Affair With Prince Bastard

Affair With Prince Bastard
Enak Saja!


__ADS_3

"Maaf, Yang Mulia Putra Mahkota, Tuan Besar memanggil anda untuk segera pergi ke ruang kerjanya."


Suara seorang wanita berhasil menghentikan tindakan tidak senonoh yang akan Erlan lakukan pada Anyelir. Pria itu mengumpat dalam hati, kedua matanya kembali terbuka, ekor matanya melirik tajam pada pelayan wanita yang masih tertunduk dalam tidak jauh dari keduanya.


"Aku akan segera kembali. Tunggu aku nanti ya,"


Cup!


Tanpa izin Erlan mengecup dahi Anyelir dengan lembut walaupun hanya singkat. Sang princess bahkan reflek mundur, kedua tangannya terkepal erat kala melihat Erlan terkekeh melihat raut panik tunangannya. Dia mengira Anyelir bersikap seperti itu karena malu dan terkejut karena tindakannya yang secara tiba tiba. Padahal Anyelir saat ini tengah menyumpah serapahi pria sialan yang sudah menjauh darinya setelah mencuri ciuman di dahinya untuk kedua kalinya.


"Menjijikkan!" desis Anyelir sembari menyusut kasar dahinya sendiri.


Sang princess kembali berbalik menghadap ke arah taman, kedua matanya menatap tajam taman bunga Anyelir yang sudah sepi tidak ada lagi orang disana.


Grep!


Tubuh Anyelir tersentak saat merasakan dua tangan kokoh membelit pinggang hingga perutnya. Hembusan napas hangat bahkan bisa dia rasakan, bahkan bahunya sedikit berat saat sebuah kepala sudah bersandar nyaman disana.

__ADS_1


"Dia melakukan sesuatu padamu, Sayang?" tanyanya dengan berbisik lembut.


Bahkan bisikan itu kian membuat tubuh Anyelir meremang dan sedikit berbeda dari sebelumnya. Saat berdekatan dengan Erlan saja dirinya tidak merasa seperti ini, tapi mengapa saat bersama pria ini rasanya- nyaman.


"Kau mau kita di gantung hidup hidup di alun alun istana, huh?!" desisnya.


Anyelir berusaha melepaskan dekapan pria itu, sekali tarikan kasar akhirnya berhasil dan segera berbalik menghadapi tatapan tajam namun terkesan teduh serta lembut yang terpancar dari kedua mata sehitam jelanga itu.


Alis Anyelir naik satu garis saat melihat sang pria terkekeh. Bahkan tidak sungkan untuk kembali membelitkan kedua lengan kekar berbulu tipis miliknya pada pinggang sang princess.


"Tidak akan ada yang berani melakukan itu padamu selama aku masih hidup, kau akan tetap hidup sampai kapanpun bersama denganku tentunya." sang pria kembali terkekeh, sementara Anyelir memutar bola matanya malas.


"Kau tidak mau bersentuhan denganku tapi kau membiarkan si keparat itu mencium keningmu tadi!" tukasnya.


Pria itu mendengus, bahkan memalingkan wajahnya ke arah lain, tapi dekapannya masih enggan terlepas bahkan kian mengerat.


"Dia yang memaksa bukan aku! Lepaskan tanganmu dariku, ada sesuatu yang harus aku kerjakan Pangeran Ethan!"

__ADS_1


Anyelir bersusah payah untuk melepaskan belitan tangan yang masih enggan menjauh darinya. Bahkan sekarang dengan kurang ajarnya pemilik tangan kekar serta berbulu dan sexy itu semakin merapatkan tubuh keduanya. Jarak diantara mereka berdua tidak lagi bisa dikatakan jauh, malah sangat dekat dan rapat sekali.


"Pangeran apa yang kau lakukan huh?! Apa kau ingin kita mati muda di tiang gantungan?!" geramnya.


"Tenanglah, tidak akan ada orang yang tahu dan melihat kita disini. Aku sudah membereskannya untuk mu, sekarang tinggal ada aku dan kau, jadi apa kita bisa-,"


"Aku memang pernah menyukai dan menyimpan cinta untukmu, tapi jangan berpikir kalau aku tidak memiliki rasa sakit karena peno-,"


"Sorry, bukankah aku sudah meminta maaf hm? Aku mohon pengampunan darimu karena sudah melukai hati dan harga dirimu Sayang. Kau tahu aku melakukan itu semua karena terpaksa, sejujurnya aku ingin membawamu lari saat itu juga, tapi karena aku lemah tidak memiliki satu Sekutu pun. Jadi aku tidak ingin melibatkan mu dan membuatmu terluka, apa aku harus bersujud di kaki mu agar kau mau mengampuniku?"


Dengan lembut Ethan mengusap salah satu pipi Anyelir, bahkan mengedusnya, menghirup aroma wangi yang menguar dari tubuh sang princess. Tapi sayang Anyelir segera menjauhkan wajah Ethan dari wajahnya, mendorong jauh pria itu agar mengikis jarak dengannya.


"Buktikan, bukan hanya dengan kata kata manismu yang sangat beracun itu."


Anyelir melenggang pergi meninggalkan Ethan sendiri yang masih mematung. Sudut bibir Anyelir terangkat sempurna membentuk senyuman manis.


"Sekarang giliran dia yang ngejar, enak aja!" gerutunya.

__ADS_1



GANTIAN BANG ENTE DI BAWAH ANE DI ATAS🤣🤣🤣


__ADS_2