
"Sayang nasi gorengnya enak banget nih,ucap Eko." Kamu mau nambah Mas, pesan aja lagi".kata Gita.
"Ngak usah sayang nasinya lumayan banyak kok"jawab Eko. Mereka makan di dalam mobil hingga selesai, suara kaca mobil di gedor-gedor oleh 2 lelaki dari luar....turun... loh teriak mereka berdua, Eko tidak mau kaca mobil pecah karena ulah mereka.
Eko membuka kaca mobilnya...." bang salah saya apa, kenapa kaca mobil di getok keras, entar pecah bang ....."Elo harus bayar pajek kalau mau keluar dari sinii" kata preman itu." Kan saya udah bayar parkiran bang tadi" jawab Eko. " Elo ngak tahu, gue yang pegang sini" teriak preman itu lagi.
Gita mulai ketakutan, "Mas kasih aja uang" ucap Gita pelan.......
"Nah cewek elo pinter, cepat bayar gua, ngak usah banyak bacot" teriak preman itu di dekat setir Eko. Eko mencium bau minuman di mulut preman itu." Bang jauhan dikit napa ngomongnya, mulut elo bau minuman' kata Eko. "Bangs*t loh ngatain mulut gua bau" teriak preman itu. Eko dipaksa di tarik keluar dari mobil...." Sayang cepat kamu kunci dari dalam, kalau terjadi apa-apa kamu pergi cepat dari sini" ucap Eko.
"Mas jangan keluar" teriak Gita, sambil berusaha menarik tangan Eko , tapi Eko sudah membuka pintu mobil.Dia mengerakan tangannya seperti mau olahraga. Gita hanya memandang dari balik kaca ketakutan.
Eko dengan tenang berdiri, para preman kaget juga melihat tubuh Eko yang tingginya lumayan di atas mereka rata-rata. Eko memasang kuda kuda tangannya mengembang seperti orang hendak menari. Para preman saling melirik lalu dua orang maju mengeroyok Eko.
Pukulan mengarah ke Eko dari kiri dan kanan, Eko menangkis keduanya dengan menurunkan sedikit badan menekuk lutut, Tangan dua preman itu merasakan kebas, Eko dengan cepat menurunkan kedua tangannya lalu memukul perut kedua preman itu tepat di ulu hati. Mereka mundur dua langkah ke belakang, sambil memegangi perut mereka,.
Bos preman yang masih duduk di atas motor tersenyum sinis melihat kedua anggotanya di hajar mundur." Kalian baru berhadapan sama bocah kemarin sore udah kayak gitu" hardik Bos preman.
__ADS_1
Panas telinga kedua preman itu di ejek oleh Bosnya sendiri. " Kurang ajar sih Bos bukannya bantuin malah ngeledek kita" guman preman 1, preman 2 juga merasa malu di depan orang banyak....
Mereka menyerbu bersamaan dengan menggunakan sebilah golok di tangan,sedangkan preman kedua menggunakan celurit , Eko melenting ke belakang menghindari dua senjata itu. Ia menarik ikat pinggang kulitnya sebagai senjata saat ini. Kulit yang lentur dan kepala gesper terbuat dari baja, Eko putar putar sedemikian rupa ke arah depan mengeluarkan suara angin menderu-deru.
Dua preman itu maju kembali menyerang, Eko melihat gerakan preman 2 terbuka sehingga, Eko menggerakan tubuh ke samping tangannya seolah akan memukul preman kedua dengan ikat pinggangnya, preman itu mencoba menangkis dengan belatinya.
Tapi dia tertipu, Kaki Eko menendang kaki preman 2 yang tak berdiri kokoh dengan sangat cepat, preman 2 terjatuh. Eko menendang muka preman dua dengan sangat keras, preman 2 tidak bergerak lagi....Eko yang merasakan angin dari arah belakangnya....melompat koprol ke depan mengenai tepat tumpukkan kayu, hampir saja punggungnya kena golok preman.
Preman 1 yang melihat temannya terkapar, marah dengan emosi menyerang Eko membabi buta. Eko yang telah berdiri kembali, memgarahkan ikat pinggangnya kedepan melilit tangan preman yang memegang golok.
Preman 1 mengeluarkan darah dari mulutnya lalu pingsan seketika. Bos preman turun dari motor ia berdiri tingginya hampir sama dengan Eko.
Boleh juga nih anak batin Bos Preman,..."Heiiy bocah elo gabung amah gua aja ,elo bakal dapat duit banyak....gue banyak pegang wilayah" kata Bos preman.Dia tak menyangka Eko dapat mengalahkan orang andalannya itu.
" Maaf Bang saya ngak bisa, saya juga ada kerjaan lain" jawab Eko datar. Tapi tiba-tiba terdengar suara sirine mobil polisi , Bos preman melompat ke motor meninggalkan anak buahnya. " Mau ngajak gua gabung, giliran polisi dateng, anak buah malah di tinggalin, dasar preman kunyuk" gumam Eko.
Orang-orang disana bertepuk tangan melihat Eko menghajar dua preman itu. Gita yang sejak tadi ketakutan dalam mobil segera keluar dan menghampiri Eko, Gita memeluk Eko...." Sayang baju dan badan aku kotor" kata Eko, " Biarin...aja" ucap Gita.
__ADS_1
Polisi datang menghampiri keduanya yang sedang berpelukkan, "Malam Pak....' kata polisi itu sambil melihat Eko melepas tubuh Gita .Eko yang baru akan membuka mulut penjual Nasi Goreng dan orang-orang yang masih ada disana berteriak "Pak Polisi yang salah noh menunjuk preman yang terkapar, mereka duluan pak yang malakin" teriak warga. Penjual itu juga ikut menerangkan kepada polisi bahwa mereka sering di minta setoran oleh preman preman ini.
"Baiklah kalau begitu, Bapak ikut saya kekantor untuk memberikan keterangan" polisi itu menatap Eko.
Pemilik Warung Nasi Goreng, maju...."Biar saya aja ke kantor Pak tadi saya yang melapor pak, saya akan memberikan keterangan, saya kan saksi dan korban juga disini' kata pemilik Warung itu. " Abang pulang aja istirahat, pasti abang capek tadi" ucap pemilik warung kepada Eko.
Eko menganggukan kepalanya dan senyum " Terima kasih Mas" kata Eko...." justru kami yang harus terima kasih Bang" jawab pemilik warung dengan tulus. Preman sering semena-mena meminta jatah, belum lagi setiap malam mereka minta bungkusan nasi untuk di bawah pulang. Eko pamit kepada pemilik warung dan Polisi.
Eko melangkah ke mobil , "Sayang baju kamu robek di bagian punggung" Kita singgah ke Mall aja sebentar beli baju" kata Gita.." Ngak usah sayang, kita langsung balik aja, badan ku gatel" jawab Eko.
Eko menyalahkan mobil meninggalkan kerumunan orang orang disana. Gita mengeluarkan air mineral yang ia habis minum lalu memberikannya ke Eko."Sayang minum dulu kamu pasti haus abis berantem tadi"kata Gita. Eko langsung meneguk air di botol minerap hingga tak tersisa. Gita melihat Eko menghabiskan air mineralnya sambil membayangkan perkelahian tadi Eko dengan gagah perkasa mengalahkan dua preman itu. Gita merasa terlindungi dengan kehadiran Eko dalam hidupnya, rasa sayang dan cintanya bertambah.....
Gita masuk membuka pintu, Eko duduk di sofa membuka baju melengkah ke kamar mandi....menyalahkan air hangat. Dia keluar mengenakan handuk .Gita yang menyiapkan P3K melihat baret merah dan luka goresan di punggung Eko, " Sini sayang duduk" pinta Gita....Eko duduk lalu Gita mengambil kapas dan betadine menempelkan ke luka goresan kecil di tubuh Eko. Eko meringis sakit...."Aiiisssh sakit sayang..." kata Eko .Lalu Gita pindah ke bagian bahu depan Eko. Gita tak tahu bau parfum yang di cium Eko membuat Eko berdesir, handuk Eko yang hanya terlilit terlepas saat Eko akan berdiri tongkat Eko berdiri keras.Terlihat jelas oleh Gita....Gita berteriak menutup mukanya dengan tangan, yang mana jari-jari itu tidak terlalu rapat sehingga Gita masih melihat tongkat Ali, "Gede banget" gumam Gita. Eko segera menarik handuk dan berlari ke kamar memakai pakaiannya.....mukanya merah menahan malu." Sontoloyo junior ngak bisa di ajak kompromi, bikin malu malu aja".
...****************...
#Bersambung#
__ADS_1