Affair With Prince Bastard

Affair With Prince Bastard
Rencana Pembunuhan


__ADS_3

Anyelir di seret menjauh dari keluarga serta para tamu undangan. Wanita cantik yang masih memakai gaun pengantin tersebut terlihat begitu sangat kesulitan untuk berjalan, bekapan di mulutnya tidak kunjung mengendur setelah tadi dirinya berhasil melepaskan diri.


Anyelir dibawa menuju rooftop, dia tidak tahu kenapa orang gila yang menjadi selingkuhan mantan tunangannya tersebut melakukan hal sepicik serta selicik ini, padahal sudah jelas kalau dia adalah salah satu orang yang kalah dalam permainannya sendiri.


"HHHMMMPPPP...!" Anyelir terus memberontak, tapi sayang tidak bisa melepaskan diri dari cengkraman wanita gila bermake-up tebal yang terlihat sangat menyeramkan dimatanya.


"DIAM! SELAIN DUNGU KAU JUGA TOLOL RUPANYA! AKU AKAN MENGHABISI MU DISINI, KAU LIHAT! AKU AKAN MEMBUATMU JATUH DAN TIDAK BERNYAWA LAGI!" Margareta berteriak di dekat telinga Anyelir membuat gendang telinga sang princess berdengung.


"AAKKHHH...!" Teriakan Margareta kembali terdengar saat Anyelir berhasil menggigit telapak tangan wanita itu, bahkan tanpa ampun memukul wajah Margareta dengan tangan kosong membuat wanita gila itu terdorong kebelakang sembari memegangi hidungnya.


Rupanya pukulan yang Anyelir layangkan berhasil mengenai hidung mancung Margareta, cairan merah kental keluar dari sana. Wanita bergaun merah darah itu terlihat semakin murka, dengan wajah yang penuh dengan darah dia menatap Anyelir tajam bahkan terlihat menyeringai.


"Kau tidak akan bisa keluar dari tempat ini hidup- hidup. Mereka tidak akan bisa masuk ke tempat ini lewat pintu itu, aku sudah merusak kuncinya. Sekarang nyawamu ada di tanganku wanita munafik, kalaupun aku mati kau juga harus mati!" Margareta menekan setiap kata yang di ucapkan nya, berdesis penuh dendam pada Anyelir padahal sebelumnya mereka tidak memiliki masalah secara pribadi. Mungkin kebencian Margareta timbul saat Elkan membawa Princess Anyelir kedalam istana ini.


Itu kemungkinan besarnya.


Tapi sayang Anyelir tidak peduli. Dengan pergerakan yang terbatas karena gaun pengantin yang dipakainya dia hanya menatap datar pada wanita ular gurun yang berencana akan menghabisinya bersama bajingan yang bernama Elkan Al-Faruq.


Anyelir berjalan mendekat, kedua kakinya sudah tidak memakai alas apapun guna mempermudah langkahhnya. Heels kaca yang tadi menempel di kedua kakinya entah sudah pergi kemana, saat Margareta menyeretnya ke arah rooftop melalui lift dia sudah tidak lagi menemukan alas kakinya saat tiba disini.


"Kau yakin ingin menghabisi ku disini? Sepertinya tempat ini cocok sekali untuk orang gila yang sedang putus asa sepertimu setelah ketahuan mengencani dua pria sekaligus dalam satu waktu dan satu tempat, bahkan keduanya adalah Ayah Anak. Wowww... aku bahkan sampai speechless dibuatnya. Selain gatal ternyata kau juga murahan, apa kau tidak merasa jijik pada tubuhmu yang tidak indah itu setelah digilir-,"


"HENTIKAN UCAPANMU SIALAN! MEREKA MENCINTAIKU, KAU HANYA DIJADIKAN BONEKA UNTUK MEMPERKUAT POSISI KEDUANYA DAN MENCEGAH PANGERAN BUANGAN ITU MENEMPATI TAHTA AL-FARUQ! KAU TIDAK LEBIH DARI BARANG YANG TIDAK BERGUNA!"


Margareta merangsak meraih batang leher Anyelir, menekannya kuat dan memojokkan tubuh sang princess kearah pembatasan rooftop. Anyelir yang belum siap terdorong paksa, tangannya reflek meraih pegangan besi yang menumpu punggungnya.


"Kau akan mati putri dungu!" Desis Margareta kejam.


Seringai lebar tercipta di bibirnya, dia terus saja menekan leher Anyelir dengan keras hingga membuat istri dari Pangeran Ethan itu terbatuk karena merasakan sakit di area lehernya.


Satu tangannya berusaha meraih lengan Margareta yang berada tepat di depan wajahnya, kedua matanya memerah karena menahan sakit serta kesulitan untuk berbicara dan napas.


Gaun pengantin yang Anyelir pakai kian menyulitkan pergerakannya, kalau saja gaun ini bisa di robek mungkin tubuh bagian bawah Margareta akan menjadi sasarannya.

__ADS_1


"Ethan...,"


Anyelir memanggil nama suaminya dalam hati, dia sudah tidak terlalu kuat mempertahankan tubuhnya agar tidak terjatuh dari pembatas rooftop. Kalau dirinya sampai jatuh, sudah dipastikan tidak akan mungkin selamat. Ethan nya yang tampan, gagah, perkasa, manis, baik, dan sangat dia cintai akan menjadi duda kuat keren ganteng dan kaya raya, pangeran lagi.


Pasti akan ada banyak wanita cantik, **** dan gatal yang datang menggoda suaminya setelah dirinya dinyatakan meninggal dunia. Anyelir ingin sekali berteriak dan menangis kencang saat itu juga saat bayangan buruk terus saja menghantuinya.


Sementara di bawah sana banyak orang-orang yang memperhatikan, mereka terlihat khawatir saat melihat seorang wanita bergaun pengantin tengah mempertahankan diri agar tidak terjatuh kebawah.


"ANYELIR!" Dahliara meneriakkan nama keponakannya dari bawah sana sembari menangis keras. Sementara Oceana sudah tidak sanggup lagi melihat keadaan putri semata wayangnya yang hampir saja meregang nyawa di atas sana, tubuh wanita cantik itu limbung dan berpegang pada Yasmine ibu mertuanya yang juga tidak tahu harus berbuat apa, dia hanya bisa menangis sama seperti yang lain.


Sedangkan di balik pintu rooftop beberapa orang pria tengah berusaha membuka pintu baja tersebut, berulang kali memukul dan berusaha mencongkel kunci yang ternyata sudah dirusak tersebut.


"AMBILKAN ALAT YANG BISA MEMBELAH PINTU INI, CEPAT!" Suara Lord Erkan menggema, baru kali ini dia terlihat begitu panik dan khawatir. Disisi lain dirinya terpaksa meninggalkan Oceana yang hampir saja tidak sadarkan diri karena shock, lalu nasib putri semata wayangnya dibalik pintu baja itu pun belum dia ketahui.


Semua orang sibuk, bahkan Erlan yang tadi sempat menjadi pemeran utama di pesta terlihat khawatir dan ikut campur untuk memastikan keadaan Anyelir. Dia merasa kalau apa yang terjadi pada Anyelir adalah karena ulahnya, Margareta berbuat seperti ini pasti karena cemburu pada calon istrinya tersebut.


Masih saja berharap nih lakik!


Dia memanjat tembok tanpa khawatir terjatuh, tanpa pengaman apapun, dia lebih mengkhawatirkan seseorang yang sangat dicintainya diatas rooftop sana.


"KAU AKAN MATI ANYELIR!" Pekik Margareta keras sembari semakin menekan tubuh Anyelir.


"JANGANNNNN...!" Teriak semua orang dari bawah sana.


Deg!


Gerakannya terhenti saat mendengar teriakan orang-orang, jantungnya kian berdegup tidak karuan. Dengan tergesa-gesa dia kembali melanjutkan pijakannya, melompati beberapa balkon agar bisa segera mencapai lantai teratas.


"KAU HARUS MATI WANITA SIAL-,"


BRUGH...!


Ucapan Margareta terhenti saat seseorang berhasil menendang tubuhnya hingga terdorong jauh dari Anyelir, wanita itu tersungkur tanpa ampun diatas lantai keras dan kotor. Anyelir sendiri terlihat lemas, dia menjauh dari pembatas sembari terbatuk keras, dia melangkah terseok-seok mendekat pada seseorang yang baru saja menyelamatkan nyawanya. Kalau saja orang itu tidak datang tepat waktu mungkin dia sudah jatuh ke bawah sana dan tidak mungkin bernyawa lagi.

__ADS_1


"E-than," Panggilnya pelan dan serak.


Ethan segera menarik tubuh istrinya, menempatkan wanita itu di belakang tubuh kekar tingginya melindungi Anyelir dan tidak mengizinkan siapapun mendekatinya.


"Berani sekali kau menyakitinya! Bahkan kau berencana membunuhnya, benar-benar tidak tahu diri kau *******! BERANI SEKALI KAU MENYENTUH ISTRIKU!" Ethan menaikan suaranya di akhir kalimatnya, bersamaan dengan terbukanya pintu baja rooftop hingga membuat semua orang disana mendengar ucapannya termasuk Erlan yang juga ada disana, sementara Tuan Al-Faruq tidak terlihat dimana batang hidungnya. Seakan hilang ditelan bumi tidak mau membantu wanita yang menjadi simpanannya dan simpanan putranya tersebut.


"Anyelir istrimu? Maksudnya apa ini?!" Erlan langsung angkat bicara dan menerobos membelah orang-orang yang menghalangi jalannya lalu mendekat pada Ethan dan Anyelir yang terlihat tidak peduli dengan pertanyaan yang pria itu lontarkan.


"Erlan, Erlan mereka ingin menyakiti ku. Tolong aku, wanita itu juga ingin-,"


BUGH...!


"DIAM KAU SIALAN!" Umpat nya tajam pada Margareta.


Erlan mendorong tubuh Margareta yang ingin memeluknya hingga wanita itu tersungkur lagi dan berakhir di hadapan Lord Erkan juga anggota keluarganya yang lain termasuk Lionel, Tiger dan Jiddi Elvier.


"APA MAKSUDNYA DENGAN ISTRIKU! KALIAN-,"


"Dia memang suamiku!" Tukas Anyelir tenang.


Dia malah meraih lengan Ethan, lalu memeluk pria itu erat dengan mata terus saja menatap tajam pada Erlan mantan tunangannya tersebut. Sudut bibirnya tersungging, membentuk senyuman sinis dan merendahkan.


"Maksud mu apa, Sayang? A-aku, aku benar-benar tidak-,"


"Anyelir istriku, kau tidak tuli kan. Atau aku perlu mencongkel kotoran-kotoran yang ada di dalam telingamu itu!" Pungkas Ethan berusaha menahan emosinya.


Dia menatap tajam pada Erlan, keduanya saling serang lewat tatapan. Jelas terlihat sekali kalau Erlan begitu marah dan ingin melakukan sesuatu pada saudara tiri sekaligus sepupunya tersebut.


"Aku tidak menerima semua ini, kalian sudah membohongi ku! AKU TIDAK MENERIMANYA!" Amarah Erlan berkobar dan dia menyerang Ethan tanpa aba aba.


BERSAMBUNG...


SEE YOU MUAAACCHHH😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2