
Menjelang hari H Anyelir memilih untuk kembali ke kediaman Albarack. Walaupun dia merasa kalau waktu yang dimilikinya bersama Ethan tidak lah cukup, tapi untuk kali ini Anyelir harus menunda terlebih dahulu egonya demi kelangsungan masa depannya.
Setelah siang pertama yang mereka lewati beberapa waktu yang lalu, kedekatan Anyelir dan Ethan semakin menjadi. Bahkan dihadapkan para orang tua pun mereka berdua tidak lagi canggung, terlebih didepan Lord Erkan.
Entah bermaksud apa tiada orang yang tahu, tapi jelas sekali kalau Ethan sedang membuktikan kalau princess Anyelir sudah menjadi miliknya seutuhnya. Sesekali Ethan menipiskan bibir saat melihat lirikan tajam yang diberikan oleh Ayah mertuanya, sepertinya pria itu belum mau menerima dirinya seutuhnya setelah apa yang pernah dia lakukan dimasa lalu.
Walaupun dirinya sudah menjelaskan sedetail mungkin dan sejujurnya, tapi sepertinya pria berdarah Albarack itu belum sepenuhnya percaya. Lord Erkan mengizinkannya menikahi Anyelir hanya karena terlalu menyayangi putri semata wayangnya, bukan alih alih menerima dirinya dengan lapang dada sebagai menantu.
"Jadi, pria itu sudah merencanakan pesta pernikahan mewah dan megah di istana Al-Faruq?" Tanya Jiddi Elvier.
Anyelir mengangguk pelan, di terlihat tidak berminat sama sekali untuk membicarakan hal ini. Peduli setan dengan pesta pernikahan itu, kalaupun bisa sekarang pun dirinya siap untuk menemui Erlan dan mengatakan kalau dia tidak sudi menikah dengan bajingan sepertinya.
Bekas pula!
Anyelir yakin Erlan dan wanita selingkuhannya itu sudah sering melakukan hal hal yang menjijikkan untuk diingat. Entah mulai sejak kapan, bersyukur dirinya tahu sebelum terlambat dan pada akhirnya mendapatkan sesuatu yang dia inginkan selama ini.
Ya, pria yang saat ini sedang memeluknya posesif ini adalah salah satu dari sekian banyak keinginan yang akan Anyelir wujudkan.
"Kita datang seperti biasa. Jangan tunjukkan apapun sebelum semua orang berkumpul di pesta itu, ulur waktu agar Anyelir datang terlambat. Aku serahkan itu padamu, Menantu. Jangan lupa bongkar semua bukti yang kau miliki di pesta itu nanti, aku harap kau tidak lagi mengecewakannya!" Setelah mengatakan itu Lord Erkan bangkit, dia mengulurkan tangannya pada sang istri lalu membawa wanita bermanik mata biru itu pergi.
Sementara Ethan sendiri memilih untuk diam, mengangguk tanpa bersuara, menyanggupi semua perintah Ayah mertuanya. Dia akan membuktikan kalau tidak akan pernah lagi mengecewakan Anyelir.
__ADS_1
"Aunty Liara mana?" Anyelir yang baru saja menyadari kalau tante kesayangannya tidak ada disana segera menegakkan tubuhnya, matanya mengedar liar kesetiap penjuru istana.
"Aunty dan Uncle mu sedang pergi ke apartemen Tiger. Biasalah, anak itu kembali membuat ulah, mungkin dia menyesal karena tidak bisa mencegah gadis itu pergi. Bahkan Tiger sampai tidak tahu kalau Camelia sudah meninggalkan Dubai, bukan hanya itu kami pun tidak tahu kalau Camelia sudah pulang ke Indonesia. Tiger memang keterlaluan, bisa bisanya dia-,"
"Sudah tidak apa apa. Aku yakin dia melakukan itu dalam keadaan tidak sadar kemarin, gadis yang malang. Jiddah harap Tiger akan menemukan tempat tinggal Camelia dan bertanggungjawab dengan semua yang dia lakukan padanya!" Yasmine menyela cepat, wajahnya terlihat sendu kala mengingat gadis cantik bermata bulat yang sudah disayanginya itu.
Sayang, akibat perlakuan Cucu kesayangannya yang melewati batas membuat sang gadis memilih pergi bahkan tanpa pamit pada mereka. Barang barangnya yang ada di istana ini pun tidak ada yang dia bawa, hampir dua bulan ini Tiger terlihat seperti orang yang kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya.
Lionel pun belum bisa menemukan tempat tinggal Camelia, pihak sekolah hanya memberikan alamat lama sementara Camelia sendiri sudah tidak ada di kampungnya, menurut orang yang dia bayar untuk mencari keberadaan sang gadis Camelia beserta keluarganya pindah karena Abangnya dimutasi ke perkebunan lain. Semoga saja informasi itu tidak akurat dan Camelia masih berada disekitaran daerah tersebut.
Malang sekali anak singa satu ini, sini peluk.
Cucunya benar-benar butuh pawang, pawang macan!
Bahkan Alkohol yang tidak pernah disentuhnya tergeletak disetiap sudut apartemen kala dirinya dan Dahliara masuk beberapa hari yang lalu. Perasaan yang terpendam memang sering kali membuat orang tidak waras, mungkin itu yang kini terjadi pada sang cucu.
π
π
π
__ADS_1
Anyelir sudah bersiap didepan cermin, wajahnya terlihat cantik dengan polesan make up para MUA yang diundang oleh Permaisuri Ocean. Hari ini adalah hari terakhir dirinya di kediaman Albarack, dia harus kembali ke istana Al-Faruq karena besok pernikahan yang sudah direncanakan agar digelar.
"Kau yakin akan kembali kesana?" Tanya Ethan yang sudah berada dibelakang tubuh Anyelir.
Pria itu menenggelamkan wajahnya di potongan leher sang istri, menghirup wangi bunga yang selalu menguar dari tubuh Anyelir.
"Ya, mau bagaimana lagi. Aku memang harus segera kembali bukan," Sahutnya malas.
Jujur dia tidak ingin meninggalkan kediamannya, Anyelir tidak lagi peduli dengan semua yang sedang pria bajingan itu rencanakan. Pernikahan, pesta meriah, mewah, megah, persetan dengan semua itu!
"Aku akan kembali nanti malam. Kau ingat apa pesanku bukan?"
Anyelir mengangguk pelan, dia mengusap lembut lengan Ethan yang melingkar di perut ratanya. Satu tangannya terulur naik mengusap wajah pria yang sudah resmi menjadi suaminya secara agama dan negara tersebut. Anyelir bahkan tidak tahu kapan Ethan meresmikan pernikahan mereka.
"Aku harus segera masuk kedalam kamar tanpa harus menemui pria itu." Sahutnya malas.
Tapi tidak dengan Ethan pria itu tertawa kecil sebelum memberikan kecupan di wajah Anyelir serta bibirnya, dia tidak akan membiarkan wanitanya ini keluar dari kamar dengan selamat.
JAN MAEN GELAP GELAPAN BANGπ
__ADS_1