Affair With Prince Bastard

Affair With Prince Bastard
Emosi Tak Tertahan


__ADS_3

Anyelir terus saja menempeli pria berkemeja hitam didekatnya. Gadis itu tidak memperdulikan kedutan bibir tidak suka yang di tampakan oleh sang Daddy, Anyelir memilin jari jemari besar yang ada di tangannya dengan wajah tertunduk dan bibir memberengut.


"Jadi, apa alasan terkuat mu hingga putri dari keluarga Albarack menjadi tidak waras seperti itu? Bukankah sejak lima tahun yang lalu kau sendiri yang tidak menerimanya, lalu kenapa sekarang kau datang dan membuatnya kembali seperti itu, apa yang kau janjikan pada cucu ku Pangeran Ethan?" Elvier bertanya tanpa basa basi, mata tajamnya terus saja mengintimidasi pria muda yang tengah ditempeli oleh keturunannya tersebut.


Ingin rasanya Elvier menarik cucu perempuan semata wayangnya itu agar menjauh dari si pria, tapi dia tidak bisa melakukannya.


"Aku ingin menikahinya. Itu masa lalu yang cukup menyakitkan dan aku tidak ingin mengulangi kebodohan itu lagi, anda tahu sendiri bagaimana posisiku saat itu. Bocah 17 tahun yang belum memiliki kekuatan untuk sekedar melindungi dirinya sendiri dari orang orang tamak dan rakus, apa lagi harus melindungi orang yang sangat berarti untuknya. Aku tidak mau mengorbankan sesuatu yang tidak akan mungkin ada yang menyamai nya, biarkan aku mengalah sejenak. Tapi tidak untuk kali ini, aku tidak akan membiarkan siapa pun mencuri Princess Anyelir dariku!" Ethan berbicara pelan, santai, tapi setiap kata yang dia tekan memiliki makna yang dalam dan tegas.


Dia membalas genggaman tangan Anyelir di jari jemari besarnya. Melirik gadis itu lewat ekor matanya, menarik sudut bibirnya mengisyaratkan kalau semuanya akan baik baik saja.


Belum ada yang membuka suara setelah Ethan berbicara cukup panjang dan lantang, tidak ada keraguan didalam nada suaranya. Saat ini sang pangeran masih tertuju pada Anyelir yang tampak sudah mengangkat wajahnya dan membalas tatapan sang pujaan hati.


Didekat mereka, Elvier dan Lord Erkan hanya saling lirik. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut keduanya, begitu pula dengan Oceana dan Yasmine, kedua wanita beda usia itu terlihat menatap sendiri dan penuh harapan pada sepasang anak manusia yang ada dihadapannya.


"Seusia mu dulu aku bahkan sudah mencari uang sendiri tanpa mengandalkan nama keluarga bangsawan yang ada di belakang namaku. Aku diasingkan, bahkan sama sekali tidak menerima apa pun dari Albarack. Kisah hidupmu cukup familiar untukku dan itu hebat bisa hidup sendiri di negara orang tanpa embel embel Al Faruq, tapi sayangnya kau menjadi pengecut untuk kisah cintamu sendiri. Kau melakukan kesalahan hingga membuat cucuku kehilangan jati dirinya, apa kau mau tahu apa yang terjadi setelah pesta promo night malam itu?" Elvier kembali berbicara, kali ini dia yang akan mewakili sang putra karena kalau Elvier membiarkan Erkan berbicara, bukan tidak mungkin putranya tersebut akan lebih menggunakan otot dari pada kewarasan otak.


Elvier melirik pada Erkan, sudut bibir pria yang usianya tidak lagi muda namun tubuh serta auranya masih dominan dan gagah itu tertarik sedikit kalau melihat raut wajah Erkan yang semakin suram. Dia yakin saat ini sang putra mati matian menahan segala amarah yang tengah membakar otak dan HATInya, terlebih saat dirinya berencana menceritakan kondisi Anyelir setelah malam menyedihkan tersebut.


"Cucuku tidak lagi seperti biasanya, dia lebih banyak diam, menyingkirkan semua hal yang menurutnya tidak akan disukai oleh mu, dia membatasi pembicaraan dengan orang lain bahkan keluarganya sendiri agar bisa menjadi gadis idamanmu. Tidak banyak bicara, anggun, tidak norak, tapi sayang itu tidak membuatmu kembali bukan-,"

__ADS_1


"Jiddi....," potong Anyelir.


Gadis itu sudah menatap Elvier dengan sendu, ada rasa bersalah mulai menggelayuti hatinya saat mengingat bagaimana dirinya menjadi lebih diam setelah penolakan terakhir yang Ethan berikan malam itu.


Dirinya sedikit egois, tidak bukan sedikit tapi sangat egois karena sudah mengabaikan keluarganya sendiri demi perasaan yang tidak terbalas. Seharusnya dia tetap menjadi Anyelir si centil, norak, periang dan banyak bicara.


"Jiddi, Anye minta maaf karena sudah membuat kalian-,"


"Ini semua salahku. Karena aku Anyelir bersikap seperti itu, tolong jangan bicara apa pun lagi tentangnya. Kalau kalian ingin menghukumku silahkan saja, aku akan-,"


BUGH...!


"DADDY!" pekik Anyelir dan Oceana secara bersamaan.


Belum sempat Ethan menyelesaikan ucapannya Erkan sudah terlebih dahulu merangsak dan memberikan satu bogeman di area wajahnya. Tindakan yang Erkan lakukan tidak dapat disadari dengan cepat oleh mereka, bahkan Elvier yang sedari tadi mewaspadai itu akhirnya kalah cepat.


Satu pukulan cukup untuk membuat darah mengalir dari hidung Ethan. Pria itu membiarkan Lord Erkan memukulnya tanpa ada niatan membalas, dia sudah bersiap untuk menerima pukulan Calon Ayah mertuanya untuk yang kedua kali. Tapi rupanya gerakan Erkan terhalang karena Oceana sudah meraih pinggangnya dan menahan agar pria itu tidak lagi bergerak bebas.


"Daddy," lirih Anyelir.

__ADS_1


Gadis itu menangis, tapi tidak mengeluarkan isakan. Hanya air matanya terus saja mengalir, sementara tangannya sibuk menyumpal lubang hidung Ethan yang terus saja mengeluarkan darah.


Elvier menghembuskan napas kasar, dia memicing pada Erkan putranya. Elvier tidak suka dengan tindakan yang Erkan ambil, karena dia yakin Anyelir akan semakin terluka.


"Kita akan berbicara lagi setelah makan siang. Dan aku ingin mendengar dengan jelas apa yang sedang Al Faruq rencanakan sekarang pada cucuku dan keluargaku!" kedua mata Elvier menyorot pada Ethan yang tengah pasrah di obati oleh Anyelir.


"Dan kau, bersikaplah seperti pria dewasa, jangan termakan emosi! Kau hanya akan membuat putrimu terluka nantinya." imbuhnya dan kini pandangannya teralih pada Lord Erkan.


Elvier paham bagaimana perasaan putranya saat ini, tapi tidak mendukung tindakannya yang main otot di hadapan cucunya. Kalau memang mau bermain otot harusnya nanti saja saat Anyelir sudah tidur.


Dasar aki aki menara sutet itu sama saja namanya!



SAKIT YA BWAANGG🥲



IYA NENG NALANGSA AMAT NIH IDUP 🙃

__ADS_1


MAAF YA BARU UP, 3 HARI BABY GEN SAKIT JADI EMAK DUREN GAK KONSEN NULIS🥲🥲SEMOGA SUKA SAMA


YANG PUNYA APLIKASI HIJAU MAMPIR YA, ADA CERITA MAK DUREN DISANA LOH DI JAMIN SERU😘😘😘😘💪💪💪🙏🙏🙏


__ADS_2