A Cold Frozen Heart

A Cold Frozen Heart
Eps 25 Hari Pernikahan


__ADS_3

Nayla membukankan pintu untuk tamu yang datang, tatapan matanya tanpa ekspresi melihat siapa yang datang.


“Oh. Nyari Naomi ya. Dia lagi di dalam, tunggu aku panggilkan sebentar,”


Pria itu menarik tubuh Nayla, kemudian menguncinya dalam pelukannya.


“Biarkan aku seperti ini sebentar saja,” kata Raysa, beberapa menit kemudian dia melepaskan pelukannya pada gadis Nayla.


Beberapa menit kemudian Aufal muncul dengan sebucket bunga untuk Nayla. Ekspresi Nayla masih tetap sama, seakan tidak merespon sama sekali, seakan dia ingin mengatakan jika dia tidak akan terperangkap pada kisah yang sama.


Maka makan tampak canggung. Wajah Nayla masih tetap sama. Bahkan seperti tidak bergeming sama sekali.


“Nak Aufal, kenapa pilih-pilih makanan?”


Ayah Naomi yang melihatnya menegur.


“Ah, Nayla dari dulu tidak suka sama Tomat, jadi aku menghilangkan untuknya,” jawab Aufal seakan tahu segalanya tentang gadis itu.


“Jadi kenal Nayla sudah lama ya? Sejak kapan?”


“Kami sangat dekat Om,”


Nayla tidak menyangkal hal itu ataupun berkomentar, dia tetap diam dan makan dengan lahap.


“Jadi kalian berdua akan pergi kencan hari ini?”


“Iya,” kata Aufal, namun Nayla menjawab berlawanan.


“Bukannya kau sudah janji?”


“Aku ingin menemaninya memilih gaun pengantin dan juga dekorasi pernikahan,”


“Apa kau tidak tertarik untuk menikah?” Aufal menggoda Nayla.


Nayla hanya terdiam tidak menjawab. Seperti dia ingin menjauh dari pertanyaan seperti itu, bagaimana tidak kejadian di masa lalu tidak ingin dia alami lagi.


Kencan ganda, dilakukan oleh dua orang pasangan. Nayla bersama dengan Aufal, sedangan Raysa bersama dengan Naomi.


Raysa memilih tempat yang tidak asing baginya, lebih tepatnya dia memilih tempat yang pernah dia datangi dengan Nayla.


Sekalipun tengah bersama dengan Naomi, pandangannya selalu tertuju pada Nayla.


“Aku ingin menambahkan satu bab terakhir,” kata Nayla pada Editor Lee di telfon. “Besok atau Lusa bab barunya ku kirimkan. Editor Lee, janjimu harus di tepati ya,” kata Nayla.


“Siapa?” tanya Aufal.


“Editorku,”


“Kau tidak apa-apa?”


“Soal?”


“Raysa, minggu depan akan menikah. Kau benar-benar tidak apa-apa?”


“Em. Tidak apa-apa, sejak awal hubungan kami hanya saling memanfaatkan,”


“Apa kau menyukainya?”


“Pastinya, kau juga ku suka kok,” jawab Nayla dengan polos.


“Bagaimana jika kita makan yang pedas? Tottoboki, atau mie, atau ayam goreng,”

__ADS_1


“Pesan semua saja,” Naya tertawa karena bingung memilih.


.


.


Sebuah artikel baru saja terbit, semua berisi tentang novel terbaru Nayla. Bahkan menjadi perbincangan hangat saat itu juga.


“Kau baca artikelnya?” tanya Editor Lee.


“Iya. Terima kasih,” kata Nayla dengan nada pelan.


“Aku sudah mengirimkannya satu untukmu,” kata Editor Lee.


Mengenal Nayla selama ini, Editor Lee masih belum bisa mengetahui tentang kepribadian gadis itu.


Rasanya seakan gadis itu, tidak memiliki perasaan, ataukah perasaannya telah hilang. Pria yang beberapa bulan lalu menjadi kekasihnya kini akan segera menikah dengan gadis lain.


Baginya begitu aneh, namun dia tidak ingin mencampuri urusan percintaan gadis yang telah lama bersamanya itu.


“Seorang penulis yang terkenal dengan genre crime, thriller, kini menulis novel genre romantis,”


“Penulis Nayla kini menganti gaya menulisnya dengan menulis novel romantis.


Kini, pulahan artikel memenuhi kabar berita digital. Ratusan komentar, serta ratusan buku dalam waktu cepat habis terjual di toko buku. Padahal baru saja di publikasikan ke media.


Di lain tempat, aula pernikahan terhias dengan sangat megah, meja tamu undangan berjijir rapi nan indah.


Raysa menerawang jauh dari atas balkon rumahnya. Memikirkan Nayla, padahal dia akan segera menikah sebentar lagi.


Naomi memakai gaun pengantin yang indah, sambil memegang seikat bunga. Ukiran senyum terlihat di wajahnya.


Acara pernikahan akan di adakan jam 10 pagi. Selama itu Raysa tidak pernah memegang Ponsel.


Kemudian dia membalikan badannya, dan pergi meninggalkan ruangan itu sambil menuju ruang pengantin. Naomi tersenyum melihat gadis yang datang itu, seakan dia yang paling bahagia di sana.


Nayla melihat kebahagian di sana. Dia menuju ruangan Raysa, terlihat tatapan mata yang sulit untuk di jelaskan.


Pria itu begitu gagah dengan pakaian yang tengah di gunakannya itu. Nayla di temani oleh Aufal ketika menemui para calon pengantin tersebut.


“Apakah benar-benar ini yang aku inginkan? Mengapa aku sama sekali tidak bahagia, bahkan berharap yang menjadi pengantin wanita adalah dia,” Raysa membatin sambil melihat ke arah Nayla. “Bagaimana bisa dia tersenyum seperti itu, seakan dia tidak mengatakan aku baik-baik saja,” dia masih tetap menatap gadis itu. “Aku ingin mundur dari sini dan ingin memeluknya. Aku ingin sekali menghilangkan beban yang tengah mengusik hati ini dengan berada di dekatnya,”


Dalam ruangan itu, begitu banyak orang termasuk anggota Tim dan juga orang Tua Raysa. Nayla melangkahkan kakinya ke arah Raysa, pelan tapi pasti. Kini gadis itu berjarak 30cm dari hadapannya.


Grep!


Nayla memeluk Raysa, membuat semua orang terkejut melihat hal itu. Tanpa di perintah, Raysa membalas pelukan itu, pelukan yang sangat dia rindukan. Pelukan yang dapat membuatnya begitu tenang.


“Kau gugup?” tanya Nayla.


Raysa melepaskan pelukannya.


“Terima kasih, aku tidak gugup lagi,” kata Raysa sambil tersenyum.


“Kau harus janji padaku, jika kau harus bahagia,” kata Nayla sambil menyodorkan jari kelingkingnya untuk membuat janji dengan Raysa.


Semua orang tahu, tatapan Raysa pada gadis itu adalah tatapan seseorang yang mencintai, namun ketika melihat Nayla mereka akan melihat jika gadis itu seakan tidak memiliki perasaan apapun.


“Satu jam lagi pernikahanmu, aku pamit keluar. Kau bersiap-siaplah,” kata Nayla sambil melangkah menjauh.


Aufal hanya bisa melihat punggung Nayla, hingga gadis itu hilang di balik pintu ruang pegantin.

__ADS_1


Kurniawan hanya menatap apa yang sebenarnya terjadi. Dia tidak ingin memihak, tapi dia berada di antara sulit untuk memberikan nasihat padanya. Ketika Naomi mencintai sahabatnya itu, sedangkan sahabatnya malah mencintai orang lain.


“Apa yang kau pikirkan?”


Hanya memikirkan hal tidak penting.


Raysa kini berdiri di altar pernikahan. Para undangan mengukir senyum bahagia. Naomi berada di ujung karpet merah bersama dengan Ayahnya sambil memegang tangan ayah angkatnya.


Perlahan-lahan mereka melangkah, hingga Naomi kini berada di dekat Raysa.


“Mempelai wanita, apa kau...”


“Aku ingin membatalkan pernikahan ini...”


Apa yang baru saja di katakan oleh Naomi membuat seluruh tamu undangan terkejut, termasuk Raysa.


Tiga puluh menit sebelumnya.


Sebuah paket untuk Nayla di antarkan, namun Nayla tidak berada di sana membuat Naomi yang menerima paket tersebut. Isinya bukanlah hal istimewa, namun hanyalah sebuah novel yang baru saja di terbitkan oleh Nayla.


Lembar demi lemar di bacanya, membuatnya pergi menghampiri Raysa di ruangan pengantin laki-laki.


“Aku ingin mengatakan sesuatu. Aku bukan Naomi,”


Raysa tidak mengerti apa yang di katakan oleh gadis itu.


“Aku bukan Naomi yang asli, aku adalah anak angkat dan mendapatkan namanya,”


Rasya langsung terbelalak kaget mendengar hal itu.


“Naomi yang asli adalah Nayla. Kami sudah tahu sejak dia di rawat di rumah sakit. Karena aku mencintaimu, aku tidak berani mengatakan tentang kebenaranya. Ketika membaca buku novelnya yang baru saja terbit, aku baru menyadari jika perasaan tidak bisa di paksakan. Sekarang pilihan ada di tanganmu, apakah kau akan melanjutkan pernikahan ini atau tidak. Kau harus membaca buku ini,” gadis itu menyodorkan buku yang tadi di bacanya.


“Aku akan tetap melanjutkannya, aku tidak bisa membiarkan keluargamu malu,” kata Raysa. “Ini keputusanku,” katanya lagi.


“Ku mohon. Ini keputusanku. Kau harus menemukannya,” kata Naomi sambil tersenyum kepada Raysa.


Suasana riuh terdengar. Pastinya, baru pertama kali terjadi ketika mempelai wanita membatalkan pernikahannya.


Raysa bergegas meninggalkan Naomi, dia sangat terburu-buru. Namun hasilnya nihil. Nayla telah meninggalkan bandara 30menit yang lalu.


Sebenarnya apa yang di pikirkan oleh Nayla? Apakah dia mencintai Raysa?


TERIMA KASIH TELAH MEMBACA SAMPAI EPISODE INI.


——————— SEASON I SELESAI ———————


"Cerita ini sepenuhnya fiksi, Nama Karakter, Tempat, Organisasi, sama sekali tidak berhubungan dengan dunia nyata,"


Kritik & Saran dari para pembaca sekalian.


Baca juga :


- Something Lost


- Undercover


- Cinta yang Datang Terlambat


- Jiwa yang Terbagi


Terima kasih telah membaca karya saya yang tidak seberapa ini!

__ADS_1


Jika kalian menyukai novel ini tolong berikan Vote sebanyak-banyak untuk mendukungku. dan Jangan lupa klik ♥️ untuk selalu mendapatkan Update cerita selanjutnya.


__ADS_2