Affair With Prince Bastard

Affair With Prince Bastard
Hidangan Pembuka


__ADS_3

Anyelir memejamkan kedua matanya, bersandar nyaman di bath up menikmati pijatan lembut yang dilakukan oleh Ethan. Biarpun menjadi tukang pijat plus-plus dadakan setidaknya setiap sentuhan yang pria itu berikan berhasil membuat Anyelir nyaman.


Bahkan mungkin kalau gadis itu tidak ingat tempat sudah terlelap sedari tadi. Tapi sepertinya tidak mungkin Anyelir terlelap begitu saja kalau Ethan terus saja menyusuri tubuh polosnya dari arah belakang, sesekali mengecup pundak terbukanya.


Memberikan gelayar panas ditubuhnya, sensasi yang belum pernah Anyelir rasakan sebelumnya. Sialnya dirinya tidak bisa menolak, justru dia seakan memberikan kesempatan pada Ethan untuk berbuat lebih jauh. Dengan gerakan alami Anyelir memiringkan kepalanya, memberikan kuasa untuk Ethan agar bisa mengekspos semua area lehernya.


Sudut bibir Anyelir terangkat saat merasakan air bath up semakin panas padahal sebenarnya air yang saat ini membasahi nya sudah dingin sejak tadi. Mungkin karena sentuhan yang Ethan berikan membuat suhu tubuhnya kian meningkat.


"Ethan...," Panggilnya dengan suara tertahan, tangannya sudah mencengkram erat sisi bath up, keduanya masih terpejam erat enggan untuk terbuka terlebih saat merasakan sentuhan Ethan kian merambat kemana-mana.


"Kau sudah kedinginan Sayang. Ayo kita keringkan tubuhmu!" Ethan bangkit, tubuh setengah telanjangnya terlihat basah kuyup karena ikut berendam didalam bath up seperti Anyelir. Kini pria yang hanya memakai boxer ketat berwarna gelap itu sedang berjalan menuju shower, tidak lama Ethan kembali dengan membawa sebuah handuk di tangannya.


Senyumannya mengembang saat melihat wajah merona istrinya. Anyelir memalingkan wajahnya kearah lain saat melihat sesuatu yang asing, cukup besar padahal belum bangun sepenuhnya di balik kain ketat yang Ethan pakai.


Itu ukuran saat tidur, lalu kalau terbangun nanti bisa sebesar apa?


Bulu kuduk Anyelir meremang, dia mengusap lengannya yang merinding. Bahkan pori-pori kulitnya terlihat membesar, bukan karena dingin tapi karena sesuatu yang ada dibalik boxer milik suaminya.

__ADS_1


"Kau sudah kedinginan," Tanpa ragu Ethan mengangkat tubuh polos Anyelir, mendudukkan istrinya diatas wastafel. Tangannya gesit mengeringkan tubuh istrinya yang sama sekali tidak tertutup sehelai benang pun. Anyelir yang diperlakukan seperti itu hanya diam, menatap lekat dan dalam pada Ethan. Hingga akhirnya pandangan keduanya bertemu, sapuan lincah Ethan terhenti berganti dengan tatapan misterius yang berhasil membuat Anyelir tidak dapat mengelak.


"Kenapa hm? Apa kau malu karena aku-,"


"Kau tahu, aku terlihat seperti seorang RATU yang sedang dilayani oleh Rajanya," Anyelir menyela cepat, bahkan dengan berani dia mengalungkan kedua tangannya pada leher kokoh Ethan, kakinya perlahan naik dan melingkar indah di tubuh pria itu membuat Ethan semakin merapat padanya.


Anyelir tidak peduli dengan kondisinya saat ini. Posisi yang dia ambil cukup menantang jiwa perkasa seorang Ethan, bahkan sesuatu yang tersembunyi tadi kini dapat Ethan lihat walaupun tidak cukup jelas.


Dia bongkahan indah yang saat ini tepat di depan matanya kian menambah gelayar panas di dalam diri Ethan. Anyelir terlihat sudah pasrah dan rela kalau Ethan menyentuhnya malam ini, dia sudah siap untuk menjadi istri pria itu sepenuhnya.


Pria yang dia inginkan sejak belia, bahkan dirinya sampai rela merendahkan diri dengan menyatakan cinta terlebih dahulu. Bukan satu atau dua kali, tapi berkali-kali walaupun setiap ungkapan cinta yang Anyelir nyatakan dulu hanya berakhir dengan penolakan dari Ethan.


"Hei, kenapa kau menangis? Apa aku menyakiti mu, astaga apa aku-,"


"No, aku tidak apa-apa. Kau tidak menyakiti ku sama sekali, aku hanya terharu dan masih tidak menyangka kalau pria yang berulang kali menolak cintaku sudah menjadi suamiku. Apa aku sedang bermimpi? kalau iya tolong jangan bangunkan aku. Biarkan aku memiliki mu walaupun hanya dalam mimpi." ucapnya lagi dengan air mata yang tidak dapat Anyelir bendung lagi.


Ethan segera merengkuh tubuh Anyelir, mendekap nya erat, memberikan banyak kecupan lembut di permukaan kulit polosnya, menyalurkan sebuah rasa dan mengatakan lewat sentuhan kalau semua ini bukan mimpi.

__ADS_1


"Aku milikmu, dalam dunia mimpi ataupun nyata. Tidak ada yang bisa memiliki ku selain dirimu, maafkan aku yang dulu. Aku merasa berdosa karena sudah membuat mu sakit." Ethan tergugu, tangisan Anyelir semakin terdengar, tangisan bahagia yang sejak kemarin dia tahan.


Keduanya larut dalam cinta, cukup lama keduanya berpelukan hingga perlahan Ethan melepaskan dekapannya saat merasakan tubuh Anyelir lunglai. Pria itu sempat terkejut saat melihat kedua mata Anyelir terpejam, dia mengira kalau istrinya pingsan tapi setelah di teliti lagi ternyata gadis itu tertidur.


Ethan terkekeh, dia menahan tubuh Anyelir dengan satu tangannya sedangkan tangannya yang lain mengusap wajahnya frustasi.


"Astaga, setelah berhasil membuatku turn on dia malah tertidur." Gumamnya.


Ada nada geli didalam ucapannya. Ethan menggeleng pelan, dengan hati-hati dia mengangkat tubuh polos Anyelir dan membawanya keluar dari kamar mandi. Sepertinya malam kesekian mereka akan terganggu lagi, malam ini tidak ada percintaan panas diatas ranjang mewahnya. Ethan tidak akan egois, Anyelir memang terlihat kelelahan sejak siang tadi dan dia tidak akan memaksakan gadisnya memberikan haknya malam ini.


"Masih banyak malam yang lain, aku akan menantinya. Sekarang biarkan aku menyicipi pembukanya terlebih dahulu Sayang." Ucapnya lagi dengan senyuman tipis penuh hasrat dan kemenangan.



SABAR YE BANG🤣🤣🤣


__ADS_1


TUKANG PHP🤣🤣🤣


__ADS_2