
Alunan biola terdengar begitu menyayat hati. Bow bergerak indah bergesekan dengan senar menimbulkan alunan nada yang indah dan terkesan menyedihkan, menggema dihening nya malam. Sampai akhirnya suara indah itu berhenti, sang pemegang kendali terlihat memejamkan kedua matanya, menghirup napas dalam lalu membuka kedua matanya perlahan.
Entah mengapa ingatannya tiba tiba tertuju pada kejadian yang terlewat beberapa jam yang lalu, saat Pangeran Ethan berkata pada adik ipar dari calon Ayah mertuanya.
'Memastikan kalau milikku baik baik saja,'
Jujur Anyelir sedikit terusik dengan ucapan Ethan. Apa yang di maksud dengan' milikku'? Sudah dua kali pangeran kedua mengatakan hal itu, saat dia bersama Erlan di lorong istana. Pria berwajah garang itu mengatakan hal yang membuat Putra Mahkota mengepalkan kedua tangannya.
Sebenarnya apa yang sedang mereka saingkan? Entah lah dia tidak tahu dan tidak mau tahu, karena semakin dia mencari tahu maka akan membuat kepalanya kian pusing. Yang terpenting itu tidak berkaitan dengan seorang gadis, dan berakhir buruk untuk hubungan antara dirinya dan Erlan. Karena Anyelir sudah bersumpah, dia tidak akan bermain api kalau tidak ada orang yang menyalakannya terlebih dahulu.
Helaan napas kasar Anyelir kembali terdengar. Netral sebiru lautan itu terlihat berkilau saat cahaya lampu menerpanya. Kepalanya perlahan tertunduk menatap benda kesayangannya, benda pemberian sangat Daddy saat ulang tahunnya yang ke 17.
"Anye kangen sama Daddy, sama Mommy, sama Jiddah, Jiddi, Onty Liara, uncle Simba, juga si dingin Tiger." Anyelir dengan cepat menyeka air matanya yang hampir saja melintasi pipi seputih pualam nya.
Dia mengulum senyuman, kepalanya kembali menegakkan dan memilih berbalik masuk kedalam kamarnya. Angin malam yang mulai berhembus kencang membuat Anyelir bergidik, bulu kuduk nya meremang karena merasakan dingin.
Sepertinya malam ini akan turun hujan, Anyelir terlihat bergegas menuju walk in closet untuk mengganti pakaian tidurnya dengan lebih tebal dan tertutup. Karena saat ini dia hanya memakai gaun tidur bertali spaghetti dengan luaran sutra halus yang tidak terlalu tebal.
Merasa kalau suasana di dalam istana Al Faruq mulai sepi, terlebih Putra Mahkota masih sibuk menyelesaikan urusannya yang belum terselesaikan, Anyelir memilih untuk merebahkan diri di atas peraduan mewah serta nyaman miliknya di istana megah ini.
__ADS_1
Kedua mata birunya perlahan terpejam, kedua tangannya mendekap erat bantal guling. Pelukannya kian mengerat saat kilat dan guntur di luar mulai bersahutan, angin malam semakin berhembus kencang menyisakan gorden putih yang menjadi penghalang pintu kaca antara kamar dan balkon.
Di dalam remang dan kesunyian kamar yang Anyelir tempati, siluet seseorang terlihat tengah berdiri di balkon kamar sang Princess. Siluet orang bertubuh tinggi besar itu kian mendekat ke arah pintu kaca, perlahan sling door itu bergeser membuat angin malam berhasil masuk dan membuat gerakan gorden kamar kian menyibak lebar.
Gerakan tubuh tinggi tegap itu sama sekali tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Seakan melayang bebas saat dia mendekat ke arah tempat tidur, namun gerakannya terhenti saat ekor matanya menangkap sebuah pigura cukup besar berisikan dua potret sepasang kekasih sembari mengembangkan senyuman bahagia.
Orang itu terdengar mendesis pelan sebelum dia kembali melanjutkan langkahnya. Kedua mata hitam tajamnya tertuju pada seorang gadis yang tengah bergelung dengan selimut tebal dan mendekap bantal guling dengan erat.
Dia tidak melakukan apa pun, hanya diam memperhatikan, hingga perlahan salah satu tangannya merogoh sebuah benda dari dalam saku celana bahannya.
Dengan hati hati orang itu meletakkannya di atas nakas, ekor matanya melirik sekejap pada sang gadis. Sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk senyuman tipis, rahang tegas dengan buku bulu tipis itu kembali rileks setelah tadi sempat menegang karena melihat potret yang terpasang di dinding kamar.
Tanpa mengeluarkan suara apa pun, dia kembali berjalan menuju balkon. Melirik sejenak ke arah tempat tidur saat merasakan gadis yang tengah terlelap itu bergerak kecil, setelah memastikan kalau sang gadis tidak terbangun dia kembali melangkah dan keluar dari kamar.
Hujan mengguyur Dubai, sangat deras, di sertai kilat, guntur dan angin, membuat penghuninya enggan untuk beranjak dari kunjungan selimut dan hangatnya dekapan sang kekasih.
Pagi ini matahari sama sekali tidak mau menampakan diri. Hujan deras yang mengguyur Dubai semalam membuat penghangat pagi itu enggan untuk membangunkan para makhluk di bumi, sang surya sepertinya memilih untuk menyembunyikan diri di balik awan dan bukit. Padahal waktu sudah menunjukan pukul tujuh pagi, tapi suasana di istana Al Faruq masih terlihat sepi, mungkin para penghuninya masih bergelung di bawah selimut tebal seperti Anyelir saat ini.
Namun tidak lama sang Princess terlihat menggeliat. Anyelir meregangkan otot otot tubuhnya yang kamu sebelum dia membuka kedua matanya.
__ADS_1
Setelah merasa cukup tenaga untuk membuka kedua matanya, Anyelir bangkit, dia menelisik ke setiap sudut kamarnya. Satu tangannya mengusap mata miliknya yang terasa sedikit gatal, gadis cantik itu menguap kecil sembari kembali meregangkan kedua matanya. Bola mata sebiru lautan itu bergulir, mencari benda pipih yang sejak semalam tidak dia pegang.
Namun saat kedua netranya tertuju ke atas nakas, dahi Anyelir terlihat mengerut saat melihat sebuah benda asing yang tidak pernah dia lihat apa lagi miliki.
"Ini apa?" tanyanya pada diri sendiri saat melihat benda berkilau yang berhasil di raihnya.
Sebuah kalung berliontinkan sebuah huruf yang Anyelir yakini terbuat dari berlian dengan karat yang tidak sedikit.
"E?" bisiknya.
Dahi Anyelir kian terlipat saat melihat liontin huruf yang ada di tangannya. Sudut bibirnya terangkat, senyumannya mengembangkan dan dengan cepat dia membuka kaitan benda tersebut.
"Apa semalam Erlan ke sini? Lalu meletakan benda ini karena aku sudah tidur. Apa gara gara ini dia selalu sibuk akhir akhir ini?" gumamnya.
Raut wajahnya tidak lagi bisa menyembunyikan kesenangan serta kebahagiaan. Dengan cepat Anyelir beranjak dari tempat tidur dan berlari kecil menuju kamar mandi.
"Aku akan memakaikannya setelah mandi nanti," cetus nya lagi.
__ADS_1
ANYELIR, LAMBANG CINTA DAN DAYA TARIKππππ₯°π₯°π₯°