Affair With Prince Bastard

Affair With Prince Bastard
Rencana


__ADS_3

"Dari mana saja kalian?"


Tawa kecil yang kedua anak manusia itu terhenti, pandangannya tertuju pada seorang wanita paruh baya bergaun biru khas perempuan timur tengah yang kian mendekat kearah mereka.


Ekor matanya terlihat menelisik setiap sudut seakan tengah memastikan tidak ada orang lain selain ketiganya.


"I-Ibu Permaisuri," ringis Anyelir kala melihat calon Ibu mertuanya memergokinya bersama Pangeran kedua dan kian mendekat kearahnya.


Walaupun kebersamaan mereka berdua terlihat biasa saja dan tidak sedang melakukan hal yang senonoh, tapi tetap saja terlihat tidak-


"Kalau ada yang melihat kalian berdua, bagaimana?"


Lamunan Anyelir terpecah saat kembali mendengar ocehan calon ibu mertuanya, kedua mata mengerjap pelan saat dia merasakan cekalan lembut wanita itu hingga menggiringnya ketempat lain, diikuti oleh Ethan yang belum mengeluarkan kata apa pun.


"Kalian berdua dari mana saja? Jangan terlalu menampakan kalau kalian sedang dekat! Ethan, apa kau mau pria itu kembali mencambuk mu? Ibu tidak akan rela kalau-,"


"Kalau begitu anda urus saja suami anda itu, bila perlu tusuk matanya agar tidak bisa melihatku!" tukasnya tajam.


Ethan melenggang begitu saja setelah mengatakan hal itu, rahangnya menegang seakan tengah menahan luapan emosi yang tertahan. Anyelir yang hendak menegur tidak diberi kesempatan karena tubuh tetap tinggi sang pangeran kedua sudah terlebih dahulu menghilang di balik lorong sepi. Kini tinggalah dia bersama sang permaisuri, Anyelir terlihat menunduk tidak berani menatap calon ibu mertuanya yang ternyata sudah memergoki dirinya dan Ethan.


"Putri Anyelir, apa putra ku melakukan hal buruk padamu?" tanya Permaisuri lembut.


Tangannya mengusap lengan Anyelir, seakan tengah menenangkan dan memastikan kalau semua akan baik baik saja.

__ADS_1


"I-Ibu Permaisuri ti-dak marah padaku karena-,"


"Aku tidak bisa lagi melarang Ethan, Nak. Mungkin dulu Ethan masih bisa diancam dan dikendalikan oleh mereka agar patuh dan menurut, bahkan aku pun tidak bisa membantu putra ku dan membantah mereka. Tapi sekarang Ethan sudah dewasa, dia tahu mana yang baik untuk hidupnya dan pasti akan mengambil apa yang menjadi miliknya dari tangan mereka, termasuk dirimu."


Susah payah Anyelir menelan salivahnya, lidahnya kelu saat hendak berbicara. Dia tidak tahu harus berbuat apa, yang jelas selain rasa khawatir, takut, cemas, serta was was, ada rasa bahagia yang tiba tiba saja membuncah kala mendengar kata miliknya, termasuk dirinya.


Jadi semua ucapan Ethan bukan bualan samata, layaknya biaya gurunya pasir yang selalu mencari mangsa untuk menuntaskan dahaganya?


"Ibu hanya ingin berpesan padamu, berhati hatilah. Jangan terlalu menuruti Ethan, dia memang suka memaksa. Ibu yakin disini ada banyak mata dan telinga yang tengah mengawasi kita, jadi kontrol kedekatan kalian terlebih dahulu. Putra Mahkota dan pria itu bisa melakukan apa pun pada mu dan Ethan kalau sampai-,"


"Aku mengerti Ibu. Terimakasih atas nasehatnya, aku yakin tadi Ethan juga salah paham padamu hingga dia berkata seperti itu, bukan?"


Permaisuri menipiskan bibirnya, dia tidak menyahut hanya menghela napas kasar yang tidak dimengerti oleh Anyelir. Wanita paruh baya itu menggandeng lengan calon menantunya, membawa wanita muda itu menuju ruangan yang biasa dijadikan tempat pertemuan keluarga.


"Aku akan menceritakannya nanti padamu, sekarang kita harus bergegas. Mereka sudah menunggu, aku harap tidak akan ada yang bertanya dari mana kau tadi,"


Permaisuri membawa Anyelir bergegas, langkah kedua wanita beda usia itu melebar. Entah apa yang akan mereka bahas didalam ruangan itu nanti yang jelas Anyelir berharap tidak akan membahas masalah pernikahan.


"Helena tunggu!"


"Apa?!" gadis remaja itu mendelik tajam pada wanita berambut panjang yang dia pergoki tengah bersama Putra Mahkota.


Bukan hanya itu, Helena juga melihat berapa intimnya kedua orang itu hingga membuat otaknya berpikir ke arah sana.

__ADS_1


Mereka affair di belakang Putri Anyelir?


Yakin 1000% Helena bisa menjamin nya, sudut bibir gadis remaja itu terangkat, menatap sinis pada wanita yang asal usulnya tidak jelas ini. Baiklah, dia memang tidak menyukai Anyelir, tapi dirinya lebih tidak suka dengan adanya perselingkuhan ini.


Apa lagi sang kakak harus berselingkuh dengan wanita ini, astaga apa para Putri Mahkota keluarga bangsawan di negara ini sudah punah?


"Jangan pernah menceritakan apa yang kau lihat tadi pada siapa pun, atau-,"


"Kau mengancamku? Oh astaga, wanita tidak tahu diri sepertimu berani mengancamku?" Helena terkekeh, dia bertepuk tangan pelan dengan lirikan sinis yang masih terpatri pada Margareta.


"Aku calon istri Kakak kandungmu Helena, kau ingat itu. Mungkin aku bisa saja menyuruh Erlan menendang mu nanti setelah kita berdua menikah kalau kau sampai berani membuka mulut." desis Margareta penuh ancaman. Kedua matanya menatap tajam pada putri Al Faruq, mengintimidasi dan sarat akan ancaman.


"Terserah, lakukan apa pun yang kalian mau. Aku harap kelakuan kalian ini tidak terbongkar sebelum rencana kau dan kakak berhasil." Helena mendengus, dia berbalik meninggalkan Margareta yang masih belum puas mendengar ucapan Helena.


Margareta ingin Helena bungkam dan menurut padanya, bahkan bila perlu menyingkirkannya. Tapi itu tidak mungkin, kalau sampai Helena terluka dan Erlan mengetahui karena ulahnya bisa hancur semuanya.


"Aku akan memikirkan cara membungkamnya nanti," gumamnya.


Margareta tidak akan membiarkan rencana Erlan gagal, dia sudah merelakan pria itu bertunangan dengan Putri Albarack sialan itu demi memperkuat posisinya. Tapi jangan harap dia rela berbagi dengan gadis lugu dan dungu itu, lihat saja apa yang akan dia lakukan nanti.



SABAR BANG😘😘

__ADS_1



BONEKA IDUP😘


__ADS_2