Affair With Prince Bastard

Affair With Prince Bastard
Gusar


__ADS_3

Anyelir menelungkup kan wajahnya di atas meja, beralaskan buku yang baru saja selesai dia baca. Buku yang tebalnya hampir menyamai kamus bahasa Inggris, tebal benda itu sudah sama tebalnya dengan muka para pelakor.


Menjengkelkan! Untuk apa Erlan memberikan buku ini padanya tadi pagi dan mengharuskan dirinya membaca serta memahami apa yang ada di dalamnya hingga benar benar paham. Baru beberapa lembar dia membacanya saja rasanya sudah mual, apa memang seperti ini kalau menjadi pendamping seorang Putra Mahkota keluarga bangsawan? Apa Sheena Mommy juga mengalami ini saat hendak menikah dengan sang Daddy? Apa Jiddah Yasmine menyuruh Mommy Nya membaca layaknya orang bodoh yang tidak tahu apa apa?!


Haaahhh!


Anyelir rasanya ingin berteriak sekarang. Raut wajahnya sudah tidak enak di pandang, padahal ini masih terlalu pagi untuk membuat moodnya buruk. Terlebih orang yang menyuruh nya melakukan hal yang membosankan ini hilang lagi entah kemana seperti kemarin.


Dia bangkit, dirinya terlalu lelah untuk menatap setiap kata yang ada di dalam buku peraturan keluarga Al Faruq yang Erlan berikan. Kalau di terus kan kemungkinan besar dirinya akan mimisan, katarak, rabun bahkan mungkin tidak sadarkan diri.


Putra Mahkota memang benar benar menyebalka! Sudah jarang memperhatikannya karena sibuk, sekarang malah memberikan tugas yang membuat matanya sakit. Beruntung hari ini tidak ada pelayan resek yang selalu mengikuti nya kemana pun seperti hari hari kemarin, mungkin dia sedang di beri tugas ke tempat lain. Atau sedang mendapatkan cuti kerja? Anyelir tidak peduli, yang terpenting adalah hari ini dia bebas.


Kedua kaki berbalut heels rendah berbahan kristal itu melangkah santai, menyusuri setiap ubin mahal di dalam istana Al Faruq. Tujuan Anyelir saat ini adalah dapur istana, jujur sedari tadi dirinya menahan lapar, kudapan kecil yang di siapkan oleh pelayanan tidak mampu membuat perut nya kenyang. Dan sekarang dia menginginkan lebih dari sekedar kudapan tadi.


"Aku ingin bertemu dengan Ethan! Bisakah kau menyingkir dan membiarkan ku masuk, dasar pelayan! ETHAAANNN PELAYAN INI TIDAK MEMBIARKAN AKU MASUK!"


Suara keributan dari arah luar istana membuat rasa lapar sang princess teralihkan. Dahinya mengernyit saat kedua mata birunya menangkap seorang wanita berambut pirang yang tengah bersitegang dengan dua orang pelayan wanita dan satu penjaga lewat jendela kaca istana.


Anyelir belum memberikan respon apa pun, dia masih melihat dan memperhatikan keributan yang di buat oleh wanita berambut blonde tersebut.

__ADS_1


Siapa wanita itu? Kenapa dia meneriakan nama Ethan? Dan kemana para penghuni istana ini? Tuan Al Faruq, permaisuri, Helena dan anggota keluarga Al Faruq yang lainnya. Kenapa istana ini terlihat kosong, seperti tidak ada penghuninya kecuali dirinya dan para pelayan.


"Ku jual baru tahu rasa!" gumam Anyelir gemas.


Sang Princess memilih untuk mengabaikan rasa laparnya dan bergegas menghampiri keributan diluar. Namun sayang, belum sempat dia sampai wanita berambut blonde itu sudah berhasil menerobos masuk dan berteriak kencang memanggil Ethan.


"ETHAAAN, DARLINGGGG!"


Kedua mata Anyelir membulat mendengar teriakan wanita yang berpakaian kurang ukuran itu. Sempit disana sini, terlebih di area dada yang terlihat hampir keluar semuanya karena tidak tertutup dengan benar.


Ada hubungan apa wanita ini dengan Ethan?


"ETHAANN, KENAPA KAU MENING-,"


"Hentikan teriakan mu, ini bukan hutan!"


Teriakan wanita itu terhenti saat Ethan datang. Penampilan pria itu jauh dari kata rapih, keringat mengucur di dahi serta lehernya, napas nya masih terengah, kaos abu abu tanpa lengan yang dipakainya terlihat basah, mencetak di tubuh sexy dan kekar miliknya.


Anyelir bahkan tidak mampu berkedip untuk sekian detik kala melihatnya, namun dia berusaha mengendalikan mata murahannya dengan menatap ke arah lain. Tapi sial, ternyata dirinya masih bisa melihat Ethan lewat cermin kecil yang terpasang di sepanjang ruangan istana ini hingga lorong, entah ini anugrah atau musibah.

__ADS_1


"Darling, kenapa kau baru menyambutku? Lihat, para pelayan rendahan itu tidak mengizinkan aku masuk, mereka menahan ku di-,"


"Ikut aku!"


Ethan dengan tidak sabar menarik lengan wanita asing itu dan membawanya entah kemana. Langkah keduanya terlihat cukup tergesa seakan tidak sabaran, bahkan kaki sang wanita yang Ethan bawa tidak mampu berjalan dengan baik hingga beberapa kali tersandung, namun itu tidak membuat senyuman nakal di bibir merahnya luntur.


Dan semua interaksi antara keduanya tidak luput dari mata biru milik Anyelir. Sang Princess menatap tidak berkedip pada Ethan dan si blonde, kepergian mereka meninggalkan banyak tanda tanya di dalam otak serta hatinya.


Apa karena ini Pangeran Ethan tidak mau menerima pernyataan cintanya dulu? Sang Pangeran lebih menyukai gadis berambut blonde dan berwajah bule dengan kulit coklat. Anyelir menelisik dirinya sendiri, helaan napas nya terdengar kasar. Penampilan serta keadaan dirinya jauh dari tipe ideal seorang Ethan Al Faruq, pantas saja pria itu menolak cintanya dulu.


"Harus nya dulu kau banyak berjemur agar kulitmu tidak sepucat vampir, Anye!" Gumamnya pada diri sendiri.



ANJAY BERBULU NYE🤣🤣🤣🙈🙈🙈



DIA SUKA SUSU COKLAT BUKAN SUSU PUTIH🥲🥲🥲🥲

__ADS_1


__ADS_2