Affair Dengan Cinta Pertama

Affair Dengan Cinta Pertama
Epilog - Pertama Kali Mengenalmu


__ADS_3

...༻◐༺...


7 Tahun yang lalu...


Bel istirahat berbunyi, Gamal tampak duduk tenang di kursi. Sedangkan semua teman-temannya saling berdahuluan keluar kelas.


Gamal meraih ponsel. Lalu menyaksikan video viral Zara. Isi video tersebut memperlihatkan Zara berpakaian minim sambil menggandeng lelaki paruh baya.


"Ya ampun, Mal! Udah berapakali kau liatin video itu terus? Nggak bosan apa?!" tukas Tirta. Sukses memergoki kegiatan temannya.


Gamal tersenyum miring. Lalu menyuruh Tirta dan Danu mendekat. Dia berbisik, "Eh, aku tiba-tiba tertarik mau bayar jasa Zara."


"Hah? Nggak salah?" Danu membulatkan mata. Saat itulah Raffi mendadak datang. Dia baru kembali setelah membantu guru membawakan buku ke kantor.


"Woy anak teladan! Sini gabung sama kita!" seru Gamal sambil melambaikan tangan. Dia memang dikenal sebagai berandal sekolah yang berkuasa. Sedangkan Raffi, awalnya hanya teman yang Gamal manfaatkan. Terutama dalam hal meningkatkan nilai akademik.


"Nanti aja. Aku lapar, mau ke kantin dulu," tolak Raffi. Awal pertemanannya dan Gamal memang tidak seakrab itu.


"Bareng Elsa ya?" tanya Gamal.


Raffi lantas mengangguk. Dia segera beranjak keluar kelas.


"Aku juga lapar, Mal. Kita ke kantin yuk!" ajak Danu sembari memegangi perut.


"Dasar kecebong! Ya udah sana gih ke kantin. Aku mau ke kelas IX MIPA 2 bentar." Gamal bangkit dari tempat duduk. Lalu melenggang cepat keluar kelas.


Tirta dan Danu hanya saling bertukar pandang. Mencoba memaklumi kelakuan Gamal.


Gamal mendatangi kelas Zara. Dia berusaha mencari gadis itu. Namun Gamal tidak bisa menemukannya.


Bola mata Gamal memutar malas. Ketika salah satu siswa memberitahu kalau Zara sudah tidak sekolah semenjak videonya di klub malam tersebar luas.


"Ah, nggak seru kalau begini!" keluh Gamal. Dia akhirnya berniat menemui Zara di klub malam. Gamal yakin bisa bertemu gadis itu di sana.


...***...


Gamal benar-benar berkunjung ke klub malam. Di saat semua orang merasa jijik kepada Zara, dia justru merasa penasaran.

__ADS_1


Pandangan Gamal mengedar ke segala penjuru. Hingga akhirnya dia berhasil menemukan Zara. Gadis itu terlihat mengenakan celana jeans ketat, serta baju minim yang memperlihatkan pinggang rampingnya.


Zara duduk dalam keadaan menyilangkan kaki. Hal yang membuat Gamal kaget adalah, Zara merokok. Gadis itu berlagak seperti wanita yang sudah dewasa. Padahal usianya baru tujuh belas tahun.


Gamal menyunggingkan mulut ke kanan. Lalu menghampiri Zara. Gadis itu langsung berdiri ketika melihat Gamal. Dia tentu mengenal sosok Gamal. Cowok populer dan paling berkuasa di sekolah. Guru-guru bahkan takut kepadanya.


"Mau ngapain?!" timpal Zara dengan dahi berkerut.


Gamal tersenyum lebar. Perlahan dia menyentuh pusar Zara yang sedikit terlihat. "Pelangganmu nggak harus Om-Om kan?" tanya-nya dengan nada berbisik.


Zara tercengang. Dia mengerti apa yang dimaksud Gamal.


"Kau mau bayar jasa aku?" Zara memastikan.


"Iya." Gamal mengangguk yakin.


Zara terdiam sejenak. Dia mencoba memikirkan harga yang pas untuk dirinya berikan.


"Ya udah, dua juta untuk malam ini!" seru Zara.


Gamal justru terkekeh geli. Menurutnya harga Zara terlalu murah. Tetapi dia mencoba memaklumi gadis yang tergila-gila dengan uang tersebut.


"Ikut aku!" Zara mengajak Gamal ke lantai dansa. Di sana ada banyak gerombolan orang yang sudah menari dengan lantunan musik DJ.


Zara menari dengan lihai. Itu memberitahu bahwa dia sudah terbiasa dengan suasana diskotik. Akan tetapi tidak untuk Gamal. Lelaki tersebut tampak kaku dan hanya sibuk mentertawakan Zara.


"Kenapa ketawa?" tukas Zara.


"Ini sangat lucu," jawab Gamal yang berusaha berhenti tertawa.


Zara berseringai. Lalu memegangi tengkuk Gamal. Dia segera memberikan kecupan singkat ke bibir.


Gamal terkesiap. Ciuman yang diberikan Zara adalah ciuman pertamanya. Walau dirinya tidak menyukai Zara, namun ciuman itu terasa candu.


"Kenapa kaget gitu? Jangan bilang itu ciuman pertamamu?" tebak Zara. Dia dapat melihat ekspresi kaget Gamal. Kini Zara yang mentertawakan lelaki itu.


Gamal terpaku memandangi Zara. Dia segera menyeret gadis tersebut menjauh dari lantai dansa. Gamal memesan sebuah ruang VIP untuk dirinya dan Zara.

__ADS_1


Gamal dan Zara masuk ke ruang VIP. Keduanya langsung berciuman. Saling mellumat dalam mulut satu sama lain.


Gairah Gamal semakin menggebu. Hingga Zara didorong ke sofa. Tangannya ingin cepat-cepat membuka seluruh pakaian Zara.


"Mal! Kau mau apa?!" Zara menghentikan pergerakan Gamal.


"Kau pikir aku mau apa?!" balas Gamal sembari mengatur nafas yang sudah memburu.


"Tapi pekerjaanku tidak sampai ke ranah itu. Aku tidak pernah berhubungan intim dengan Om-Om itu!" ujar Zara.


Gamal agak kaget. Dia tidak mengira kalau Zara masih perawan. Terlebih gadis itu bekerja sebagai sugar baby.


"Kenapa? Bukankah kau..." Gamal tidak tahu harus berkata apa.


"Aku membatasi sentuhan pelangganku. Biasanya aku akan membuat mereka mabuk agar tidak memaksaku berhubungan intim," jelas Zara seraya memperbaiki rambutnya yang acak-acakan.


Gamal duduk ke pinggir sejenak. Sampai terlintas sesuatu hal dalam benaknya.


"Ra, kamu masih mau sekolah kan?" tanya Gamal.


Zara tersenyum kecut. "Sepertinya aku nggak akan bisa sekolah lagi. Beasiswaku pasti akan ditarik karena video yang tersebar," keluhnya.


"Kau tidak perlu cemas. Aku akan membantumu!" imbuh Gamal dengan senyuman lebar. "Tapi dengan satu syarat. Kau harus bersedia berhubungan intim denganku. Kau juga harus datang saat aku membutuhkan jasamu," sambungnya.


Zara menelan salivanya sendiri. Dia berusaha berpikir terlebih dahulu. Mengingat pendidikan juga adalah yang utama baginya.


Perlahan Zara memejamkan mata. Dia akhirnya sudah membuat keputusan. "Baiklah. Tapi pastikan aku akan--"


Perkataan Zara terpotong, ketika Gamal menyambar bibirnya dengan ciuman. Lelaki itu sudah tak sabar lagi.


Gamal melepas tautan bibirnya sebentar. Dia berucap, "Kau tenang saja. Aku akan membuatmu tetap bersekolah di SMA milik ayahku!"


Zara mengangguk. Selanjutnya, dia pasrah terhadap segala sentuhan Gamal. Malam itu mereka melakukannya untuk yang pertama kali.


..._____...


Catatan Author :

__ADS_1


Buat yang penasaran masa sekolah mereka, silahkan baca Sisi Gelap Anak SMA ya! Tapi di sana mereka bukan pemeran utama. 😁


__ADS_2