Air Mata Terakhir

Air Mata Terakhir
Bertemu Eko


__ADS_3

...****************...


Ella yang memerintahkan Alvin untuk menculik Gita. Sudah beberapa hari ini tak muncul, Alvin yang melarikan diri sejak kejadian hanya mampu menyelamatkan 2 orang anggotanya saat dia ingin kabur.


Hujan malam itu sangat deras Alvin memasuki rumah Ella basah kuyup." "Dari mana saja kau Alvin beberapa tidak ada kabar"tanya Ella dengan ekpresi marah.


"Maaf Boss, aku tidak berhasil menculik Gita, dia memiliki seorang teman yang mengalahkan ketiga anak buahku, dia sangat tangguh" lapor Alvin. "Aku tak mau dengar alasan mu Alvin, kalau gagal yah gagal saja, kalian tidak becus, aku sudah membayar kalian mahal" hardik Ella. Alvin hanya menundukkan muka. "Tapi Bos saya telah menembak pria yang bersama Gita" kata Alvin. "Bagus itu akan membuat Gita tidak tenang". ucap Ella.


Aku akan membuat hidupmu tidak tenang Gita, selama kau tidak menyerahkan perusahaan tambang itu padaku" gumam Ella. Matanya memancarkan dendam.


Ella adalah adik almarhum Ronald, dia merasa Gita telah membunuh Ronald secara sengaja, hingga mengambil alih dua perusahaan tambang Kakaknya Ronald. Ambisi Ella menculik Gita adalah untuk mengambil alih perusahaan tersebut, Ella menghalalkan segala cara, dia tak rela harta Kakaknya berpindah ke Gita.


Alvin sewa orang yang lebih tangguh dan kuat, seleksi ketat mereka. Aku akan membayar 50% dulu, setelah pekerjaan kalian selesai, aku akan melunasinya, buat hidup Gita tidak nyaman" kata Ella. " Siap Bos" jawab Alvin.


Burhan dan Yudi telah tiba di Bandara Soekarno Hatta. Taxi Pak....Burhan dan Yudi masuk kedalam Taxi. " Tujuanya mau kemana Pak" tanya Sopir Taxi, " Rumah Sakit Medika Sunter Pak" jawab Burhan.


Wenda yang masih ada di ruang rawat VVIP itu belum beranjak dia masih setia menemani Gita disana. Apalagi ini malam minggu toh dia juga masih single dan awet menjombloh.

__ADS_1


Tok...tok..Burhan membuka pintu kamar tempat Eko di rawat. "Burhan kalian sudah datang rupanya" ucap Gita tersenyum. Wenda yany melihat Burhan dan Yudi datang. Ganteng-ganteng banget, Bos banyak stock cowok kayak beginian kok ngak pernah cerita sama aku" kata Wenda dalam hati.


"Burhan, Yudi kenalkan ini Sekretaris Wenda"kata Gita. Mereka bertiga berkenalan. Burhan dan Yudi melihat kondisi Eko begitu prihatin, sorot matanya yang dingin dan tajam. Gita msrasakan amarah Burhan dari sorot matanya. Yudi mengenggam kepalan tangannya dengan keras.


Tubuh tegap dan tinggi yang hanpir sama dengan Eko, membuat tatapan Wenda tak lepas dari keduanya. "Wenda kamu carikan Hotel dulu buat mereka beristirahat. Besok hari libur tolong kamu carikan Apartemen buat mereka berdua, besok aku hitung lembur" kata Gita..." Ngak usah hitung lembur Bos kebetulan juga besok aku tak memiliki kegiatan lain" jawab Wenda. Wenda senang bukan main karena akan di temani dua cowok tampan dan macho ini. "Ngak dibayar tidak masalah, jangan kan besok tiap hari juga ngak masalah" gumam Wenda.


Eko membuka matanya pelan, melihat Burhan dan Yudi berdiri di samping ranjangnya, seketik dia hendak bangun. Tapi rasa nyeri di dada membuat dia meringis sakit.


" Mas kamu jangan banyak gerak dulu" kata Gita. Eko bersemangat dan senang sekali, dua sahabatnya ini datang menjenguknya". "Kalian dari tadi yah, kapan datangnya" tanya Eko senang. " Kami baru saja tiba Bro" jawab Yudi." Gimana keadaanmu, apa sudah agak baikkan" tanya Yudi. "Ini sudah agak mendingan daripada tadi kepala pusing" jawab Eko. "Ooh mungkin itu efek habis operasi" kata Burhan.


Gita mengamati dialog ketiganya, tersenyum Eko sudah bisa bercanda sama sahabatnya itu.Wenda melihat ketiganya sangat akrab dengan candaan itu berharap salah satu dari Burhan dan Yudi bisa menjadi kekasihnya.


Setelah mengobrol cukup lama, Eko meminta makan perutnya terasa lapar. "Sayang aku laper" kata Eko Burhan dan Yudi saling memandang heran mendengar Eko memanggil Gita sayang.Gita menyadari kebingungan dua sahabat kekasihnya itu hanya diam, biar waktu yang akan menjelaskan kepada mereka, Gita tidak mungkin menceritakan hubungan pribadinya di depan Wenda. ' Ini ada Hokben, Wenda bawahkan" kata Gita. Gita membuka kan makanan siap saji itu, lalu dia menyuapi Eko. Burhan dan Yudi terheran-heran melihat Gita dan Eko, kadang Gita mencicipi sedikit makana siap saja itu. "Apa sudah sejauh ini hubungan mereka" batin Burhan berkata. Waah manja nya Mas Eko ndut" ledek Yudi." Wajarlah Yud dia kan lagi sakit" bela Gita sambil tersenyum."Mumpung sakit bisa di suapin" jawab Eko." Kalau ngak sakit juga bisa kok kalau Mas Eko mau di suapin" kata Gita dengan senyum termanisnya.


Mereka yang ada disana merasa keduanya masih bucin-bucinnya. Mereka bertiga saling melihat lalu Burhan dan Eko memberi kode ke Wenda. " Bu Bos ini sudah jam 10 malam baiknya saya antar mereka ke Hotel untuk beristirahat.


"Wenda sekalian ajak mereka makan yah" pintah Gita. "Yudi paling suka bubur ayam" kata Eko. "Beneran aja Ko, malem-malem begjni makan bubur ayam, emangnya aku lagi sakit" protes Yudi ....Eko terbatuk-batuk berhasil membuat Yudi kesal."Mas jangan bercanda dulu kan jadinya batuk-batuk gitu deh" suara manja Gita.

__ADS_1


Mereka sudah tidak tahan mendengar itu, dan menjadi obat nyamuk. "Ayo Mas kita ke Hotel sekarang" kata Wenda. " Bro kami ke Hotel dulu yah, besok kita kumpul lagi" kata Burhan. Eko yang mulutnya penuh nasi hanya mengangkat jempolnya Oke.


Waaah tadi kita bertiga kayak habis nonton drama korea, aku ngak kuat lama-lama disana, untung kalian datang kata Wenda. " Emangnya kenapa Mba, kok ngak kuat" tanya Yudi. "Secara aku ini kan masih jomblo" jawab Wenda tidak sadar. Wenda yang baru menyadari keceplosan bicara, merasa bodoh kenapa dia mengungkapkan status kepada Burhan dan Yudi, ingin lompat dari mobil rasanya.


Burhan dan Yudi saling melirik lalu dan tak menanggapi Wenda.


Mas itu mobil ku, ayo kita cari makan dulu.Setelah menemukan tempat makan yang nyaman dan enak, mereka menuju Hotel.


Wenda sengaja memilih Hotel Borobudur karena Hotel ini terletak di jantung Kota Jakarta


Dapat dicapai dengan berjalan kaki ke Katedral Jakarta, Masjid Istiqlal dan Stasiun Kereta Api gambir Hotel ini berjarak sekitar 30 kilometer dari Bandara Internasional Soekarno Hatta kurang dari satu kilometer dari Kedutaan Amerika Serikat serta Istana Negara dan 5 kilometer dari Museum Bahari dan Museum Fatahilah, dan 60 kilometer dari Kebu Raya Bogor.


Setelah check in di resepsionis, Wenda menyerahkan room card kepada Burhan. "Ini room cardnya" kata Wenda, kalau begitu aku pamit dulu" kata Wenda kepada Burhan di sebelahnya, Lalu Wenda berpamitan dengan Yudi yang lagi di depan lobby Hotel Borobudur sambil merokok...."Mas Yudi aku pulang dulu yah "Kirain nginep di Hotel ini juga" kata Yudi asal ngomong. "Mas Yudi mau aku nginep disini sama Mas Yudi" bisik Wenda pelan di telinga Yudi. Yudi yang melihat tubuh Wenda yang asoy geboy kayak gitar Spanyol jadi lupa sama Burhan. "Aku hanya bercanda " jawab Yudi " Serius juga ngak apa-apa Mas" tantang Wenda. Wenda yang terbiasa dengan gaya hidup metropolitan hal seperti itu memiliki kebebasan bertindak, dia juga sudah ngak virgin akibat pergaulan bebas.


...****************...


#Bersambung#

__ADS_1


__ADS_2