A Cold Frozen Heart

A Cold Frozen Heart
Aufal, Bagaimana Kabarmu


__ADS_3

Semua berawal dari Audi yang menerima kontrak untuk menulis novel romantis, membuatnya bertemu dengan Raysa, secara kebetulan mereka bertemu kembali dan menjalin kontrak kerjasama sebagai kekasih kontrak untuk beberapa bulan. Audi bisa menulis novel, sedangkan Raysa menyembuhkan penyakitnya.


Pria di masa lalunya pun tanpa sengaja bertemu dengannya kembali.


Perjanjian itu membuatnya menjadi dekat dengan pria itu, secara perlahan-lahan hadir perasaan di antara mereka berdua.


Di tambah dengan konflik antara perasaan mereka masing-masing, dan juga mantan kekasih Nayla yang ingin kembali pada gadis itu.


Walaupun kekasih di atas perjanjian, Raysa semakin lama semakin benar-benar menyukai gadis itu.


Takdir mempermainkan dan mempertemukan Nayla pada satu masalah yang membuatnya hampir kehilangan nyawanya, namun di saat itu sebuah kabar gembira hadir. Tentang kenyataan gadis itu memiliki latar belakang keluarga berada yang terpandang.


Di masa-masa itu, Nayla menutupi perasaannya dengan sangat rapat, dia takut jika orang lain tahu tentang perasaannya, yang akhirnya dia telah mengetahui jika dia akan terluka.


Walaupun Raysa terkadang begitu mesra padanya, namun dia mencoba menepis jika pria itu menyukainya. Karena kontrak dengan Raysa, tidak bisa di langgarnya.


Aufal masih sama, mencoba mendapatkan hati Nayla, namun sayangnya hanya Aufal yang tahu jika perasaan gadis itu tidak lagi untuknya, melainkan untuk pria lain.


Sampai hari pernikahan Raysa dan Naomi. Nayla menangis di dalam pelukan Aufal ketika itu, dia menceritakan keluh kesah perasaannya pada pria yang menjadi mantan kekasihnya itu. Namun, Nayla tetap tegar mencoba untuk terlihat bahagia di hari bahagia.


Karena ingin melupakan pria itu, dia ingin pergi dari negaranya sendiri, dan dia kembali dengan sebuah kejutan, karena keluarganya beranggapan jika dia telah mati.


Raysa yang di tinggalkan oleh Nayla, hanya bisa menjelajah kenangan yang di tinggalkan oleh Nayla untuknya. Sampai, sebuah gadis yang di rindukannya itu tersenyum di hadapannya.


Dua tahun setelah kepergiaannya, tidak ada yang berbeda, masih sama seperti yang dulu. Hanya saja bertama orang yang akan dekat dengan Nayla.


Masalah dari chip yang di sembunyikan Audi pun masih belum terungkap.


Kini...


Jantung Aufal tengah berdetak di tubuh Audi. Kisah dua tahun silam, sungguh sangat singkat, dan terasa masih hangat.


Kasus kecelakaan yang menimpa Aufal, kepolisian menetapkan sebagai sebuah kecelakaan karena efek alkohol.


Audi terbaring dengan begitu banyak selang yang menopang hidupnya. Menunggu gadis itu untuk sadar, adalah hal yang paling ingin di lihat oleh mereka.

__ADS_1


Raysa masih fokus dengan bisnisnya, dan pulang menemani kekasihnya itu. Hari telah berganti minggu, kini sebulan telah berlalu.


Nayla mengerakkan tangannya, menandakan jika dia telah berusaha untuk berjuang hidup bersama dengan jantung barunya.


Bagi Nayla, setiap hari yang telah berlalu karena dia tertidur, dia seperti dia tengah bermimpi.


Hal yang di tanyakan oleh gadis itu ketika bangun dari komanya adalah Aufal. Karena memorinya berhenti saat dia mendengar tentang Aufal.


“Dia di kirim ke luar negeri karena kondisinya parah,” kata Raysa berbohong.


Semua orang menyetujui hal itu untuk berbohong pada Nayla tentang kebenaran yang sebenarnya, bukan untuk hal lain, namun untuk berusaha membuat tubuh gadis itu benar-benar menerima jantung pemberian Aufal. Ketika itu, mereka akan memberitahu kebenarannya.


Nayla duduk sambil menatap jendela, di luar sana hujan tengah turun. Sudah beberapa hari ini dia tidak di temani oleh Raysa, kerena pria itu pergi ke luar negeri.


Moesa beberapa kali menelfonnya untuk menanyakan kabar dirinya. Rasanya ada yang hilang darinya, satu suara yang biasanya mengisi hari-harinya.


Tanpa kabar dari Aufal, dan juga dirinya belum di izinkan untuk keluar, yang mengunjunginya pun di batasi.


Terkadang Laura datang menemaninya. Sebuah amplop di dalam buku bacanya. Itu adalah surat untuk dirinya, untuk masuk ke dalam agen khusus.


Dia menghabiskan waktunya dengan menulis, menonton, dan juga membaca. Terkadang Nayla di temani oleh Naomi.


“Hmm. Apa aku belum bisa keluar untuk jalan-jalan?” tanya Nayla pada saudaranya itu.


“Belum... Kita akan periksa fisikmu dulu besok,” kata Naomi. “Jantungmu apa tidak sakit?”


“Tidak, jantung ini sepertinya bersahabat denganku, bahkan tidak terasa sakit,” kata Nayla. “Tapi... kalian begitu tega membedah tubuhku,” kata Nayla sambil meraba tubuhnya yang telah di operasi itu.


“Kau harus hati-hati mulai sekarang, itu adalah jantung keduamu,”


“Hm. Siapa sebenarnya yang mendonorkan jantungnya untukku?” tanya Nayla tiba-tiba.


“Em. Dokumennya di rasiakan,” kata Naomi berbohong.


“Padahal aku ingin berterima kasih padanya,” kata Nayla sambil tersenyum.

__ADS_1


“Jika kondisimu bagus, aku akan membawamu keluar di halaman rumah sakit,” kata Naomi mencoba mengalihkan pembicaraan.


“Baiklah...” kata Nayla dengan singkat.


Nayla masih penasaran dengan pemilik asli jantung yang kini berdetak untuknya. Nayla bukan seperti Nalya yang dulu, tubuhnya tidak sekuat tubuhnya dulu, sifatnya cenderung dengan melamun mungkin karena dia berada terlalu lama di rumah sakit.


“Nayla...” panggil Laura yang bru saja datang.


“Tiga bulan lagi akan di adakan reuni di SMA, bagaimana? Apa kau akan datang?”


“Benarkah?”


“Iya benar,” kata Laura. “Jadi kau harus benar-benar sembuh. Ini adalah acara besar, bahkan beberapa alumni akan hadir, dan juga kita bisa membawa pasangan kita masing-masing,” kata Laura menjelaskan penuh dengan semangat. “Setelah reuni SMA, kta akan reuni lagi di kampus, seru kan?”


“Aku ingin pergi. Aku akan datang ke sana,” kata Nayla dengan penuh semangat.


“Jika ingin pergi, kau harus sembuh dulu. Jika tidak aku akan menyuruh beberapa suster dan dokter untuk ikut ke sana,” kata Naomi.


“Hmm... baiklah, aku akan berusaha sembuh,”


“Oh iya, Raysa akan segera pulang dari luar negeri. Kata suamiku, dia akan segera di promosikan,”


“Apa aku tidak boleh pergi menjemputnya?”


“Tidak boleh, kondisimu masih belum baik untuk perjalanan,”


Nayla hanya bisa mengembungkan pipinya, karena tidak di izinkan untuk keluar. Bahkan untuk keluar kamar. Nayla merasa ada sesuatu yang enah tengah di sembunyikan darinya. tapi dia belum bisa menebak apa yang sebenarnya mereka sembunyikan darinya.


Di dalam hatinya kini fokus dengan kesembuhannya dulu. Walaupun kondisinya sudah cukup stabil, dia harus benar-benar sembuh untuk menghadapi masalah yang sebenarnya tengah menunggunya.


Perasaannya mulai tidak beraturan, seakan ada sesuatu yang membuatnya gelisah, andai tanpa bantuan obat yang di berikan oleh Naomi mungkin dia tidak akan tertidur.


Dia juga belum mendapatkan kabar dari Aufal, hatinya belum tenang karena belum mengetahui kabar Aufal. Walaupun keluarganya meyakinkan jika Aufal baik-baik saja, dan masih terbaring koma.


Pastinya dia tidak tenang, pria itu yang telah merawatnya selama dua tahun dengan susah payah, bahkan pria itu tidak pernah mengeluh.

__ADS_1


Hatinya merasa hilang,.


__ADS_2