Affair With Prince Bastard

Affair With Prince Bastard
Rencana Pernikahan


__ADS_3

Anyelir menikmati makanannya dengan tenang, dia terlihat tidak terganggu sama sekali oleh kehadiran Erlan. Gadis berdarah Albarack itu menganggap pria yang saat ini tengah menatap dalam kearahnya itu sebagai makhluk kasat mata, walaupun dia akui ada rasa mual dan ingin meninggalkan makanan yang belum habis dia nikmati ini sesegera mungkin.


"Besok kita akan melakukan fitting baju pengantin. Kau tidak lupa kan kalau pernikahan kita akan dilangsungkan beberapa pekan lagi, mungkin sekitar 5 pekan lagi." Cetus Erlan tiba-tiba.


Anyelir hampir saja tersedak dibuatnya, dia buru-buru meneguk air yang sudah dipersiapkan sebelumnya oleh pelayan. Berusaha mengambil napas sebelum dia menoleh pada Erlan, tatapannya terlihat tenang padahal dalam hatinya tengah ketar-ketir berharap kalau ada seseorang yang bersedia membantunya keluar dari pembahasan ini.


"Emm... i-iya, aku tidak lupa Yang Mulai." Sahut Anyelir tenang. Agak sedikit tergagap diawal karena memang dia tidak menyangka kalau hari yang dulu ditunggu nya akan segera terlaksana.


Ya dulu, karena sekarang Anyelir sama sekali tidak mengharapkan pernikahan itu. Dia malah berharap semua rencana yang sudah tersusun dengan rapih itu hancur berantakan.


"Ya sudah habiskan makananmu, setelah itu beristirahatlah. Aku tidak ingin kau sakit, Sayang. Kalau kau sakit acara pernikahan kita pasti tidak akan tepat waktu sesuai dengan rencana." Ucapnya lembut tapi banyak mengandung makna, setiap kata terdengar begitu menekan Anyelir. Memerintahkan Sang Princess agar menurut dan patuh pada setiap ucapannya.


Anyelir tidak manyahut, dia hanya mengangguk pelan tanpa sadar tangannya menggenggam erat garpu yang sedang di pegangnya. Sudut matanya melirik Erlan yang perlahan menjauh setelah menyematkan kecupan ringan di pucuk kepalanya tanpa izin.


Sial, lagi-lagi dia kecolongan!


Dengan kasar Anyelir menghempaskan tubuhnya di sandaran kursi, selera makannya menghilang seketika. Tanpa menunggu lebih lama Anyelir bangkit, dia bergegas pergi meninggalkan meja makan dan makanannya yang sedikit lagi belum dia masukan kedalam perutnya.


Kedua kaki jenjangnya melangkah menuju halaman samping istana, angin senja berhembus lumayan kencang saat Anyelir sampai disana. Bunga-bunga bergerak seirama hembusan angin, menerpa wajah serta tubuh Sang Princess membuat gadis bergaun selutut itu bergidik, bulu romanya berdiri.

__ADS_1


"Aku harus bagaimana? Aku baru sadar kalau waktunya semakin dekat."'Gumamnya.


Anyelir menggigit bibirnya resah, helaan napasnya terdengar, kedua kaki berbalut flatshoes itu kembali melangkah menyusuri taman bunga yang tengah bermekaran, terlihat tidak biasa karena biasanya bunga akan bermekaran di pagi hari tapi ternyata ada juga jenis bunga yang mekar saat senja hari.


" Aku harus menemui Ethan, ya aku harus menemuinya!" lirihnya.


Anyelir berbalik, ekor matanya bergerak guna memastikan sesuatu. Dia memastikan kalau tidak ada satu orang pun yang melihatnya naik ke lantai dua istana. Dengan cepat Anyelir bergerak, tidak lupa dengan matanya yang terus bergulir menelisik setiap sudut ruangan yang dilewatinya.


Merasa aman, Anyelir mendekat kearah pintu kamar seseorang. Dengan gerakan hati-hati tangannya terulur meraih handle pintu dan beruntungnya pintu itu tidak terkunci hingga Anyelir nekat masuk kedalam.


"Ethan...," Panggilnya pelan.


"Et...,"


Suara Anyelir tercekat hebat saat bola mata birunya menangkap seseorang yang tengah melipat kedua tangannya di dada sembari bertelanjang dada dengan bawahannya hanya memakai selembar handuk.


"Oh, ada gadis nakal rupanya. Berani masuk kedalam kamar seorang pria, hm?"


Anyelir mengigit bibir bawahnya, dia meringis dalam hati karena sudah mengambil keputusan yang terlalu cepat. Untuk keluar dari ruangan ini pun sepertinya tidak akan mudah, terlebih saat ini Anyelir melihat kedua mata tajam Ethan terus saja mengincarnya layaknya mangsa.

__ADS_1


"Ada sesuatu yang harus aku bicarakan denganmu, jadi cepatlah berganti pakaian aku tidak suka menunggu!" Ucapnya mencoba tenang sembari mengalihkan pandangannya kearah lain dan melipat kedua tangannya di dada dengan angkuh.


Di dekat pintu kamar mandi Ethan terkekeh pelan mendengarnya, terlebih saat melihat raut wajah sok angkuh yang sedang diperlihatkan oleh Anyelir saat ini. Rasanya dia ingin sekali mengecupi wajah cantik itu tanpa sisa sedikit pun, memagut bibir merah alami yang-


"Cepat!" Titah Sang Princess lagi kali ini dengan suara sedikit naik, tetap dengan sikap sok angkuh tapi kali ini ekor matanya ikut bergerak saat melihat Ethan berjalan menuju ruang ganti.


Uh... punggung lebar dan sexy itu, rasanya Anyelir ingin sekali-


Plak!


Anyelir memukul kepalanya pelan saat otaknya mulai kacau karena ulah Ethan. Pesona pria itu memang benar-benar sudah meracuni pikiran serta hatinya dari dulu hingga sekarang, harus bertahan pokoknya harus.



AAIIHHHHH..



SABAR SABAR SABAR...

__ADS_1


__ADS_2