
Anyelir memutar bola matanya malas kalau melihat Ethan tengah menatap nakal kearahnya. pria berjambang tipis itu menyunggingkan senyumannya, perlahan bangkit, tubuh berotot nya tegak sempurna, mata tajamnya terus saja menyorot Anyelir tanpa bosan.
Kedua kaki kokohnya melangkah, beriringan memainkan perannya, mendekat pada gadis cantik bergaun selutut yang masih berdiri didepan pintu kamar yang sudah tertutup rapat.
"Dibagian mana bajingan itu menyentuhmu, hm?" Tangan Ethan terulur. Perlahan menyusuri rahang cantik sang princess, merambat naik ke atas menuju pipi sehalus pualam lalu bergerak turun menuju bibir merah merekah yang pernah dicicipinya berulang kali.
"Apa disini?" Ethan menyentuh permukaan bibir Anyelir. Mengusapnya lembut, membuat dua belah bibir indah itu sedikit terbuka hingga Ethan gila sendiri dibuatnya.
Namun sayang rasa gila yang tiba-tiba menghinggapinya hilang terbawa angin saat Anyelir menepisnya pelan, menyingkirkan jari jemari besar itu dari wajahnya. Anyelir terlihat datar, melewati begitu saja pria yang tengah mengulum senyuman geli atas tindakannya.
"Sayang...," Panggilnya mesra. Bahkan terdengar begitu lembut, tapi sayang itu sama sekali tidak berpengaruh untuk sang princess.
"Keluarlah Pangeran, aku ingin tidur!" Usir nya secara terang-terangan.
Anyelir melemparkan bantal kearah Ethan, lalu menelungkup kan dirinya dibantal yang menganggur tanpa ingin lagi melihat wajah pria yang beberapa waktu itu semakin dekat dengannya. Mereka berdua bisa dibilang sedang melakukan Affair di belakang Putra Mahkota. Ya walaupun tindakan yang mereka ambil diawali oleh Putra Mahkota itu sendiri, siapa suruh bermain api lalu menabur sekam di baranya.
__ADS_1
Ethan terlihat mengalah kali ini. Dia meraih bantal yang sempat Anyelir lemparkan padanya, kedua kaki Sang Pangeran mendekati tempat tidur. Lalu meletakan benda itu disisi Anyelir, mendudukkan diri didekatnya tanpa bersuara.
Cup...
Satu kecupan Ethan sematkan di pucuk kepala Sang Princess. Sudut bibirnya terangkat sempurna, lalu dia bangkit setelah merasa kalau gadisnya makin terlelap ke alam mimpi.
"Aku akan menemui mu lagi nanti malam. memastikan kalau bajingan itu tidak berani masuk kedalam kamar ini, sekarang tidurlah sekarang aku akan keluar." Bisik halus Ethan.
Pria itu bangkit, Ethan bergegas menuju balkon. Dia memutar bola matanya untuk memastikan kalau semuanya aman, barulah pria itu keluar, menaiki besi pembatas balkon dan mulai merayap didinding untuk mencapai balkon kamarnya.
Duk...
Kedua kaki Ethan mendarat mulus di atas ubin balkon kamar yang ditempati oleh Erlan, sang Putra Mahkota. Ethan terlihat meringankan langkah agar tidak menimbulkan suara dan mengundang bajingan itu kalau memang sedang ada disana.
Kedua kaki kokoh Ethan hampir mencapai tembok terakhir yang menjadi penghalang menuju balkon kamarnya. Namun saat Ethan hendaklah memanjat pembatas, ekor matanya menangkap sesuatu. Dahi Ethan berkerut saat melihat siluet dua orang dari balik tirai gorden pembatas kaca balkon yang memang masih bisa melihat area dalam kamar tersebut, dua orang anak manusia baru saja masuk kedalam kamar itu lalu saling dorong menuju tempat tidur dan berakhir saling cumbu serta memuaskan satu sama lain.
__ADS_1
Sudut bibir Ethan tertarik naik, tangannya merogoh sesuatu dari jantung celananya lalu menghidupkan agar bisa mengabadikan momentum yang sangat langka ini.
"Anak dan Ayah ternyata sama saja. Cih... aku sudah yakin sejak awal kalau wanita sialan itu adalah ****** yang sesungguhnya." Gumam Ethan.
Benda pipih yang ada ditangannya terus saja merekam. Dia memang bukan pria polos, baik, suci, tapi Ethan juga bukan pria yang suka berbagi wanita dengan orang lain apa lagi dengan orang terdekatnya.
Tapi apa yang sedang dia lihat sekarang? Seorang pria yang masih memiliki istri tengah bergumul diatas tempat tidur dengan wanita yang nota bene memiliki hubungan terlarang dengan putranya juga, sialnya istri pria bangsat itu adalah ibunya sendiri. Sementara si pria bajingan yang menjadi orang dungu karena telah dibodohi oleh Ayah serta kekasih gelapnya itu adalah tunangan dari wanita yang dicintainya.
"Akan aku buat kau tidak memiliki muka di depan ibuku, bahkan didepan semua orang dan keluarga Albarack." Imbuhan lagi saat dia sudah mendapatkan cukup banyak durasi mesum dan intim yang diciptakan oleh sepasang makhluk menjijikan itu.
"Sepertinya aku harus kembali ke kamar itu lagi,"
ET DAH BANG NGEREKAM SAMBIL NONTON GRATIS ITU MAH🤣🤣🤣🤣🤣
__ADS_1