Affair With Prince Bastard

Affair With Prince Bastard
Siang Pertama


__ADS_3

Pesta pernikahan antara Erlan dan Anyelir tinggal hitungan hari. Istana Al-Faruq terlihat sibuk, para pelayan ikut membantu menghias istana dengan sedemikian rupa, khas sekali dengan suasana pernikahan ala princess disney.


Erlan yang tidak jauh dari lokasi terlihat menipiskan bibir, tersenyum penuh kepuasan karena bisa mewujudkan pesta pernikahan yang diinginkan oleh mempelai pengantin wanitanya.


"Aku tidak menyangka kau akan melakukan semua ini demi gadis bodoh itu!" Tukas seseorang dari arah belakangnya, suaranya terdengar sangat sinis dan tidak senang.


Erlan mengabaikan, dia lebih memilih menikmati suasana hatinya yang sedang merasa bahagia, walaupun kebahagiaannya saat ini sedikit terganggu dengan kehadiran wanita yang menjadi simpanannya selama hampir 5 tahun ini.


"Jangan membuat suasana hatiku yang sedang bahagia ini hancur karena kedatanganmu, Margaret. Aku tidak meminta mu untuk kemari, jadi menjauhlah!" Pungkas sang putra mahkota Al-Faruq dingin.


Dia bahkan enggan menatap pada wanita yang sering memuaskan ranjangnya tersebut, ada rasa tidak nyaman ketika Margareta di dekatnya tidak seperti biasanya. Erlan juga merasa heran, kenapa dirinya menjadi tidak berselera pada wanita cantik yang saat ini tengah tajam kearahnya. Setelah menyadari perasaannya yang sebenarnya pada Princess Anyelir, ketertarikannya pada Margareta perlahan hilang berganti rasa bosan dan tidak nyaman.


Benarkah?


Lalu apa jadinya kalau Sang Putra Mahkota Al-Faruq mengetahui Affair antara Margareta dan Ayah kandungnya sendiri di belakangnya? Apa kadar bosan dan tidak nyaman yang Erlan rasakan akan berubah menjadi kebencian, atau malah bersyukur karena bisa terbebas dari jeratan wanita ular tersebut.


"Kau berubah, Yang Mulia. Bahkan akhir akhir ini kau tidak pernah mengunjungi ku, apa kau tidak tahu kalau aku begitu kesepian. Aku sangat merindukanmu, aku ingin kau menyen-,"


"Hentikan omong kosong mu! Aku harap kau menjaga mulut mu itu kalau tidak ingin lidahmu terpotong!" Desis Erlan tajam, tatapannya penuh dengan peringatan. Rahangnya mengetat, bisa dilihat betapa marahnya pria ini pada wanita simpanannya.

__ADS_1


Atau mungkin on the way akan menjadi mantan simpanan!


Dengan kasar Erlan menepis tangan mulus sang selir, lalu melenggang pergi meninggalkan Margareta yang terdiam dengan wajah merah padam. Tangannya terkepal, dia berusaha menahan emosinya agar tidak meledak di tempat yang salah.


"Sialan!" Umpat nya.


Di tempat berbeda, disaat Erlan dan wanita simpanannya dilanda perang Dingin justru saat ini Anyelir sang calon pengantin dari putra mahkota Al-Faruq tersebut tengah merasakan terbakar saat seseorang terus saja menggodanya.


Anyelir yang tengah tertelungkup di atas tempat tidur siang ini terlihat pasrah ketika Ethan memijat punggungnya dengan cukup profesional. Tangan besar berotot pria itu berada pada jalur yang tepat, tidak memilih jalan pintas walaupun sesekali gerakannya menabrak gunung berapi yang terkubur di bawah tubuh istrinya.


"Kebawah lagi," Pintar Anyelir dengan mata terpejam, suaranya pun nyaris hilang karena terlalu menikmati apa yang sedang dilakukan oleh suaminya.


Mata Anyelir yang tadinya terpejam seketika terbuka, bahkan tanpa sadar dia bangkit tidak peduli dengan keadaan tubuhnya yang polos tanpa memakai sehelai benang pun.


Sang Princess membalikan tubuh polosnya menghadap pada Ethan yang terperangah, bahkan tangannya yang tadinya tengah sibuk memijat tubuh sang istri terlihat melayang di udara. Jakunnya naik turun, matanya sayu tapi penuh gairah yang belum tertuntaskan.


"Lima hari lagi. Aku harus bagaimana?" Cetus Anyelir panik.


Dia gelisah setengah mati, berulang kali meraup wajahnya sendiri tanpa peduli dengan pria yang saat ini sedang menatap layaknya mangsa.

__ADS_1


"Bagaimana ini apa yang harus aku-,"


Ucapan Anyelir terhenti saat Ethan tiba-tiba saja menubruk tubuhnya hingga terjungkal kebelakang dengan posisi terlentang, kedua tangannya sudah dicekal erat dan diletakkan diatas kepalanya.


Dada polosnya naik turun membuat Ethan mati matian menelan salivanya susah payah, dia mulai terangsang, tergoda oleh pesona sang princess yang selalu gagal saat ingin mencobanya. Dan sekarang Ethan tidak akan melepaskan kesempatan yang sempat tertunda beberapa episode.


Seringainya terlihat, dengan perlahan namun pasti Ethan mendekat pada Anyelir yang sudah pasrah dibawah kukungannya.


"Mari kita lupakan sejenak masalah pernikahan sialan yang sedang bajingan itu rencanakan. Aku ingin kau fokus hanya padaku, kita akan menikmati siang ini dengan bergelora. Apa kau sudah siap, Sayang?" Bisik Ethan seduktif.


Anyelir yang tidak bisa berkutik hanya bisa menahan senyuman, dengan nakal dia mengangguk lalu sedikit menegakan kepalanya lalu memberikan kecupan di bibir Ethan dengan lembut, sebelum dia kembali merebahkan diri dan memasrahkan tubuhnya untuk Ethan kuasi sepenuhnya.


"Apapun yang ingin kau lakukan padaku, lakukan saja. Jangan menahannya, Pangeran." Balas Anyelir tidak kalah nakal.


Keduanya tersenyum penuh bahagia, sebelum bibir saling bertemu dan saling memagut, melampiaskan segala hasrat yang terpendam bahkan terpenting beberapa episode gara-gara authornya yang julid dan iri😤.


Entah siapa yang melepaskannya, saat ini Ethan pun sudah tidak memakai sehelai benang ditubuhnya. Mereka bergelut di bawah selimut tebal, menambah kesan panas membara siang pertama yang akan mereka nikmati.


__ADS_1


PANAS BANG😤😤🙈


__ADS_2