
Sebuah bar, seorang wanita tengah duduk sambil menikmati bir miliknya. Beberapa foto terlihat tengah di pandangi oleh gadis itu.
Tubuhnya begitu sempurna untuk ukuran seorang gadis, pinggang yang ramping, dan rambut yang panjang.
“Bunuh...”
Sebuah pesan masuk di dalam ponselnya.
Nayla tengah duduk sambil membaca sebuah dokumen, lagi dan lagi dia di berikan dokumen untuk menyelidiki sesuatu. Walaupun dia menolak untuk masuk ke dalam agen itu, namun mereka ingin gadis itu dapat membantunya.
Chip yang di dapatnya adalah sebuah chip paling berharga yang paling rahasia.
“Aku membelikanmu makanan kesukaan, lebih dulu,” sebuah pesan masuk ke ponsel Nayla, pesan dari Aufal.
Sebuah mobil melaju di jalanan, pengemudinya seperti tengah mabuk. Mobil itu menabrak kendaraan yang ada di depannya itu. Hingga menimbulkan banyak kecelakaan.
Bruk!
Mobil itu berhenti karena menabrak sebuah pohon.
Pengemudinya sekitar berumur 28thn, pakaiannya penuh dengan darah, dan juga luka-luka di tubuhnya.
Salah satu pejalan kaki pergi memeriksa, nyatanya identitas pria itu adalah Aufal.
Kecelakaan itu mengundang banyak perhatian dari masyarakat karena status kecelakaannya adalah kecelakaan beruntun.
Nayla duduk dengan gelisah, karena sejak tadi gadis itu tengah menunggu Aufal yang pergi membelikannya makanan kesukaannya.
Sebuah telfon masuk ke ponsel Nayla, dari nomor Aufal, ketika Nayla mengangkatnya suara yang terdengar adalah suara orang lain, dan suara riuh orang-orang.
“Apa anda Istrinya?”
“Apa...”
“Suami anda mengalami kecelakaan,”
Nayla menjatuhkan hpnya karena terkejut mendapat berita itu. Pria itu jelas-jelas mengatakan akan segera sampai.
__ADS_1
Dada Audi terasa sakit, hingga rasa sakitnya tidak bisa ditahannya lagi. Terkejut karena mendengar berita itu, dan membuatnya pingsan.
“Maaf pak, apa terjadi sesuatu?”
“Iya neng, ini suaminya kecelakaan dan tengah di bawa ke rumah sakit,”
“Silahkan bawa ke rumah sakit .... Aku akan memberikan uang banyak untuk kalian,”
Naomi hanya bisa melihat Nayla tengah terbaring sambil memakai selang-selang di tubuhnya.
Raysa, buru-buru kembali sama hal dengan Ayah Nayla. Kondisi Nayla begitu kritis, dengan menerima kabar tentang kecelakaan Aufal. Kabar yang sangat mengejutkannya hingga membuatnya tidak sadarkan diri.
Aufal masuk ke dalam ruang operasi, melewati Raysa.
“Ray... Raysa...” sebuah suara lirih terdengar memecahkan kesunyian mereka yang ada di sana.
Raysa memandang lama, dia tidak mengenali pria yang berlumuran darah itu.
“Aufal...” pekik Raysa ketika mengenali pria itu. “Apa yang terjadi...”
Senyuman tipis terlihat. “Dengarkan aku... Berikan jantungku untuknya, setidaknya dia bisa memakai jantung milikku untuk hidup,” kata Aufal. “Tolong... katakan padanya, jika aku tidak meninggalkannya, tapi hidup dengan dirinya,”
Entah dia ingin sedih, atau bahagia dia tidak mengerti sama sekali. Kehilangan sahabat, namun mendapatkan donor jantung untuk kekasihnya. Entah apa yang akan terjadi, jika wanitanya mengetahui jika jantung yang akan menjadi miliknya itu adalah jantung milik Aufal.
Kondisi Nayla semakin kritis dari jam ke jam. dr. Aura berusaha untuk menolongnya, begitu pula dengan Aufal yang tengah berjuang.
Keluarga Aufal datang, dan mendengarkan segala yang tengah terjadi. Antara menyelematkan atau mempertahan kondisi kritis Aufal.
“Kondisi Nayla semakin kritis,” kata dr. Aura keluar dari pintu ruang operasi.
Semua orang berpandang-pandangan satu sama lain, harapan mereka hanya satu, keluarga Aufal menyetujui pendonoran organ.
Orang tua Aufal menatap beberapa orang yang ada di hadapannya itu, jika tidak di lakukan operasi, akan ada dua keluarga yang berduka.
Kehilangan orang yang sangat berarti bagi mereka begitu menyakitkan. Anak mereka yang begtu menyukai gadis yang tengah berjuang antara hidup dan mati adalah bukti jika cintanya walaupun berjalan waktu, masih tetap sama.
“Kami mengizinkannya,” kata orang tua Aufal.
__ADS_1
Rasa legah, dan bahagia jelas terpancar. Namun, rasa sedih juga hadir di sana. Kehilangan seseorang untuk membuat seseorang bertahan hidup. Seakan takdir benar-benar mempermainkan mereka.
Pria itu kemarin baik-baik saja, mengobrol dan bercanda bersama dengan Nayla. Kini mereka tengah bersama di ruangan yang sama.
Sebesar apa cinta milik Aufal? Hingga begitu setia mencintai satu wanita sampai di nafas terakhir. Menahan rasa cemburunya ketika orang yang di cintainya tidak mencintainya lagi.
Mungkin satu kesalahan dapat mengubah hati seseorang, namun satu kesalahan yang di perbuatnya tidak akan membuat orang yang melakukannya berubah.
Ribuan rasa kini akan menghilang seiring berjalanannya waktu, suara tawa akan redup. Namun, jantungnya akan selalu berdegup di tubuh Nayla.
Apa yang akan terjadi, jika Nayla mengetahui siapa yang telah mendonorkan jantung untuknya, walaupun gadis itu tidak lagi mencintai pria itu, namun perasaan sayang sebagai sahabat masih tetap ada.
Pisau bedah, tengah bermain di tubuh kedua orang itu. Kini dada bagian dalam milik Aufal memperlihatkan jantungnya yang masih berdegup, namun begitu lemah. Nayla pun dalam keadaan kritis, jantungnya beberapa saat lalu berhenti.
Dokter memindahkan jantung milik Aufal ke tubuh milik Nayla. Awalnya tidak ada respon sama sekali, hingga beberapa menit kemudian, jantung itu berdetak di tubuh milik Nayla.
Seseorang dari ke jauhan tengah memperhatikan jalannya operasi. Setelah Nayla dan Aufal keluar barulah orang itu pergi dari sana.
Isak tangis terdengar karena kepergian Aufal, mungkin jika Nayla mengetahuinya, dia akan lebih sedih dari itu.
Raysa cukup lama memandang pria yang menjadi saingannya itu. Rasanya di dalam lubuk hati paling dalam milik Raysa, cintanya untuk Nayla tidak sebesar pengorbanan yang di lakukan pria ini untuk Nayla.
Raysa cukup lama memandang pria yang menjadi saingannya itu. Rasanya di dalam lubuk hati paling dalam milik Raysa, cintanya untuk Nayla tidak sebesar pengorbanan yang di lakukan pria ini untuk Nayla.
“Misi selesai, target menerima donor jantung,”
Gadis itu mengirim pesan.
Pemakaman Aufal akan segera di lakukan, mereka ingin menunggu sampai Nayla sadar, namun kondisi Nayla akan shock jika mengetahui kenyataan yang sebenarnya.
Hanya kenangan Aufal yang kini bersama dengan mereka. Pakaian hitam, dan juga di temani turunnya hujan, seakan langitpun ikut bersedih dengan kepergian seorang Aufal.
Raysa mengepal erat tangannya, dia berjanji pada dirinya untuk menjaga gadis yang mereka berdua cintai dengan sangat baik.
"Aku akan menjaganya, kau beristirahatlah dengan tenang. Biarkan aku menjaganya kali ini, percayalah padaku," kata Raysa sambil memberikan se bucket bunga untuk Aufal.
Ada orang yang mendalangi semua ini, namun baik Raysa ataupun Kurnia tidak menyadari karena masih dalam keadaan duka dan menunggu Nayla untuk sadar setelah operasi.
__ADS_1
Kondisi Nayla memang sudah lebih baik dari sebelumnya, tidak lagi berada dalam kondisi kritis.
Di kelilingi oleh begitu banyak dokter terbaik, serta keluarga adalah keberuntungan Nayla.