Affair With Prince Bastard

Affair With Prince Bastard
Meredakan Amarah Sang Princess


__ADS_3

Ethan menyipit saat melihat punggung seseorang perlahan menjauh dari tempatnya. Sinar matahari yang semakin terik membuat jarak pandangnya kian menipis, dengan cepat dia turun dengan cara menggelantung ditali yang terikat pada pinggangnya.


Sreeeett...


Ethan meluncur dan mendarat dengan sempurna diatas rerumputan. Tubuh setengah nakednya terlihat basah karena keringat, berkilau diterpa sinar matahari. Kulit tan eksotis miliknya yang selalu membuat Anyelir terpesona itu kian bertambah sexy kala Ethan membiarkan tetesan keringat kian membasahi.


Kedua kaki yang hanya berbalut sepatu khusus panjat tebing itu kian melangkah lebar, menyusul gadis berambut panjang yang terlihat sedang mencintai sesuatu.


"Sayang, kau sedang-,"


"Ssttt- kecilkan suaramu!" desis Anyelir saat mendengar seseorang dari arah belakang tubuhnya.


Sang Princess berbalik, mengisyaratkan pada pria setengah naked itu agar diam dan tidak mengganggu dia orang kutu yang tengah saling bercumbu diantara tumpukan bunga.


"Kenapa kau melihat mereka? Ayo kita pergi, ini tidak baik untuk matamu!" Ethan segera meraih tubuh Anyelir. Pria itu memanggul sang princess secara tiba tiba membuat gadis itu memekik kecil dan pastinya dapat didengar oleh dua orang kutu babi yang sedang bergulat di semak belukar.


Cih dasar tidak bermodal!


"Siapa itu?"


Anyelir menghentikan rontaannya, dia menepuk keras punggung lebar milik Ethan agar pria itu segera membawanya bersembunyi.

__ADS_1


"Astaga kita harus bersembunyi dimana?" ucap Anyelir panik.


Kedua matanya kian mendelik saat melihat siluet orang yang tadi hendak dia pergoki mulai terlihat keluar dari semakin belukar. Sang Princess mendesis jijik kala melihat penampilan kutu betina yang tadi dicumbu oleh pejantan nya.


Penampilannya sudah terlihat acak acakan, walaupun pakaian yang mereka gunakan masih lengkap. Tapi Anyelir bisa menduga kalau tadi mereka sedang melakukan hal yang iya iya dibalik semak belukar.


Kenapa harus di semak semak sih? Apa pejantan kutu babi itu sudah kere hingga tidak sanggup membawa betinanya ke hotel atau apartemen?


Sraaakk


Dengan cepat tubuh mereka berdua terguling diatas tanaman bunga yang tengah bermekaran. Beruntung bukan bunga mawar melainkan bunga Anyelir yang sedang bermekaran dan memiliki pohon yang tidak tajam.


Niat hati ingin segera menghindar dan berlari, dengan tidak sengaja kaki Ethan justru tersangkut akar kering membuat kesimbangannya hilang dan berakhir diatas tanah.


"Ssstt...,"


Kali ini giliran Ethan yang membungkam mulut Anyelir yang hendak mengeluarkan suara. Tangan besar berotot itu menutupi mulut serta hidung mancung milik sang princess agar gadis itu tidak bisa mengoceh lagi. Saat ini posisi Ethan saat ini sedang berada tepat diatas tubuh Anyelir, dia mendukung tubuh kecil gadis itu hingga tidak terlihat.


Ethan terus saja memberi kode agar gadis yang berada dibawah kukungannya itu tetap diam tidak bersuara sebelum kedua kutu babi itu enyah dari tempat ini.


"Tidak ada apa pun, Yang Mulia. Ayolah, kita tinggalkan tempat ini, kulitku terasa gatal dan juga-,"

__ADS_1


"Ayo!" pria berkemeja abu abu itu segera membawa wanitanya pergi dari tempat itu. Mereka tidak lagi menoleh kebelakangan, keduanya melangkah lebar kala terik matahari kian menyengat kulit.


Disisi lain, Ethan terlihat membantu Anyelir bangkit. Pria yang tidak memakai atasan itu menyingkirkan tumbuhan kecil yang menempel di gaun yang dipakai sang princess.


"Kenapa kamu tidak membiarkan aku memergoki mereka?!" Anyelir benar benar kesal di buatnya, gadis itu mengepalkan kedua tangannya. Mata biru indahnya terus saja menatap lurus ke arah jalan setapak yang tadi dilewati oleh pasangan kutu babi tersebut.


Ingin rasanya Anyelir melemparkan sepatu yang saat ini dipakainya pada wajah kedua manusia binatang yang tadi berbuat mesum di semak belukar.


"Belum saatnya sayang. Bersabarlah, aku akan membantu mu nanti. Sekarang bantu aku dulu, ayo!" Ethan menarik lengan Anyelir, menuntun gadis itu menuju tempat semula. Terlanjur kesal Anyelir hanya menurut, tapi ekor matanya terus saja terarah pada satu titik.


Gadis itu meremas kasar ujung gaunnya saat rasa kesal, kecewa, amarah, dendam serta jijik semakin menyesakan dadanya. Rasanya sudah tidak sabar ingin melakukan hal yang selama beberapa hari ini dia tahan sebisa mungkin setelah mengetahui kebenarannya.


"Ayo, aku akan membawamu ketempat yang belum pernah kau kunjungi, dimana kau bisa berteriak bahkan melanpiaskan apa yang ada didalam hatimu hingga puas."


Ethan kembali memakai kaos yang tadi sempat menjadi penutup kepala Anyelir, pria itu menggandeng tangan sang princess sembari menenteng ransel miliknya. Keduanya berjalan menjauh dari istana, untuk saat ini sepertinya Anyelir juga tidak berminat untuk bertanya akan kemana Ethan membawanya pergi.


Dia yang terlanjur dikuasi kekesalan ingin merasakan udara diluar istana setan ini, dan semoga tempat yang akan Ethan tunjukan bisa meredakan semua amarahnya, juga dia berharap Erlan serta anggota keluarga Al Faruq yang lainnya tidak menyadari kepergiannya sekarang.



BAWA NENG JUGA BWAAANGG😘😘

__ADS_1



__ADS_2