
Lalu Kepala Desa melanjutkan penjelasannya, Berdasarkan pengalaman mu itu aku sebagai Orang tua meminta tolong kepadamu untuk berangkat ke Palembang bersama tim SAR Makassar kata Pak Kepala Desa.
Segala biaya perjalanan dan akomodasi mu selama di sana tak usah kau pikirkan sambung Pak Kepala Desa.
Burhan tampak berfikir sejenak, berapa ketinggian Gunung Dempo ini Pak tanya Burhan.Perkenalkan Ini Pak Budi tim SAR yang akan menjawab pertanyaan mu itu.
Ketinggian Gunung Dempo ini 3175 mdpl, track pendakian di musim hujan cukup merepotkan dan menjadi tantangan tersendiri bagi para pendaki. Jelas Pak Budi .
Baik Pak jawab Burhan yang mendengar sekilas penjelasan Pak Budi ini merasa cukup dan tidak bertanya kepada Kepala Desa lagi
Pak Andi apa saya bisa membawa satu orang lagi untuk membantu ku disana tanya Burhan. Pak Kepala Desa balik bertanya kepada Burhan, Siapa yang akan mendampingi mu Burhan, Yudi Pak kebetulan dia selalu ikut bersama ku dalam penyelamatan, jadi total 2 orang sisanya Pak Kepala Desa yang atur bersama tim SAR jawab Burhan.
Baik jawab Kepala Desa, "baiknya kalian mempersiapkan diri segera karena pesawat jam 4 subuh penerbangan pertama jam 2 malam ini aku yang akan mengantarmu ke Bandara Sultan Hasanuddin".
Burhan menghabiskan Kopinya, Baik Pak kalau begitu saya permisi dulu untuk packing kata Burhan.
Burhan tak langsung menuju rumahnya dia membelokkan motornya ke arah rumah Yudi, Assalamualikum tok...tok...tok..
Walaikumsalam...."Ehh nak Burhan mari masuk, silahkan duduk ujar Bapaknya Yudi ini ramah. Ada apa nak Burhan udah lama kamu ngak main kesini lagi kata Pak Santoso, Begini pak saya ada perlu sama Yudi" Burhan lalu menceritakan detail semua apa maksud dan tujuannya.
Ma... tolong kamu panggilkan Yudi kesini .Yudi yang berada di kamarnya sambil memandangi wajah Siska di kamarnya sambil senyum sendiri...dikagetkan suara panggilan Mamanya....Yud lekas buka pintunya teriak Mamanya Yudi.
Ada Ma tanya Yudi, itu di ruang tamu ada Burhan, Yudi yang mendengar nama Burhan pun langsung turun ke bawah menemui Burhan.
__ADS_1
Hai.... Bro tumben elo main kesini, tanya Yudi....lalu Papanya Yudi menjelaskan singkat kepada Yudi, dan Yudi tanpa menolak menyatakan kesiapannya, Apa papa mengizinkan saya berangkat bersama Burhan. Iya kamu harus membantu Kepala Desa kasihan anaknya itu belum di ketemukan.
Ini kan misi kemanusian.... apalagi Kepala Desa banyak membantu kemajuan Desa kita ini kamu siapkan kebutuhan selama kamu disana.....Mamanya Yudi Bu Shinta yang mendengar ini tampak resah, Yudi yang memahami kekawatiran seorang mama lalu memeluknya, Doakan Yudi yah Ma....
Iya Tante kami berangkat bersama tim SAR Makassar ke Palembangnya Burhan pun mencoba meyakinkan Mamanya Yudi. Om...Tante aku permisi dulu, Oh iya Yud kamu tunggu aku jemput jam 1 malam nanti pake mobilnya Kepala Desa kata Burhan singkat.
Burhan pun keluar di antar Yudi dan Papanya....hati- hati nak Burhan kata Pak Santoso, Iya Om....Pak Santoso merasa bangga apa yang akan di lakukan Burhan dan anaknya tak semua orang memiliki jiwa penolong, apalagi ini perjalanan berisiko yang akan di lalui anaknya juga.....
Yudi kamu yakin mau ikut berangkat Nak sambil dipeluk Yudi....Insya Allah ma kita sebagai Hamba Allah harus saling tolong menolong Ma....Yudi mengusap air mata mamanya itu.
Yudi mengambil Tas Gunungnya yang pernah dia beli bersama Burhan dan Eko dulu....Tas Alpina ini sangat kuat membawa beban 80 liter di punggungnya.
Burhan yang melaju cukup cepat karena dia meninggalkan rumah Yudi pukul 20.10 .....malam.
Ibunya Burhan yang mendengar anaknya akan berangkat pun terlihat sedih, "Apa tidak ada selain kamu nak tanya Ibunya....lirih. Ada Bu..... jawab Burhan Tim SAR yang berangkat tapi Pak Kepala Desa meminta bantuanku, Yudi juga akan ikut serta dalam perjalanan ini jelas Burhan.
Bu aku mau siap-siap dulu nanti jam 1 malam, Pak Lurah menjemput aku dan Yudi di rumahnya. Ayahnya Burhan hanya diam saja sedari tadi, karena dia sebenarnya sudah di minta duluan sama sahabatnya Andi Rasyid, Iya mereka adalah teman sekolah sejak SD dan SMP hanya saja Andi waktu itu melanjutkan sekolahnya di Makassar.
Terdengar suara ketukkan dari luar rumah Burhan, Assalamualaikum beberapa kali lalu Ayahnya Burhan membukakan pintu Walaikumsalam....Kamu Eko mari masuk nak....cari Burhan kan tebak Ayahnya Burhan...Ehh iya Om jawab Eko sambil senyum semanis mungkin malah membuat Ayahnya Burhan tersenyum karena Eko tersenyum matanya yang agak sipit itu tak terlihat lagi......
Kamu masuk aja ke kamarnya dia, lalu Eko di antar Ayah Burhan masuk ke kamarnya Burhan...."Lho kamu mau kemana packing ransel mu bingung Eko, Burhan yang mendengar suara Eko pun yang sibuk memasukan pakaian dan alat pendakiannya menoleh Wooiii Bro....sorry kamu duduk aja dulu.
Sambil memasukan Sleeping Bag dan Nesting, Parapin serta berbagai kebutuhan lainnya.
__ADS_1
Lalu Burhan meminta tolong kepada Eko, Ko tolong belikan aku Indomie serta Korek Api 2 buah sama Minyak Cap Tawon Botol sedang di warung depan rumah.
Lalu Burhan mengeluarkan beberapa lembar uang kertas....sisanya buat kamu Ko kata Burhan.Eko langsung senyum Pepsoden...Siaap katanya.
Lumayan lebihnya ada 35 ribu senang Eko...lalu ia masuk kembali kerumah Burhan.
Eko yang penasaran dari tadi pun bertanya kepada Burhan, kamu emangnya mau kemana sih Burhan, Burhan yang sudah selesai memasukkan keperluannya itu duduk didepan Eko " Begini Ko sambil menarik nafas banyak Burhan mulai menjelaskan persiapan dan tujuan Burhan ini....Eko manggut tanda mengerti."
Kamu kok ngajak Yudi aja Burhan, kok ngak ajak aku juga...."Ko kalau medan Gunung Bawakaraeng ini sudah sering kita lalui, tapi Gunung Dempo karakternya berbeda tracknya banyak tantangan harus di lalui.
Gitu yah....lalu kamu kapan berangkatnya tanya Eko...Nanti jam 1 malam ini Kepala Desa datang menjemput...."Apa kamu mau ikut mengantar Ko, Eko langsung manut-manut kayak burung pelatuk".
Burhan kamu ajak Eko makan malam dulu, Ayah mu nanti sama Ibu saja.
Baik Bu...jawab Burhan.Ayo Ko kita makan dulu kata Burhan...Eko yang cepat tanggap ini langsung berdiri menyusul Burhan keluar dari kamarnya.
Sambil makan Burhan berkata pada Eko, 'Ko nanti tolong kamu ke rumahnya Kak Masitoh kasih tahu dia bahwa aku ke Palembang, aku tidak sempat pamitan ke Laela...."
Kamu pake motor ku saja, sekalian kamu antar Hafsah ke sekolah setiap pagi dan sorenya kamu jemput. Uang bensin nanti Ibu yang kasih, kamu makan siang disini aja Ko selepas jemput Hafsah.
Tenang aja Bro serahkan tugas itu padaku sambil menambah nasi di piringnya itu.
#Bersambung#
__ADS_1