Affair With Prince Bastard

Affair With Prince Bastard
Pernikahan Tersembunyi 2


__ADS_3

"Apa yang ingin kau bicarakan Putri, kenapa kau meminta kami bertiga berkumpul setelah makan malam?" Tuan Al-Faruq membuka pembicaraan.


Pria setengah baya itu menatap lembut pada Anyelir, gadis berdarah Albarack yang sebentar lagi akan menjadi menantunya, rasanya dia tidak sabar melihat kedua keluarga bangsawan ini bersatu.


Anyelir bukan hanya akan berperan sebagai menantu keluarga Al-Faruq, lalu menjadi Permaisuri mendampingi putranya Erlan, tapi juga menjadi batu loncatan untuk mendapatkan dukungan dari Albarack agar posisi dirinya dan Erlan bertambah kuat, tidak akan ada yang berani mengusiknya. Maka dari itu sedari dulu dia menjauhkan Ethan yang diketahuinya memiliki rasa pada sang Princess, karena posisi Ethan yang menjadi putra dari mendiang kakaknya. Ethan memiliki posisi kuat sebagai ahli waris utama walaupun sempat terjadi konflik internal didalam istana tapi pada akhirnya semua rencananya berjalan lancar dan tinggal menunggu akhir.


"Iya Nak, coba katakan saja. Kau tidak perlu sungkan atau pun takut, bukankah aku dan suamiku juga akan menjadi orangtuamu." Suara Permaisuri yang begitu lembut, juga sentuhan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu berhasil membuat Anyelir menoleh, bibir merah alaminya tertarik keatas. Dia dapat merasakan ketulusan sang permaisuri, sorot mata lembut wanita itu terlihat sama dengan sang Mommy. Mungkinkah karena sang permaisuri adalah ibu kandung dari pria yang dicintainya, tapi kenapa wanita ini menyetujui hubungan antara dirinya dan putra mahkota?


Apakah Ethan tidak pernah mengatakan perasaannya pada sang Ibu?


Anyelir membalas genggaman calon ibu mertuanya, menatap wanita itu lamat-lamat sementara ekor matanya melirik pada Erlan yang sedari tadi terus saja memperhatikan tanpa berkedip. Sudut bibir pria berkaos polo biru itu sedikit terangkat, bola matanya mulai bergerak menyelusuri lekuk tubuh Anyelir yang tertutup gaun panjang semata kaki tapi tidak menutupi aura kecantikan.


"Aku hanya ingin meminta izin untuk kembali ke kediaman Albarack selama beberapa pekan ini sebelum pernikahan ku dan putra mahkota terlaksana. Bukankah sudah cukup perkenalannya, karena menurut keluarga ku tidak baik sepasang calon pengantin tinggal dalam satu atap atau lokasi sebelum pernikahan." Anyelir menjelaskan dengan tenang dan masuk akal, dia berusaha menampilkan wajah lembut penuh wibawa seorang putri dari keluarga bangsawan yang terpandang.


Ekor matanya masih stay melirik pada Erlan yang saat ini terlihat terkejut. Pria itu menegakan tubuhnya, menatap tidak setuju kearahnya, Anyelir sudah tahu hal ini pasti akan terjadi. Putra Mahkota abal-abal itu pasti akan menentangnya, bahkan menghalanginya pergi dari istana ini.


"Kenapa begitu, bukankah kita akan-,"


Ucapan Erlan terhenti saat Tuan Al-Faruq mengangkat satu tangannya, menandakan kalau dia menyuruh putranya untuk diam. Kedua matanya terarah pada Anyelir, tatapan lembut yang tadi dilihat sang princess menajam dan terlihat datar.


Tapi itu hanya seperdetik, setelahnya sorot mata itu kembali melembut diiringi dengan senyuman tipis lalu mengangguk menyetujui ucapan Anyelir.

__ADS_1


"Baiklah, itu tidak masalah. Memang seharusnya kalian di pisahkan terlebih dahulu, aku juga tidak ingin melihat putra mahkota terus saja menatap lapar kearahmu, bisa-bisa akan ada pernikahan mendadak nanti malam." Tuan Al-Faruq tertawa pelan, dia menepuk punggung putra mahkota cukup keras. Sementara sang putra mahkota terlihat lesu, wajahnya menyiratkan ketidaksetujuan dengan usulan Anyelir tapi Erlan sendiri tidak bisa berbuat apapun.


"Baiklah," ucapnya lesu.


Senyuman Anyelir terbit, dia mengucapkan terimakasih dan berekspresi sedih kala melihat Erlan lesu. Ekspresi penuh kebohongan, karena sebenarnya yang terjadi didalam hatinya saat ini adalah dia tengah bersorak karena bisa keluar dari istana ini.


'Aku harap Ethan bisa membujuk Daddy,' Lirihnya dalam hati.


Malam ini Ethan memang tengah menuju ke kediaman Albarack untuk meminta restu dan meminta Lord Erkan menikahkan dirinya dan Anyelir besok. Ethan hanya berpesan pada gadis pujaannya untuk bergegas masuk kedalam kamar setelah pembicaraan mereka selesai dan jangan sampai lupa mengunci pintu serta balkon.


Karena Ethan yakin bajingan yang bernama Erlan akan melakukan hal yang tidak baik pada Anyelir, dibalik sikap lembut, baik dan penyayang, ada sikap manipulatif yang sangat jahat. Bukan berniat untuk menyingkirkan sang Princess, tapi melakukan sesuatu yang merusak tubuh Anyelir.


πŸ’—


πŸ’—


πŸ’—


Pagi harinya Anyelir sudah dalam perjalanan menuju kediaman Albarack. Dia menatap jalanan dengan antusias, menghirup udara luar dengan bebas dan dalam seakan tengah menikmati kebebasannya. Sepanjang malam Anyelir terjaga, matanya enggan terpejam, bola mata biru miliknya terus saja tertuju pada pintu kamar dan jendela balkon.


Semua ucapan Ethan terngiang didalam pikirannya. Ada rasa khawatir menghinggapi, dan ternyata semua kekhawatiran itu terjadi. Tengah malam tepatnya pukul 1 dini hari lewat beberapa menit, handle pintu kamarnya bergerak seakan ada seseorang yang sedang berusaha membukanya dari luar.

__ADS_1


Sebisa mungkin Anyelir meredam suaranya, menyembunyikan tubuhnya di balik selimut dengan rasa takut yang amat sangat. Beruntung dia sempat mengganjal pintu dengan sofa yang ada di kamarnya, sebagai opsi kedua saat kunci pintu berhasil dibuka.


Tapi rupanya Tuhan masih melindunginya, gerakan handle pintu terhenti walaupun setiap jam benda itu kembali bergerak menandakan kalau ada seseorang yang ingin masuk. Anyelir terjaga beberapa jam, hingga menjelang subuh dia baru terlelap hanya dua jam saja, bisa dilihat dari penampilannya saat ini ada lingkaran hitam diarea matanya menandakan sang princess tidak nyenyak tidur tadi malam.


"Kita sudah sampai, Tuan Putri."


Suara sang sopir membuat lamunan Anyelir pecah. Sang Princess Albarack tersentak, dia mengedarkan pandangannya ke arah luar dan benar saja saat ini dirinya sudah berada di kawasan istana keluarganya.


Dengan cepat Anyelir turun, kedua matanya berbinar saat melihat anggota keluarganya menyambut kedatangannya termasuk Ethan. Pria yang semalam. tidak pulang itu ternyata masih ada disini, tapi sepertinya ada yang aneh?


Langkah sang princess memelan, kedua mata indahnya terarah pada pria yang dicintainya. Ada yang aneh dengan penampilan Ethan saat ini, mata Anyelir menyipit untuk memastikan hingga jarak diantara mereka semakin dekat dan jelas terlihat di kedua matanya.


"ASTAGA WAJAHMU? DADDYYYYYY.... KENAPA ETHAN BABAK BELUR BEGINI?!" Pekik Anyelir. Gadis itu berlari kencang menuju Ethan yang ada di belakang Lord Erkan, pria bertubuh tinggi itu hanya tersenyum tipis melihat reaksi Sang Princess.


Sudut bibirnya terangkat samar, ekor matanya melirik pada calon mertuanya menampilkan senyuman penuh kemenangan.


'Kan sudah aku katakan, My Princess akan membelaku Dad!' Ucapnya dalam hati.



SENENG LO BANG🀣🀣🀣

__ADS_1


__ADS_2