
Bruugh...!
Erlan memojokan tubuh Margareta, satu tangannya mengarah pada leher jenjang wanita cantik itu. Tatapan tajam yang Erlan tunjukkan membuat Margareta bergidik, beberapa kali melihat pria pujaannya berlaku seperti ini tapi tidak sekasar sekarang.
"Apa yang sedang kalian rencanakan dibelakangku hm? Jangan kira aku tidak tahu, beberapa kali aku melihat mu berbicara dengan pria tua itu dan kalian terlihat begitu akrab dari sekedar keponakan dan paman angkat, katakan apa yang sedang kalian rencanakan?" Desis Erlan. Dia mendekatkan wajahnya pada Margareta, menatap penuh intimidasi wanita bertubuh sexy yang sering kali memuaskannya itu.
Erlan berdecih, hanya memuaskan tentu saja tidak lebih dari itu. Erlan tidak bodoh, Margareta yang hanya menjadi anggota keluarga Al-Faruq atas dasar rasa kasihan tidak mungkin menandingi kelebihan Anyelir yang nota bene calon istrinya. Anyelir merupakan tuan putri dari sebelum dia lahir, sementara Margareta hanya wanita jalanan yang dipungut oleh salah satu anggota keluarga Al-Faruq.
Sangat tidak mungkin kalau dirinya lebih rela melepaskan berlian demi pecahan kaca, Margareta hanya menjadi penghibur bukan permaisurinya.
"Sa-yang, a-ku tidak mengerti maksudmu. A-ku tidak pernah merencanakan apapun dibelakangmu," Dengan terbata Margareta mencoba merayu Erlan agar pria itu sudi melepaskannya. Cekikan Sangat Putra Mahkota di lehernya terasa amat menyiksa, mungkin kalau tetap dibiarkan seperti ini terus dirinya bisa kehilangan nyawa.
__ADS_1
"Cih..., kalau sampai aku tahu dan mendapatkan bukti persengkongkolan kalian berdua dan berencana busuk dibelakangku, aku tidak akan segan melenyapkan kau dan dia!"
Bruukk...!
Tanpa hati Erlan mendorong Margareta hingga membentur tembok, dengan raut wajah yang sama Erlan berbalik meninggalkan Margareta yang masih terbatuk sembari memegangi lehernya yang sakit. Wanita itu menangis, matanya terlihat memerah, menatap nanar pada pria bertubuh tinggi tegap yang beberapa tahun ini mengisi hati serta pikirannya selain Ayah pria itu juga tentunya.
Bilang saja dirinya maruk, serakah, karena ingin mendapatkan keduanya. Terlanjur nyaman, hanya dua kata itu yang bisa Margareta sampaikan apabila ada yang bertanya, mengapa bisa?
"Jangan pernah berani menunjukkan sikap menjijikkan mu didepan gadisku. Ingat posisimu Margareta, dia adalah tambang berlian untukku dan kau sebagai pekerjaannya. Ikuti ucapan ku kalau kau masih ingin melihat dunia." Imbuhnya sarat akan ancaman.
Erlan kembali berbalik, bibirnya terangkat penuh menampilkan senyuman yang sering kali dilihat oleh orang lain termasuk Anyelir. Senyuman yang membuat sang princess akhirnya menerima pernyataan cinta Erlan kala itu dan berniat untuk melupakan cinta pertamanya.
__ADS_1
Tapi nyatanya senyuman manis milik Erlan hanya manipulasi semata, sesungguhnya Erlan adalah pria yang sering kali bersikap tidak menentu terlebih pada objek yang tidak disukainya.
Dibelakang sana Margareta terlihat mengepal erat, dadanya naik turun menahan emosi saat mendengar ucapan Erlan. Sial, pria pujaannya itu ternyata bersungguh-sungguh ingin menjadikan putri dari keluarga Albarack sebagai permaisuri di istana ini, lalu pengorbanan yang sudah dia lakukan selama ini dianggap apa oleh pria itu?
"Sepertinya memang harus kau dulu yang aku bereskan Princess. Semakin lama aku membiarkan pria ku dekat denganmu semakin dia tidak tahu diri dan lupa siapa aku sebenarnya. Baiklah, persiapkan dirimu karena aku tidak akan tinggal diam!" Geramnya.
🪞
🪞
🪞
__ADS_1
LANJUT... 😘😘😘