Affair With Prince Bastard

Affair With Prince Bastard
Kenapa?


__ADS_3

"Apa terjadi sesuatu saat aku pergi?"


Putra Mahkota melirik kecil pada orang yang saat ini tengah mengikutinya tanpa berniat untuk memperlambat langkahnya. Satu tangannya sibuk mengendurkan dasi yang sedari tadi membelit lehernya.


"Tidak ada Yang Mulia!"


Pelayan itu terlihat menunduk, tidak lama kembali menegakan kepalanya saat dirinya tidak lagi mendengar suara Putra Mahkota lagi.


"Dimana Putri Anyelir?" tanya Sang Putra Mahkota lagi.


Kali ini dia menghentikan langkahnya saat sudah berada tepat di dekat tangga yang menghubungkan menuju kamar miliknya diatas.


"Tuan putri sedari tadi berada di kamarnya, Yang Mulia," sahutnya pelan.


Erlan mengangguk, dia kembali melanjutkan langkahnya namun baru beberapa anak tangga dia lewati ucapan yang dilontarkan Sang Pelayan kembali membuat langkah Erlan terhenti.


"Setelah beradu mulut dengan Pangeran Kedua, karena Pangeran Ethan membawa teman wanitanya ke dalam kamar, sepertinya, " imbuhnya.


Sontak hal itu membuat dahi Erlan mengernyit dalam, dia menatap pada pelayan yang bertugas untuk mengawasi Anyelir selama dirinya pergi.


Beradu mulut dengan Pangeran kedua?


Tanpa berkata atau pun bertanya apa pun lagi Putra Mahkota segera mempercepat langkahnya, dia kian menarik dasi di lehernya hingga terlepas. Kedua matanya terlihat menajam, bergulir mencari sesuatu yang telah membuatnya sedikit terbakar.


"Dimana Ethan?" tanyanya saat bertemu dengan salah seorang penjaga di area rumah.


"Pangeran Kedua sedang berada di halaman belakang. Dia sedang memperbaiki busur panahnya yang rusak, apa ada yang perlu saya-,"


"Aku akan menemuinya sendiri, kau pergilah dari sini!" usir nya tanpa basa basi.


Putra Mahkota berjalan arogan setelah mengetahui keberadaan orang yang dia cari, raut wajahnya terlihat tidak menampilkan menyenangkan, terkesan dingin dan penuh kekesalan.


"Apa anda membutuhkan sesuatu, Pangeran?"


"Tidak!" sahutnya singkat.


Pria berpenampilan formal itu hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan anak dari tuannya, cukup singkat dan padat. Ini sudah biasa dia dengar sejak belasan tahun yang lalu, parahnya sekitar 5 atau 6 tahun kebelakangan, entah apa yang menyebabkan Sang pangeran kedua semakin mendinginkan hati serta terus saja menjauh dari keluarga Al Faruq.

__ADS_1


"Ludo, tinggalkan kami berdua!"


Suara yang sangat familiar di telinga Ludof Sang kepala pelayan Al Faruq, membuat pria tua itu menoleh lalu menundukkan sedikit kepalanya saat melihat dengan jelas siapa yang datang.


"Kalau begitu saya permisi, Pangeran, Yang Mulia Putra Mahkota."


Ludof segera meninggalkan keduanya, ekor matanya terus saja melirik ke arah belakang. Sebenarnya dia tidak mau beranjak dari sana, namun Ludof tidak bisa berbuat apa pun untuk menentang perintah calon kepala keluarga Al Faruq yang baru.


Ludof yakin pertemuan kedua pangeran Al Faruq itu bukan pertanda baik, terlebih saat melihat raut wajah Putra Mahkota yang jauh dari kata baik.


"Semoga mereka tidak berkelahi seperti waktu itu, dan membuat Pangeran Ethan pergi dari istana ini." gumamnya sebelum dia benar benar meninggalkan kedua pria dewasa yang saat ini sudah saling berhadapan.


"Kenapa kau mengganggu calon istriku?"


Gerakan tangan Ethan terhenti, hanya sebentar setelah itu dia kembali melakukan hal yang menurut Erlan sangat tidak penting.


"Pergilah kalau tidak ada hal penting yang ingin kau bahas!"


Rahang Erlan mengetat, dadanya naik turun menahan emosi yang sudah berada di ubun ubun. Pria muda yang ada di hadapannya saat ini memang tidak pernah bersikap sopan pada siapa pun, termasuk Tuan Al Faruq.


Praang!


Suara lemparan sesuatu yang mengenai guci bunga membuat Erlan terlonjak, bahkan para penghuni istana yang lain juga dapat mendengarnya termasuk Anyelir yang baru saja turun ke lantai dasar.


"Sudah aku katakan, pergilah kalau tidak ada hal penting yang ingin kau bahas. Dan bilang pada gadis itu, jangan mencampuri urusanku dengan mengadu padamu!"


Ethan bangkit, sekilas dia menatap pada Putra Mahkota dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan, kemudian dia kembali melangkah sembari membersihkan kedua tangannya yang ternyata mengeluarkan sedikit darah.


Kapan Ethan terluka? Kenapa bisa dia terluka?


Putra Mahkota menggeram rendah, dia mengumpat kesal mendengar penuturan adiknya itu. Adik yang semakin menjauh darinya, terlebih setelah pertengkaran mereka saat remaja dulu hingga Sang Ayah memindahkannya ke negara orang.


Sementara Ethan, pria itu terus saja berjalan, enggan untuk menatap sekitar, pandangan datarnya lurus tidak peduli dengan apa pun. Namun saat netral hitamnya melihat seorang gadis terdiam di dekat tangga, Ethan kian mempercepat langkahnya.


Grep!


Tubuh gadis itu terlonjak kaget saat merasakan tangannya di cekal seseorang dan membawanya tanpa izin.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" rontanya.


Namun pria yang membawanya ke arah lorong istana yang sepi itu sama sekali tidak peduli, sementara Sang gadis terlihat gelisah karena takut ada orang yang melihat interaksi mereka berdua lalu salah paham.


"Lepaskan aku Pangeran!" rontanya lagi.


Brugh!


"Aww, sssttt-,"


Gadis berambut hitam panjang itu meringis kala merasakan ngilu akibat benturan yang mengenai punggung serta bokongnya.


"Kau sudah gila! Kau pikir itu tidak sa-,"


Gadis itu mengagumkan bibirnya kala melihat pria yang membawanya tanpa izin ini semakin mendekat, merapat, dan menatap lekat dan dalam padanya.


"Kenapa kau menerimanya?" suara berat itu kembali terdengar.


"Apa?" sahutnya tidak paham.


Netral keduanya bertemu, bola mata biru milik putri Albarack itu mengerjakan cepat saat melihat pria yang mendukungnya tadi tiba tiba menjauh dan meninggalkan dirinya begitu saja.


Tubuhnya melemas seketika, bahkan napas yang tadinya sempat tertahan kini perlahan membaik.


Apa maksud pria itu?


Sialan, dirinya hampir saja tidak sadarkan diri dibuatnya. Kalau saja sedikit cukup lama, mungkin bukan hanya tidak sadarkan diri tapi juga mimisan.


"Cowok sialan!" geram Anyelir dengan aksen Indonesianya.



emang si Ethan ini mah bukan si akan Anye🤣🤣🤣



bikin orang keder aja🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2