan Kurniawan adalah bersahabat.


“Om... Tante... Aku ingin melamar Naomi,” sebuah orang yang tengah menyantap makan malam tersebut terhenti termasuk Naomi.


Raysa datang melamar, menepati janjinya yang pernah dia katakan pada gadis kecil yang pernah bersamanya saat penculikan.


“Aku ingin menepati janjiku saat kami berdua di culik saat masih kecil,” kata Raysa.


Naomi hanya terdiam, entah mau jawab apa. Apalagi dia baru saja masuk kuliah kedokteran.


Kejadian penculikan di tutup rapat oleh keluarga Naomi. Terutama tentang anak gadis yang bersama dengan mereka yang bukan putri kandung.


.


.


Bagi Gadis yang telah menggantikan Nayla sebagai Naomi, rasa terima kasih ada di dalam hatinya karena telah hidup dengan penuh kasih sayang serta bergelimang harta. Apalagi mendapatkan cinta dari seorang Pria, yang pastinya di menyukainya.


Sebuah kamar dengan ukuran besar, kini menjadi kamar seorang Nayla. Ketika dia di tawarkan untuk tinggal bersama dengan Naomi, sebenarnya dia ragu. Tapi karena tidak bisa menolak, dia pun ikut.


Bahkan dia merasakan sebuah kasih sayang yang amat besar yang diberikan padanya.


.


.


———————— To be continued ————————


"Cerita ini sepenuhnya fiksi, Nama Karakter, Tempat, Organisasi, sama sekali tidak berhubungan dengan dunia nyata,"


Kritik & Saran dari para pembaca sekalian.


Baca juga :


- Something Lost


- Undercover


- Cinta yang Datang Terlambat


- Jiwa yang Terbagi

__ADS_1


Terima kasih telah membaca karya saya yang tidak seberapa ini!


Jika kalian menyukai novel ini tolong berikan Vote sebanyak-banyak untuk mendukungku. dan Jangan lupa klik ♥️ untuk selalu mendapatkan Update cerita selanjutnya.


__ADS_2