Affair With Prince Bastard

Affair With Prince Bastard
Terbongkar


__ADS_3

Semua orang mengalihkan atensinya pada seorang wanita yang tengah menuruni puluhan anak tangga. Gaun putih berkilau penuh dengan taburan berlian menyapu tiap undakan anak tangga, pandangannya terlihat lurus menyapu setiap sudut ruangan yang akan menjadi saksi bisu dimana rencana yang sudah tersusun dengan rapih harus segera di selesaikan.


Senyuman tipisnya mengembang, dia benar-benar terlihat seperti seorang putri dari dunia dongeng. Tanpa bantuan siapa pun sang princess berhasil mendarat anggun di anak tangga terakhir, senyuman tipisnya masih mengembang.


Tatapannya tertuju pada seorang pria yang memakai tuxedo berwarna senada dengannya. Pria itu terlihat tersenyum lebar, dia tengah duduk di hadapan seorang pemuka agama yang akan menjadi penghulu diacara pernikahan hari ini.


Sang Princess masih mengarahkan matanya kearah sana, dia menghela napas pelan saat melihat seluruh anggota keluarganya datang, bahkan dari Indonesia pun turut hadir. Adik sepupunya yang beberapa waktu yang lalu terlihat seperti pria gila pun ikut hadir, mungkin sang Aunty berhasil membujuk putra mahkota Albarack itu dari keterpurukannya karena ditinggalkan pergi oleh seorang gadis.


Dia bersyukur adik tampannya itu tidak gila beneran.


Masih dengan senyuman manis dan tipis, Sang Princess mengulurkan tangannya kala melihat seorang pria dewasa sudah bangkit dan mendekat padanya.


Lord Erkan, pria yang menjadi cinta pertamanya menyambut kehadirannya dengan tatapan sendu, penuh cinta, dan kasih sayang yang tumpah ruah. Senyuman Sang Princess kian melebar saat tangan besar dan kokoh itu menariknya pelan agar mendekat.


"Lihat pada arah jam 3!" Bisik sang Daddy.


Setelah mengatakan itu Lord Erkan kembali merubah raut wajahnya, dia tersenyum lembut pada putri semata wayangnya. Setelah berhasil menguasai emosi pria itu membawa Sang Princess melangkah mendekat pada keluarganya yang sudah berdiri menyambut kedatangan mereka.


Sementara wanita cantik bak boneka hidup itu terlihat menggerakkan bola matanya hati hati, bola mata cantiknya itu tertuju pada titik yang di tunjukkan oleh Daddynya. Sang Princess menelan salivanya susah payah saat melihat seorang pria bertuxedo berwarna senada dengan gaun yang dipakainya saat ini, pria yang semalam sudah memberikan keindahan serta kenikmatan dunia.


Ethan,


Pria itu tersenyum tipis, tatapannya hanya tertuju padanya. Penuh dengan cinta, kekaguman, juga puja, dunia seakan berhenti berputar saat pandangan mereka bertemu.


Sang Princess mengigit bibir bawahnya, dia tidak bisa lepas dari pria yang sudah sah menjadi suaminya secara hukum dan agama. Tatapannya terlihat sendu, seolah tengah meminta sesuatu yang tidak memungkinkan untuk Ethan lakukan sekarang.


Bawa aku lari Ethan, aku tidak mau ada disini!


Mungkin seperti itulah arti tatapan Sang princess pada pangerannya, keduanya diam tapi hati saling berpaut satu sama lain. Semalam saja Ethan sampai rela lompat melalui balkon saat mengetahui mereka hampir saja kesiangan gara-gara pertempuran semalaman.


Hingga akhirnya adegan saling tatap itu tidak berlangsung lama, Lord Erkan terlihat memberikan kode pada Anyelir lewat usapan lembut. Dia menyadarkan keduanya agar tidak terlarut lebih dalam, bisa bisa rencana yang sudah matang ini berantakan sebelum terlaksana.


Anyelir berdehem pelan, dia terpaksa mengalihkan pandangannya dari Sang suami. Menatap kedepan, dimana seorang pria yang katanya akan menikahinya tersebut tengah tersenyum lebar dan menatap dalam kearahnya. Tatapan yang sarat akan arti, Anyelir yakin dalam otak pria itu pasti tengah membayangkan hal kotor sekarang.

__ADS_1


Tatapannya terlihat mesum, Anyelir tidak dapat menemukan kenyamanan disana apalagi cinta. Hanya ada obsesi yang terlihat begitu menggebu-gebu.


"Calon pengantin wanitanya sudah tiba. Mari kita mulai saja acaranya!" Tuan Al-Faruq memulai pembicaraan. Pria tua itu terlihat tersenyum lebar, sorot matanya begitu tajam, dia seolah tengah merayakan sesuatu didalam dirinya sekarang. Sementara seorang wanita berwajah teduh di sampingnya terlihat gelisah tapi wanita itu berhasil menyamarkannya lewat senyuman seraya menyambut kedatangan Sang Princess bersama Permaisuri Oceana.


Lain lagi dengan wanita bermake-up tebal yang duduk tepat di belakang Putra Mahkota Al-Faruq, wanita ular itu terlihat seakan tengah menahan sesuatu. Tatapannya tertuju pada Anyelir, memindai Sang princess dari atas hingga bawah. Lain lagi dengan gadis muda di sebelahnya, gadis remaja yang mungkin seusia adik sepupunya Tiger tersebut hanya memasang wajah tidak peduli dan terlihat risih berada didekat si wanita ular.


Putra mahkota Al-Faruq berdiri, dengan gentleman dia menggeser kursi yang akan di duduki oleh calon istrinya. Masih dengan senyuman lebar yang menawan, tapi sayang senyuman itu malah terlihat mengerikan di mata Anyelir. Tapi dengan terpaksa Sang princess menerimanya dengan senyuman malu malu penuh kepalsuan, ekor matanya masih sempat melirik pada Margareta, wajah wanita ular itu tidak nikmat untuk di pandang.


"Kami sudah siap!" Ucap Erlan tegas dan tidak sabaran.


Para tamu undangan dibuat tertawa geli, tapi tidak dengan Anyelir dan anggota keluarganya. Mata biru Sang princess terlihat bergerak, dia melihat pergerakan Ethan, terus saja mengikuti langkah pria itu dengan hati hati.


"Baiklah, semuanya sudah siap. Waktu baik bisa hilang kalau terlalu lama menunggu, jadi mari kita mulai." Pemuka agama mengiyakan, dia terlihat meraih satu kain putih dan membungkus tangannya serta tangan calon pengantin pria.


"Saya akan-,"


"Aku menikahi nya hanya untuk mempertahankan posisi ini, kau tidak perlu khawatir Sayang.


Tubuh Erlan menegang hebat, jabatan tangannya terasa mengendur, jakunnya naik turun saat melihat rekaman gambar lengkap dengan suaranya menggema didalam gedung pernikahannya.


"APA APAAN INI!" Suara Tuan Al-Faruq tidak kalah nyaring, wajah pria tua itu memerah, tatapannya tertuju pada Sang putra yang sudah tertunduk.


"Memalukan!" Sambungnya lagi.


Tuan Al-Faruq bangkit, dia terlihat mendekat pada Lord Erkan. Wajahnya penuh kesedihan, berusaha mengambil hati calon besannya agar tidak terpengaruh dengan rekaman tidak berguna tersebut.


"Besan, ini tidak seperti yang-,"


"Ahhh... ya, ya begitu Tuanku. Kau tidak kalah hebat dengan putra mu itu.


Lakukan tugasmu dengan baik Margaret, aku akan menjamin hidupmu di istana ini sesuai janjiku. Layani aku, jadilah budak penurut, jangan sampai putraku mengetahuinya!


Tidak lama suara obrolan itu berganti dengan ******* penuh hasrat yang berhasil membuat semua orang membelalakan mata. Bahkan ada sebagai dari mereka tidak kuat menahan mual, dan gejolak hebat di perutnya.

__ADS_1


Termasuk anggota keluarga Albarack dan anggota keluarganya dari Indonesia.


" Aku akan patuh padamu, tapi singkirkan dulu permaisuri tua itu. Aku tidak suka saat kau berdekatan dengannya!" Suara itu kembali terdengar.


"Aku tidak bisa, dia adalah istri ku. Walaupun istri kedua dan mantan istri mendiang adikku. Aku bersusah payah untuk mendapatkannya, bahkan harus menyingkirkan adikku sendiri dan istri pertamaku."


Belum habis rasa keterkejutan mereka, kini bertambah lagi saat mendengar dengan jelas fakta yang tidak pernah mereka ketahui sebelumnya. Semua atensi terarah pada Tuan Al-Faruq dan Margareta, kedua orang manusia itu kini menjadi pemeran utama di acara pernikahan Erlan Sang Putera mahkota Al-Faruq.


Tidak hanya para tamu, tapi Sang permaisuri Al-Faruq pun mengalihkan pandangannya pada pria yang memaksa menikahinya beberapa tahun yang lalu. Pria yang ternyata menjadi pembunuh suami yang dicintainya, dia memang sudah menduganya tapi tetap tidak sanggup saat mendengarnya secara langsung.


Begitu pula dengan Erlan, yang tadinya tertunduk dalam kini mengangkat wajahnya menatap tajam pada Sang Ayah, termasuk Helena Sang Adik.


"Pembunuh!" Ucap seseorang dari arah belakang.


Seorang pria bertuxedo putih senada dengan gaun yang dipakai calon mempelai wanita berjalan dengan santai, tapi tatapan kedua matanya begitu tajam. Dia menghentikan langkahnya tepat di sisi calon pengantin wanita, tanpa mengalihkan pandangannya tangan besarnya menarik tubuh Sang princess agar berdiri dan menariknya pelan agar berdiri dibelakang tubuhnya.


"Kau membunuh suamiku!" Kali ini Sang Permaisuri ikut bersuara, dia menatap tajam pada pria yang masih menjadi suaminya walaupun terpaksa.


"Tidak, itu tidak benar. Itu bukan aku, aku tidak mungkin melakukan hal itu pada-,"


"Aku akan merebutnya darimu, semuanya! Salima, istana ini, posisi tertinggi keluarga Al-Faruq semuanya akan aku kuasai. Aku bahkan akan menyingkirkan Ethan agar Erlan bisa menempati posisi putra mahkota."


Lagi lagi rekaman itu kembali terdengar, ruangan yang tadi mulai tenang kini kembali ricuh. Bahkan Erlan sudah berdiri, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Semua orang menatap Tuan Al-Faruq dengan tatapan menghakimi, dia tersangka yang harus segera diadili. Ethan dan keluarga Albarack pun terlihat menatap penuh tuntutan pada pria itu hingga tidak menyadari kalau saat ini ada seseorang yang sudah bersiap mendekat pada Anyelir dan menarik kasar wanita itu lalu dengan cepat membawanya keluar dari ruang pernikahan.


"ETHAAAN...!" Teriaknya kencang saat bekapan di mulutnya itu terlepas, tapi sayang dia dan orang yang membawanya paksa itu sudah menjauh dan keluar.


PANJANG LOH 1370 KATAπŸ™‚ OTHOR BOBOK DULU BESOK INSYAALLAH LANJUT LAGI




YANG MANA AJA LAH POKOKNYA πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ™ˆπŸ™

__ADS_1


__ADS_2