Affair With Prince Bastard

Affair With Prince Bastard
Jalur Pemaksaan


__ADS_3

Suara desa*han pergumulan kedua manusia menjijikkan itu sampai terdengar oleh Ethan. Sang Pangeran mengernyit jijik mendengarnya, tua bangka dan ja*lang itu benar-benar tidak tahu malu.


Ethan ingin sekali menerobos masuk dan melempar kedua ke balkon hingga jatuh tepat dihalaman istana agar semua orang yang ada ditempat ini tahu kelakuan bejad mereka, terlebih untuk Putra Mahkota yang sama menjijikkannya.


Dengan perasaan campur aduk Ethan bergerak cepat meninggalkan area panas itu dan kembali ke arah dirinya datang tadi.


Kamar Anyelir


Ethan kembali menapaki tembok yang hanya memiliki pijakan kecil, mungkin kalau dirinya tidak hati-hati satu kesalahan kecil saja mampu membawanya ke alam baka lalu bertemu dengan Sang Ayah. Tidak, itu tidak boleh terjadi, Ethan tidak ikhlas kalau harus mati tragis saat ini sebelum melihat orang-orang sialan itu bernasib sama dengan Ayahnya.


Brukk!


Sang Pangeran berhasil mendaratkan kedua kakinya di balkon kamar Sang Princess. Pria itu kembali melirik area sekitar, mendekat kearah pembatas kaca, matanya menelisik area dalam kamar lewat celah kecil yang tidak tertutup gorden dengan benar.


Kedua mata Ethan membulat hampir keluar dari sarangnya saat melihat pemandangan indah dan tidak pernah dia lihat sebelumnya. Jakun Sang Pangeran naik turun, kedua matanya terus saja bergerak mengikuti setiap gerakan yang diciptakan oleh buruannya saat ini.


Disana didalam kamar, Anyelir tengah mondar-mandir sibuk sendiri dengan hanya menggunakan pakaian dalam yang memperlihatkan area sensitifnya yang tidak sepenuhnya tertutupi.


Ethan mengusap wajahnya kasar, dia menghela napas pelan sembari mengalihkan pandangannya ke arah lain, terlalu lama menatap sesuatu yang berhasil membuatnya bergerak sungguh tidak baik. Ethan tidak ingin hidupnya berakhir di tali pancung atau cambuk yang dia dapatkan dari Albarack. Terlebih saat ini setan terus saja berbisik mesra agar dia segera masuk kedalam sana sebelum Sang Princess memakai kembali pakaian lengkapnya.

__ADS_1


Sialan!


Cukup lama Ethan termenung, dia gamang, bimbang dan ragu saat hendak menggeser pembatas kaca yang menjadi pemisah antara dirinya dan Sang kekasih hati.


Pria itu menunduk, menatap sepatunya sendiri sembari terus saja menggerakkan ujungnya terlihat seperti anak yang kehilangan teman mainnya. Saking sibuk memainkan ujung sepatu Ethan tidak menyadari kalau Anyelir sedang berjalan kearah balkon dengan pakaian lengkap membalut tubuh indahnya.


"AAAKKHHH... astaga!"


Pekikan Anyelir berhasil membuat Ethan kembali sadar. Sang Pangeran menoleh, kedua matanya kembali membulat saat melihat gadis yang tadi diam-diam diintipnya. Jangan, jangan sampai gadisnya tahu atau menyadari kalau dirinya sejak tadi berada disini dan tidak sengaja melihatnya setengah telan-


"Kamu ngapain masih disini? Bukannya tadi-, jangan-jangan kamu-,"


"Tidak ada apa-apa Sayang, ayo masuk ada yang ingin aku perlihatkan padamu!" Ethan bergegas menarik lengan Anyelir, membawa Sang Princess masuk, berusaha mengalihkan perhatian serta pembicaraan agar Anyelir tidak membahas dirinya yang masih berada di balkon.


Dia sudah didudukkan ditepian tempat tidur oleh Ethan, kedua matanya terus saja mengikuti pergerakan pria itu yang terlihat menuju meja riasnya lalu tidak lama kembali sembari membawa kursi kecil.


"Kenapa pakai itu, kenapa tidak duduk disini saja?" Dahi Anyelir mengerut, satu tangannya menepuk sisi tempat tidur yang kosong agar Ethan duduk disana.


Tapi ternyata pria itu malah memilih untuk tetap menduduki kursi yang dibawanya, tepat di hadapan Anyelir. Kini mereka saling berhadapan dengan sepasang mata yang saling bertautan erat. Entah dorongan dari mana bukannya menjelaskan Ethan malah merangsak mendekat dan makin merapat pada Anyelir membuat Sang Princess dibuat mundur.

__ADS_1


"Kamu mau ngapain?" Tanyanya gugup.


"Ah... iya, tidak, maksudku aku sudah mendapatkan cukup bukti untuk membuat mereka bercerai berai dan hancur karena ulah menjijikkan mereka sendiri. Lebih cepat lebih baik aku sudah tidak tahan lagi!" Ucapnya frustasi.


"Hah? Apa?" Anyelir yang tidak paham kemana arah pembicaraan Ethan terlihat seperti orang bodoh, kerutan di dahinya kian dalam saat melihat Ethan meraup wajahnya kasar sembari mengoceh tidak jelas dalam bahasa asing yang tidak dimengerti oleh Anyelir.


"Pangeran, kamu idak apa-apa kan?" Tanya Anyelir lagi kali ini sedikit takut.


Tubuhnya tersentak saat Ethan meraih kedua bahunya lalu menatap dirinya tajam dan dalam, bahkan Anyelir dapat melihat jakun sexy pria itu naik turun meminta untuk digigit.


"Ayo kita menikah!" Anaknya tanpa aba-aba.


"A-apa?"


"Ayo kita menikah!" Anaknya sekali lagi.


Anyelir yang tadinya bingung malah tertawa kecil dibuatnya, tapi sayang tawa kecilnya menghilang saat Ethan kembali berbicara.


"Ayo kita menikah besok, atau kau akan mengandung anakku sebelum menikah!" Ucapnya lagi dengan serius dan dalam.

__ADS_1



SEMAPUT 🤣🤣🤣🤣🤣🤣


__ADS_2