
"Jadi Al Faruq merencanakan sesuatu pada putriku dan keluargaku?" Lord Erkan bertanya langsung ke intinya. Dia tidak akan lagi mengulur waktu dan menyembunyikan kebusukan Ayah tiri sekaligus pamannya pada keluarga Albarak, termasuk sikap manipulatif yang tengah Putra Mahkota jalankan sekarang.
" Mereka memanfaatkan Anyelir agar posisinya semakin kuat termasuk calon menantumu. karena di tahu dan menyadari kalau posisi yang saat ini sedang dinikmatinya adalah bukan miliknya." Pangeran Ethan terlihat santai membalasnya. Dia bahkan tidak peduli dengan tatapan tajam yang terus saja mengarah padanya dari berbagai sisi.
Erkan tidak lagi menyahut, lewat ekor matanya melirik pada Sang Daddy yang tengah melipat kedua tangannya di dada. Raut wajahnya terkesan tenang, dia seakan sudah mengetahui apa yang akan dibeberkan oleh Ethan sebelumnya.
"Baiklah kalau memang begitu keinginan Al Faruq. Princess, kamu bisa membantu Jiddi kan?" Elvier menatap pada cucu perempuan satu satunya. Tatapan yang tadinya terlihat tajam, dingin serta datar yang Ethan lihat kini berubah menjadi hangat dan penuh cinta.
Anyelir yang merasa terpanggil akhirnya menoleh, gadis itu menegakkan tubuhnya yang sedari tadi memeluk tubuh Ethan. Anyelir seakan tengah melindungi sang pangeran agar tidak lagi kena hantam Daddynya.
__ADS_1
"Anye akan bantu sebisanya. mungkin besok Anye dan Ethan akan kembali agar mereka tidak curiga, tapi kita tidak akan datang secara bersamaan agar mereka tidak curiga." Anyelir menjelaskan apa yang sedari tadi ada didalam otaknya. Dia baru memikirkan hal sepele tersebut, namun kalau sampai ceroboh karena hal itu bisa saja hubungan Affair yang sedang mereka jalankan ketahuan sebelum semua rencana berjalan mulus.
Tapi saat bola mata sebiru lautan miliknya bergulir menatap pada Sang Daddy, Anyelir merasa bergidik saat melihat sorot mata tidak setuju yang terpancar dari kedua mata Lord Erkan.
"Aku tidak akan melepaskanmu kalau sampai terjadi sesuatu pada putriku!" Setelah mengatakan hal itu Erkan bangkit. Dia berjalan menjauh dan menuju anak tangga, Erkan tidak lagi menoleh hingga membuat Anyelir dan Oceana berinisiatif menyusul pria setengah baya tersebut. memastikan kalau suami serta Daddy nya tidak melakukan hal yang ceroboh, membanting barang atau sebagainya.
Erkan memang bukan tipe pria yang mudah meluapkan emosi pada benda, dia lebih memilih langsung pada target untuk meredakan segala amarahnya, sama seperti saat menghajar Ethan.
"Aku dengar Ayah kandungmu meninggal saat-,"
__ADS_1
"Iya, dan Ayahku meninggal karena ulah seseorang yang tidak menginginkan dia berada diatas tahta lebih lama. Cara busuk dan licik, bahkan sangat pengecut, aku bersumpah tidak akan melupakan dan melepaskannya begitu saja!" Tekadnya. Gemerutuk rahang tegas sang pangeran terdengar. Kedua tangannya terkepal erat saat Ethan kembali mengingat bagaimana tersiksanya sang Ayah saat meregang nyawa.
"Baiklah, aku tidak akan bertanya apa pun lagi. Untuk saat ini aku hanya berpesan, Berhati-hatilah, tolong waspada dan jaga cucuku." Lanjut Elvier serius.
Ethan yang tadinya menunduk seketika mendongak, dia menatap tak berekspresi pada pria berumur yang sedari tadi terus saja memperhatikan dirinya. Entah apa yang dicari Tuan Albarack itu dari dirinya, yang jelas karena tatapan itu Ethan menjadi tidak nyaman.
"Tanpa kau minta pun aku akan melindunginya, aku tidak akan melepaskannya lagi dan membiarkan orang- orang serakah dan rakus itu mengambilnya dariku!" Ucapnya dalam penuh dengan penegasan.
__ADS_1
MAAF KALO FEEL NYA GAK DAPET 🥲FEEL OTHOR MASIH TERTUJU PADA KANG MAS RADEN PRAMUDYA,
DARI SEMALAM GAK LOLOS GARA GARA PROMOðŸ˜ðŸ˜ðŸ¤£ðŸ¤£ðŸ¤£