
FLASHBACK
"Sudah aku katakan jauhi Putri Anyelir, kenapa kau masih saja-,"
"Aku sudah menjauhinya sesuai dengan keinginan kalian!"
Netra sehitam arang itu menatap satu persatu orang yang saat ini tengah menghakiminya seolah dirinya adalah seorang penjahat. Kedua tangannya mengepal, mata bermanik hitam itu terlihat memerah, bukan karena menangis melainkan menahan segala amarah yang tersimpan rapat di dalam hatinya sejak dulu.
Pria muda yang masih berusia 18 tahun itu berulang kali menelan salivanya susah payah saat melihat senyuman licik yang ditunjukkan oleh seseorang untuknya.
Orang itu! Orang itulah yang membuat dirinya harus menjadi orang lain di depan gadis yang selalu mengejarnya selama ini. Dirinya di paksa menghindari semua tentang sang gadis, padahal itu bukanlah kemauan dari hatinya.
Bahkan beberapa kali dia harus menolak pernyataan cinta yang diungkapkan oleh putri mahkota dari keluarga bangsawan Albarack di depan khalayak ramai, berusaha membuat gadis itu membencinya, namun nyatanya gadis gigih itu tidak kunjung menyerah walaupun sudah ke tiga kalinya dia menolak. Dan sampailah di keempat kalinya, hingga akhirnya penolakan dirinya yang kesekian kali itu berhasil membuat sang putri goyah lalu menyerah. Dirinya pun menyerah hingga memilih melarikan diri ke negara orang selama bertahun tahun. Lalu setelah sekian lama menghilang, dia akhirnya kembali ke tempat ini disaat Erlan memamerkan keberhasilannya mendapatkan sang princess dan akan segera melamarnya. Ethan datang tepat di waktu mereka berdua bertunangan malam itu.
"Kau tahu bukan, Putri Anyelir adalah putri Mahkota keluarga Albarack, dan sekarang kau hanya pangeran kedua bukan lagi putra mahkota. Erlan, Erlan lah yang akan bersanding dengannya, kau harus ingat itu!" tukasnya lagi.
__ADS_1
Pria muda yang sedari tadi menunduk terlihat mengangkat kepalanya, kedua mata hitamnya menatap datar pada pria setengah baya yang tengah duduk di singgasananya dengan angkuh.
"Aku paham!" sahutnya singkat.
Sialan! Dia tidak bisa berbuat apa pun untuk memperjuangkan perasaannya sendiri, lalu bagaimana dia bisa melindungi gadis itu kalau dirinya memberontak. Saat ini dia belum memiliki kekuatan apa pun untuk sekedar membela diri, pasrah hanya itu yang bisa dilakukannya.
'Aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku!'
Batinnya berteriak keras, dari sorot matanya terlihat jelas kalau ada dendam yang membara di sana, pembalasan yang sedang dia rencanakan tengah disusun dengan rapih.
"Bagus, kau tahu diri juga rupanya. Ingat posisimu, sekarang kau bukan lagi putra mahkota karena Ayah mu sudah mati. Jadi, akulah yang menempati tahta setelahnya, dan tentu saja putraku yang menjadi putra mahkota!" serunya dengan arogan.
Wanita yang dia panggil ibu itu tengah menangis tanpa suara di balik tirai, dia tidak sanggup melihat putra semata wayangnya terus saja mendapatkan tekanan dari adik mendiang suaminya yang sekarang telah menjadi suaminya.
Terpaksa!
__ADS_1
Satu kata yang terus saja menggaung dalam hati serta pikirannya. Dia terpaksa harus menikahi adik iparnya sendiri demi putranya, dia tidak ingin putranya tersingkir dari istana ini karena sesungguhnya tahta di istana ini adalah milik sang putra.
Ethan Al Faruq, putra dari mendiang Tuan Besar Al Faruq yang sudah wafat karena di diagnosis sakit, walaupun sebenarnya sang permaisuri tidak percaya kalau suami pertamanya sakit. Karena selama ini tidak ada hal mencurigakan apa pun yang di derita oleh mendiang suami pertamanya.
FLASHBACK OFF
"Jadi, Tuan Besar bukan Ayah kandungmu?"
Gadis yang tengah bersila di atas tempat tidur itu langsung memberikan pertanyaan setelah Ethan mengakhiri ceritanya. Kedua mata biru sang princess terlihat bersinar dan tidak sabar untuk mendengar jawaban pria yang tengah bersandar di bawah tempat tidur dengan nyaman.
"Dia pamanku, Adik dari Ayahku." sahutnya sedikit bergetar. Setiap kali Ethan mengingat sang Ayah rasanya dadanya kembali mendidih, walaupun saat itu usianya masih terbilang anak anak saat Ayahnya tiada, tapi Ethan bukan anak bodoh. Dia putra mahkota Al Faruq, dan kini sang putra mahkota telah kehilangan tahtanya karena keserakahan seseorng.
"Jadi Ibu Permaisuri menikah dengan adik iparnya, lalu kemana istri Tuan Besar? Kenapa dia membiarkan suaminya menikahi kakak iparnya sendiri hanya demi tahta?"
Ini gila!
__ADS_1
SEDANG MEMBACA SKENARIO AUTHOR 🤣🤣🤣🤣