Affair With Prince Bastard

Affair With Prince Bastard
Menghipnotis


__ADS_3

Princess Anyelir menatap satu persatu orang yang menjadi tamu kehormatan Tuan Besar Al Faruq. Tidak ada wajah yang dia kenal, keluarga calon suaminya ini sengaja mengadakan makan malam mewah untuk menyambut para tamu malam ini. Saking dibuat sibuk oleh sekumpulan kertas dan tingkah seseorang yang membuatnya hampir terkena vertigo, Anyelir sampai tidak mengetahui kalau Al Faruq membuat acara seperti ini.


Dan kenapa Putra Mahkota atau pun Permaisuri tidak memberitahukan hal ini sebelumnya padanya?


"Putri Anye!"


Anyelir tersentak, dia reflek menoleh saat seseorang memanggil namanya. Suara yang sudah tidak asing lagi di kedua telinganya, hingga membuat dia tahu siapa itu tanpa harus melihatnya secara langsung.


"Permai- Ibu, ada apa?"


Sang Princess menampilkan senyuman tipisnya, dia mendekat pada wanita paruh baya yang akan menjadi ibu mertuanya. Bahkan sekarang wanita itu sudah meminta pada Anyelir untuk memanggilnya ibu, padahal sebelumnya dia tidak di perbolehkan memanggil Sang Permaisuri dengan panggilan tersebut sebelum resmi menikah dengan Putra Mahkota.


"Ayo persiapkan dirimu!" anaknya, tapi malah terdengar seperti sebuah perintah.


Anyelir mengernyitkan dahi, dia berkedip pelan saat belum memahami ucapan Permaisuri. Bersiap untuk apa?


"Maaf ibu, memangnya aku harus bersiap untuk apa?" raut bingung masih terlihat jelas di wajah Sang princess.


Permaisuri tersenyum tipis, dia mengusap salah satu pipi seputih pualam milik Anyelir. Tatapannya terlihat lembut, begitu pas menyandang status sebagai permaisuri keluarga bangsawan Al Faruq.

__ADS_1


"Kau pintar memainkan biola bukan? Ayo perlihatkan pada mereka dan anggota keluarga mu yang datang malam ini,"


Kedua mata Anyelir membola, bukan hanya matanya yang terbuka mulutnya pun ikut menganga sedikit mendengar ucapan calon ibu mertuanya.


Keluarganya? Jadi Daddy dan Mommy nya akan datang ke istana ini?


Senyuman Anyelir kembali terbit, "Jadi, mommy dan Daddy akan datang?" tanyanya lagi memastikan.


Permaisuri Al Faruq mengangguk, dia membalas senyuman calon menantunya dan terlihat menuntun gadis itu masuk kedalam istana Al Faruq diikuti oleh beberapa pelayan.


"Begitulah, ini adalah acara rutin yang sering di gelar oleh Al Faruq. Kami memang tidak mengundang semua keluarga bangsawan yang ada disini, hanya keluarga bangsawan yang berpengaruh dan dekat saja termasuk AlBarack, keluargamu. Bukankah mereka adalah besan kami, jadi sepatutnya Al Faruq mengundang AlBarack dan menjadikan salah satu tamu kehormatan."


Disisi lain tamu mulai memadati area ballroom istana Al Faruq, termasuk Lord Erkan dan keluarga Albarack lainnya. Pria bertubuh tinggi tegap itu merangkul pinggang ramping istrinya, disisinya ada Elvier yang juga melakukan hal yang sama, sementara di dekat Permaisuri Oceana ada Putri Dahliara yang juga tengah di rangkul posesif oleh sang raja singa, Lionel alias Simba singa kecil kesayangan Dahliara.


Tidak ketinggalan cucu laki laki satu satunya milik Albarack dan akan menjadi satu satunya pewaris keluarga bangsawan itu, Tiger Lioda Albarack, putra sematawayang Dahliara dan Simba. Entah kenapa mereka menamai pria muda itu dengan nama Tiger, mungkin karena Bapaknya Singa, entahlah. Jangan dipikirkan namanya, nanti kalian tambah pusing. Yang jelas Elvier juga menyukai nama cucu laki lakinya itu, menurutnya itu terkesan jantan.


Pria remaja yang masih berusia 16 tahun itu hanya menatap malas ke arah orang orang yang terlihat mencoba saling mengakrabkan diri padahal di dalam hati serta otaknya penuh dengan rasa persaingan serta kelicikan.


"Kita akan menemui Anyelir dulu. Tiger, kamu jalan di depan!"

__ADS_1


Karena merasa namanya di panggil remaja tampan itu menoleh pada Jiddinya, dia wajah malas dia maju kedepan memimpin langkah keluarganya. Liara menepuk bahu lebar putranya cukup kencang membuat pria muda itu meringis, namun dia tersenyum tipis pada wanita yang paling istimewa dihatinya.


Keluarga Albarack disambut penuh kehormatan oleh Al Faruq. Mereka berbincang ringan, mencoba mencari topik pembicaraan agar pertemuan mewah dan besar ini tidak terkesan hambar.


Tidak jauh dari dua keluarga bangsawan itu, Ethan berdiri sembari menyandarkan tubuhnya di meja. Ditangannya sudah ada minuman beralkohol rendah, dia meneguknya beberapa kali, matanya terus saja terarah pada meja dimana keluarganya dan keluarga calon besan Al Faruq tengah berbincang. Termasuk Putra Mahkota yang terlihat cukup akrab dengan dengan keluarga Anyelir.


Ethan berdecih, sudut bibirnya tertarik keatas. Dia kembali meneguk minumannya hingga tersisa sedikit, namun saat dia akan menegak habis ekor matanya menangkap seseorang yang baru saja turun dari tangga. Gaun malam panjang semata kaki berwarna biru toska, dengan taburan kristal begitu indah menghiasi tubuhnya. Gerakannya begitu anggun, menghipnotis semua mata yang tertuju ke arahnya, termasuk Putra Mahkota.


Lain dengan Ethan, pria itu mengeratkan pegangannya pada gelas saat melihat banyak mata begitu terpesona oleh sang princess, terlebih mata kaum adam.


Sedangkan keluarga Albarack hanya tersenyum melihat tuan putri kesayangan mereka terlihat menawan dan dalam keadaan baik baik saja. lord Erkan menyunggingkan senyuman melihat putri kesayangannya, begitu pula dengan Elvier. Mereka terus saja mengikuti gerakan sang princess hingga gadis cantik itu naik ke atas panggung utama dan bersiap untuk menghipnotis semua orang dengan alunan nada yang dia ciptakan.


Semua orang bertepuk tangan, terdengar cukup riuh, hingga secara tidak sengaja sudut mata Lord Erkan bersitubruk dengan mata hitam seseorang. Lord Erkan menaikan sudut bibirnya saat melihat pemilik mata tajam dan hitam pekat itu semakin gila meneguk minuman beralkohol dari gelasnya.



AMPE STRES DIA🤣🤣🤣


__ADS_1


BIKIN NGILER SI ETHAN🤣🤣🤣


__ADS_2