Affair With Prince Bastard

Affair With Prince Bastard
Penuh Drama


__ADS_3

Anyelir mencoba berbagai model gaun pernikahan, berpura-pura antusias agar wanita cantik yang bermahkota kan keluarga Al-Faruq itu tidak mencurigainya. Walaupun sejujurnya dalam hati Anyelir saat ini ingin memberontak dan segera pergi dari tempat yang sama sekali tidak diinginkannya. Akan lebih memilih menikmati waktu bersama suaminya, karena waktu semalam tidak mengizinkan mereka berdua menghabiskannya bersama.


'Daddy jahil banget sih, ngakak Ethan begadang main catur.' Gerutunya dalam hati. Bagaimana tidak kesal, dirinya menunggu Ethan semalaman, tapi ternyata orang yang dia tunggu dan harapkan malah tengah bersama Daddy nya, bukan hanya Daddy nya tapi juga Paman, Jiddi serta sepupunya yang menyebalkan.


'Awas saja, kita berdua tidak akan pulang nanti malam!' Kesalnya dalam hati.


"Tuan Putri, apa anda sudah memilih model gaun mana yang akan dipilih?"


Anyelir tersentak, dia mengerjap pelan sembari menoleh pada wanita yang menjadi pemilik butik. Disisinya ada Permaisuri yang tengah tersenyum lembut, wanita yang secara langsung sudah menjadi ibu mertuanya itu hanya mengusap lengannya dan memberikan anggukan pelan.


"Bagaimana menurut Ibu Permaisuri, gaun mana yang cocok untukku?" Anyelir malah sengaja melimpahkan semuanya pada Sang Permaisuri. Dia tidak berminat untuk tampil menawan di hari pernikahan itu nanti, Anyelir lebih suka memakai pakaian lusuh dari pada harus memakai gaun indah dan berdampingan bersama Erlan diatas pelaminan.


"Kau tidak ingin memilihnya sendiri, Tuan Putri?" Tanya Sang Permaisuri.


Anyelir tidak menyahut, dia hanya menipiskan bibirnya memberikan senyuman pada ibu mertuanya. Satu tangannya menggandeng lengan Sang Permaisuri dengan bola mata terus saja bergerak seolah mencari model gaun yang diinginkannya.


"Aku bingung, Ibu. Disini gaunnya cantik-cantik, jadi dari pada nanti salah pilih lebih baik Ibu Permaisuri saja yang memilihkannya untukku." Alasannya.


Beruntung sepertinya Permaisuri tidak curiga, wanita itu mengangguk lalu mulai memilih model gaun pernikahan yang akan dipakai oleh Anyelir. Sementara Anyelir sendiri terlihat melepaskan pegangannya membiarkan Sang ibu mertua menjauh bersama pemilik butik.

__ADS_1


Dia sendiri hanya diam memperhatikan sekitar, tangannya terulur memegang gaun pengantin berwarna putih dengan model ala princess disney.


"KENAPA LAMA SEKALI, APA MEMILIH MODEL GAUN BISA SELAMA ITU?!"


Gerakan tangan Anyelir terhenti, dia menoleh kearah pintu saat mendengar suara teriakan dari arah luar. Anyelir sudah dapat memastikan orang itu siapa, suaranya bahkan berhasil membuat kedua telinganya sakit.


"Dia disini?" Gumamnya.


Anyelir tidak tahu kalau Erlan ada disini, karena setahunya Ibu Permaisuri atau siapapun tidak memberitahukan kalau putra mahkota abal-abal itu akan datang ke butik ini. Kalau dia tahu Erlan akan datang juga mungkin lebih baik Anyelir meminta pemilik butik mengirimkan berbagai model gaun ke istana Albarack saja.


"Tetap didalam, kau jangan keluar!"


"Ibu Permaisuri, di luar ada-,"


"Aku tahu, maka dari itu tetaplah didalam jangan keluar. Rupanya anak itu keras kepala dan tidak menghargai keputusan mu serta keluarga Albarack. Bukankah Erlan sudah mendengar kalau kau meminta kalian tidak boleh bertemu sebelum hari pernikahan!" Permaisuri terlihat marah, dia bergegas keluar tanpa membawa Anyelir.


Sang permaisuri meminta Anyelir tetap didalam ruang ganti bersama owner butik, sementara dirinya akan menghadapi anak tirinya itu.


Dan benar saja saat dia keluar Erlan terlihat mengamuk, dia memarahi semua karyawan butik yang ada disana tidak terkecuali pria berpakaian khas pengawal yang saat ini tengah menghalangi Erlan.

__ADS_1


Putra Mahkota Al-Faruq itu terlihat murka dan ingin mengacau karena para karyawan serta pria yang saat ini tengah menghalanginya itu sama sekali tidak memberikannya izin untuk masuk menemui Anyelir.


"KAU HANYA PENGAWAL RENDAHAN, JAUHKAN TANGANMU DARI TUBUHKU SIALAN!" Amuknya.


Permaisuri yang melihat hanya menggelengkan kepala, dia memberikan isyarat agar pengawal Sang princess melepaskan Erlan.


"Apa ini yang kau inginkan Putra Mahkota? Berbuat kacau dan membuat Anyelir serta aku malu disini?! Untuk apa kau datang kemari, bukankah Putri Anyelir sudah melarang mu untuk menemuinya sebelum hari pernikahan tiba?"


Erlan berhenti mengacau, dia menatap pada Tante sekaligus ibu tirinya. Erlan tidak menyahut dia hanya berdecak kesal lalu keluar dari butik dengan wajah marah.


Sementara didalam istana Al-Faruq, sepasang manusia berbeda usia tengah menggali lobang kenikmatan didalam sebuah kamar. Mereka saling berbagi nikmat tanpa peduli dosa yang sudah kian menumpuk dan siap untuk menenggelamkan.


"Aku tidak ingin Erlan menikah dengan gadis sialan itu! Kau tahu maksud ku bukan!" Di sela-sela kegiatan mereka Sang wanita mulai berbicara.


Wajah cantiknya begitu erotis membuat pria yang tengah menumbuknya kasar itu semakin bergairah, walaupun usianya tidak lagi muda tapi tenaganya masih bisa bersaing dengan para pria muda.


"Kita butuh gadis itu, jangan sampai kau berbuat hal ceroboh hingga merugikan ku dan Erlan. Sekarang lebih baik kau diam dan puaskan aku, bersikap baik lah pada menantuku nanti kalau kau tetap ingin menikmati hidup enak di dunia ini!" pungkasnya tajam dan kembali meraih gelombang surga dunia yang dia dapatkan dari wanita yang ada dibawah kukungannya.


__ADS_1


TUNGGU TANGGAL MAINNYA😘😘


__ADS_2