
Anyelir menatap nanar pada wajah tampan yang penuh dengan luka lebam. Tangannya terulur mengusap beberapa titik lebam, mengoleskan salep agar sedikit membaik.
Diseberang meja ada Lord Erkan yang terlihat tengah menatap datar pada sepasang anak manusia itu, terlebih pada pria yang saat ini tengah di obati dan diusap penuh sayang oleh putrinya. Bukan hanya ada Lord Erkan, tapi juga Jiddi Elvier, Jiddah Yasmine dan Oceana. Sementara Dahliara serta Lionel tengah keluar istana, sepertinya ada sesuatu yang harus mereka selesaikan, tentunya Tiger siapa lagi.
"Daddy sudah janji tidak akan memukul Ethan, kenapa memukul lagi. Lihat, wajahnya jadi seperti ini Daddy tega sekali." Anyelir terus saja mengomel, dia tidak peduli dengan tatapan sang Daddy pada kekasihnya.
"Bukan Daddy yang memukulnya, tapi pengawal." Cetus Lord Erkan santai. Dia seolah tidak merasa bersalah sedikit pun, terlebih saat dia mengingat dengan kejadian tadi malam. Pangeran Ethan datang ke kediamannya, walaupun sudah di hadang oleh para penjaga bahkan sampai tidak mengizinkannya masuk Ethan tetap keukeuh pada pendiriannya.
Sang Pangeran memilih untuk berdiam diri di depan gerbang hingga pagi hari, bahkan sampai membuat keributan hingga Lord Erkan harus turun tangan sendiri. Emosinya tidak dapat dia bendung saat mendengar teriakan Ethan yang mengatakan ingin menikahi putrinya Anyelir hari ini juga, akibatnya Erkan kalap dan memerintahkan tiga pengawal untuk menghajar Ethan.
Bukan Erkan tidak berani memberikan pukulan pada pria yang dulu sering membuat Anyelir menangis, tapi karena janjinya pada sang putri yang tidak akan pernah memukul Ethan, akibatnya dia memilih rencana lain. Membuat Ethan babak belur tanpa mengotori tangannya sendiri.
__ADS_1
"Itu sama saja, Daddy sudah-,"
"Tidak apa apa Sayang. It's oke, ini tidak masalah. Anggap saja luka yang aku dapatkan sebagai sambutan dan perjuanganku untuk mendapatkan restu dari Daddy mertua, bukan begitu Dad?" Ethan mengembangkan senyumannya, menatap pada Erkan yang terlihat mendengus mendengar ucapan Sang Pangeran kedua Al-Faruq.
"Maksudmu-,"
"Iya, kita akan menikah hari ini. Daddy mu sudah mengizinkan aku untuk menikahi putrinya, ya walaupun bayarannya sangat mahal." Lagi-lagi Ethan menyela ucapan Anyelir, mencoba menenangkan sang princess. Tapi sayang bukannya tenang Anyelir malah semakin menegang, jantungnya berdetak lebih kencang, matanya berembun, dan tanpa diduga gadis itu bangkit berlari menuju Lord Erkan dan memeluk serta memberikan ciuman untuk Daddy nya.
Dan kali ini Ethan yang mendapat giliran untuk mendengus, dia mengalihkan pandangannya karena tidak suka melihat interaksi antara Anyelir serta Calon Ayah mertuanya.
Dasar menantu sialan!
__ADS_1
Lewat ekor matanya Erkan melirik pada Pangeran Ethan, menyunggingkan senyuman kemenangan hingga ujung bibirnya terangkat cukup tinggi.
'Kali ini aku yang menang.' cibirnya lewat tatapan mata.
Elvier yang menyadari perselisihan antara cucu menantu serta putranya itu hanya bisa menghela napas, pria sepuh itu mengusap keningnya dan bangkit. Ekor matanya melirik pada sang istri dan anak menantunya, memberikan perintah lewat lirikan agar cepat bergerak.
"Oh baiklah, sekarang lebih baik kita bersiap. Ayo cucu Jiddah yang paling cantik kita ganti bajumu, sebentar lagi pemuka agama bakalan datang buat menikahkan kalian." Yasmine bergerak cepat setelah mendapatkan lirikan dari Elvier, menarik lengan Oceana dan segera menjauhkan Anyelir dari Erkan putra.
SIAP GEMPOR 🤣🤣✊
__ADS_1