
Anyelir menatap bangunan besar yang ada dihadapannya. Istana besar yang dia tinggalkan selama beberapa hari ini, sebenarnya Anyelir enggan kembali tapi karena masalah itu belum terselesaikan makan dirinya mau tidak mau harus kembali.
"Koper anda Tuan Putri, apa saya harus membawanya langsung ke kamar?"
Anyelir menoleh, dahinya berkerut melihat seorang pelayan sudah berdiri didekatnya dan membawa koper miliknya. Dia tidak tahu dari mana pelayan itu datang, Anyelir mengedikkan bahu lalu kembali berjalan memasuki istana Al Faruq.
Heels tinggi yang dia pakai menghentak lantai marmer. Gaun floral selutut yang melekat ditubuhnya menjadi pusat perhatian para pelayan yang dia lewati, tapi sepertinya bukan hanya pelayan melainkan seorang pria yang baru saja masuk kedalam istana.
"Kau sudah kembali, Sayang?"
Suara bass itu mengejutkan Anyelir. Langkahnya terhenti, satu alisnya terangkat saat melihat pria yang ingin di hindarinya saat tiba di istana ini. Tapi sepertinya Anyelir tidak akan mudah merealisasikannya, terlebih pria berwajah tampan dengan senyuman manis yang sedari dulu sering dia tampakan kala mendekatinya.
"Hm... Ya, ini sudah 3 hari aku meninggalkan istana mu. Kenapa, apa kau tidak suka kalau aku kembali Yang Mulia?" Ucap Anyelir sedikit sendu, bahkan terdengar menyedihkan karena merasakan kepulangannya tidak diinginkan oleh pria tersebut.
Anyelir tengah bermain peran. Dia harap perannya kali ini lebih bagus dari sebelumnya.
__ADS_1
"Astaga Sayang, kenapa kau berbicara seperti itu. Tentu saja aku senang karena kau sudah kembali, malah aku khawatir kau tidak akan mau kembali lagi ke istana ini setelah pulang ke kediaman Albarack." Erlan bergegas mendekat. Dia merengkuh pinggang ramping sang princess dan memberikan satu kecupan lembut di pelipis Anyelir.
Tubuh Sang Princess sedikit tersentak dan reflek menjauh. Dia kecolongan untuk kesekian kalinya, Anyelir tidak menyangka kalau pria manipulatif ini akan melakukan hal tersebut dengan cepat.
Mungkin dulu sebelum dirinya mengetahui kebusukan sang Putra Mahkota, dirinya akan merasa tersanjung serta amat dicintai. Terlebih setelah merasakan sakit akibat penolakan yang Ethan lakukan dulu. Tapi sekarang Anyelir justru merasa amat jijik, bahkan kalaupun dirinya tidak tahu kalau Ethan melakukan penolakan itu karena terpaksa dia tetap tidak sudi disentuh oleh tangan kotor milik si Putra Mahkota abal-abal ini.
"A-aku ingin istirahat. Bolehkan aku istirahat sejenak, setelah itu kita bisa mengobrol lagi," Alasan yang cukup masuk akal untuk segera melepaskan diri dari si bajingan ini.
Awalnya raut wajah Erlan terlihat tidak suka, tapi seperdetik kemudian berubah drastis. Erlan menampilkan wajah berseri, lalu mengangguk menyetujui ucapan calon istrinya. Pria bertubuh besar itu sedikit menjauh dari Anyelir dan memberikan kesempatan sang princess agar segera pergi.
"Baiklah, istirahat yang tenang oke. Nanti kita akan berbicara lagi setelah kau melepas rasa lelahmu." Ucapnya penuh pengertian.
"Aku sudah tidak sabar ingin melihatmu-," Erlan terkekeh sebelum menyelesaikan ucapannya sendiri. pria itu segera berbalik, bersiul kecil sembari memasukkan kedua tangannya dikantung celananya. Kedua kaki panjang Erlan membawa pria itu menuju tempat yang bisa membuat rasa gejolak didalam tubuhnya mereda.
Sementara Anyelir, gadis itu bergegas masuk kedalam kamarnya lalu menutup pintu serta menguncinya cepat. Napasnya tersengal, dia bergidik ngeri saat mengingat bagaimana Erlan merengkuh pinggang serta mengecup pelipisnya.
__ADS_1
"Bajingan sialan! Aku harus mandi kembang tujuh rupa kayak yang Jiddah omongin kemarin. Pria sialan itu pasti bawa bakteri, virus menular terus-,"
"Sudah mengomelnya, hm?"
Tubuh Anyelir kembali tersentak, dia yang masih berdiri didepan pintu dengan membelakangi tempat tidur segera menoleh. Kedua mata biru lautnya mendelik tajam pada seseorang yang tengah berbaring diatas peraduannya sembari menopang kepala dengan satu tangannya.
"Ethan..., sejak kapan? " Gumamnya.
Orang itu tersenyum, terlihat menyeringai lalu menepuk tempat kosong yang ada disebelahnya.
" Kemarilah, aku akan membersihkan sentuhan keparat itu dari tubuh gadisku!" Ucapnya lagi dengan nada datar dan dalam.
BOBOK YUK 🥰🥰
__ADS_1
AKU GIGIT NIH RRWWWW🤣