
Pada saat Take off kecepatan Pesawat 120-200 Knot atau 220-360 Km dengan daya tekanan sayap mendorong ke bawah...... pesawat dapat terangkat dengan kecepatan 30-35 detik untuk melewati Runway di rasakan keduanya daya dorong pesawat itu, membuat jantung mereka lebih kencang......Burhan dan Yudi berdoa sampai pesawat dalam keadaan tenang.
Mbah Gita yang mudah bergaul dengan Burhan serta Yudi mereka memperkenal diri masing-masing.... setelah pesawat menyalahkan lampu menandakan bahwa pesawat dalam posisi penerbangan normal dan telah melewati masa lift.
Maklum penerbangan yang menjenuhkan ini memakan waktu 2 jam perjalanan dan selisih waktu antara Makasaar dan Jakarta 60 menit. Gita yang biasa bolak balik naik pesawat ini mencari teman memulai dengan obrolan ringan agar waktu tak terasa jenuh.....
Kenalkan saya Gita, " Burhan yang mendengar suara Gita memperkenalkan dirinya....pun menjawab ". "Saya Burhan Kak dan disebelah saya Yudi,".............."Kamu baru pertama kali naik pesawat yah dengan suara renyahnya...." tanya Gita.... "Iya Kak jawab Burhan malu-malu....Yudi cuma tersenyum pahit".
Ngak apa-apa kok............itu hal yang lumrah bagi penumpang baru, "Tujuan Jakarta yah tanya Gita, Ooh ngak Kak, kami mau ke Palembang jawab Burhan singkat".
Kalau Kakak tujuan kemana kepo Burhan melihat wanita cantik ini , "Kalau aku sih Jakarta, ......berarti kamu transit dong di Jakarta terang Gita. "Burhan pikir dirinya akan langsung ke Palembang ternyata pesawat yang di tumpanginya ini ke Jakarta dulu , "Lalu Gita melanjutkan obrolannya..... nanti kamu akan berganti pesawat di Jakarta terang Gita. "Burhan hanya menganggukan kepalanya mencoba mencerna penjelasan Gita"
Apa kalian sekedar traveling ke Palembang tanya Gita lagi. "Oh ngak Kak kami akan mendaki ke Gunung Dempo untuk melakukan misi penyelamatan salah seoramg Mahasiswa IKIP Makassar yang kebetulan anak Kepala Desa kami jelas Burhan"
Emang kenapa Mahasiswa itu, Mereka hilang kontak Kak sudah beberapa hari.. Aparat disana berkordinasi.....sehingga pihak penjaga Gunung Dempo melaporkan ke pihak berwenang untuk menghubungi keluarga sesuai data laporan para pendaki sebelum memasuki Pos 1 terang Burhan.
" Gita bergumam dalam hati sungguh mulia pemuda ini......walaupun mereka masih muda tapi.memiliki jiwa sosial yang tinggi, kepedulian mereka terhadap kemanusiaan patut di acungi jempol, Gita sangat mengagumi tujuan mereka ini....menganggap mereka adalah pahlawan sejati, di saat ini sulit mencari orang-orang yang tulus dan ikhlas melakukan pekerjaan berisiko tinggi seperti Burhan dan Yudi saat ini. Apalagi di Kota Besar Jakarta Gita menganggap hal seperti itu langkah....bahwa orang seperti Burhan dan Yudi masih ada ternyata.
__ADS_1
Burhan ini kartu nama Kakak kalau kalian suatu saat ke Jakarta main ke rumah Kakak ujar Gita.
Burhan mengambil kartu nama Gita, membacanya sebentar lalu menyimpan di saku tas kecilnya.
Kakak Desainer yah...tanya Burhan, 'Iya, aku juga seorang mantan model karena semenjak bersuami aku hanya sekali-kali saja melakukannya..... kalau ada Fashion Show di luar negeri terang Gita. " Kalau kalian mau bisa kok...... jadi Model Pria, Gita yang melihat tampang Burhan dan Yudi yang mirip Majalah Cover Boy itu, tinggal di poles sedikit aura Model mereka berdua akan keluar, ........Gita yang pandai menangkap peluang, dan mencari bakat baru merupakan passion seorang Gita.
Tak terasa 1 jam mereka mengobrol, penerabangan mereka telah melewati garis katulistiwa............Co Pilot mengingatkan penumpang
bahwa waktu lebih lambat 60.
menit dari Kota Makassar. Gita, Burhan dan Yudi memundurkan jam tangannya masing-masing 60 menit.
Yudi yang tingginya mencapai 175 pun berdiri dengan memakai kaca mata ribennya jelas menyitah perhatian Gita, penumpang serta Pramugari di dalam kabin......
Maaf Mbak cara buka toiletnya ini gimana, tanya Yudi polos pada salah seorang pramugari yang berdiri......
Oh begini mas, ini di geser ke samping kanan dan untuk di dalam di geser ke kiri terang Mbak Pramugarinya. Terima kasih senyum Yudi membuat hati Mbak Pramugarinya melayang, tersadar setelah Yudi masuk ke dalam toilet...
__ADS_1
Setelah Yudi keluar.... salah satu pramugari memanggil Yudi, "Mas namanya siapa bisik pramugari itu genit.....ada nomer hand phone ngak........" tanya pramugari tersebut, Yudi bingung karena dia ngak punya, dan lagian kalau pun punya dia tidak akan memberikkannya kepada orang yang baru dia kenal, Hatinya hanya untuk Siska yang telah ia labuhkan"...."Maaf Mbak saya ngak punya.....nampak Mbak Pramugari itu sedikit memanyunkan bibirnya, tanda ia kecewa.
Lalu Yudi meninggalkan pramugari itu begitu saja yang masih berdiri.....di tahun 1996 saat itu.... masih jarang orang yang memegang hand phone tidak sama seperti sekarang....hand phone pada waktu itu hanya orang-orang tertentu yang memiliki di kalangan pengusaha dan artis,maklum selain harga hpnya masih mahal, harga kartu masih jutaan waktu itu.
Burhan mengeser duduknya agar Yudi bisa masuk, Burhan pun berdiri beberapa menit kemudian karena dia juga kebelet pipis sedari tadi sejak pesawat setelah take off hanya saja Gita masih ngobrol tak elok bila ia meninggalkan Gita begitu saja, sementara Gita asyik mengobrol dengannya.
Burhan berdiri tinggi badannya 2 cm di atas Yudi terlihat sangat macho, orang-orang berfikir pastilah ia sering fitness, "Padahal badannya terbentuk karena sering membantu mengangkat karung Teh basah 20 karung dengan berat masing 100 kg di kebun Karaeng Matolla ke mobil Pick Up dan itu makanannya sedari SMP, tidak hanya itu dia juga sering mendaki ke Gunung Bawakaraeng bersama Yudi sehingga perutnya six pack secara alami....membuat para penumpang khususnya wanita memandang pesona Burhan dan Yudi sangat mengairahkan". Hanya Eko saja yang berbeda dari mereka berdua karena kontrol makannya yang susah di ajak kompromi lago, padahal tinggi Eko 170....Hadeehhh.
Suara Co-Pilot sebagai pemantau Navigasi terdengar dalam Bahasa Inggris dan Indonesia menyampaikan bahwa 20 menit lagi Pesawat akan Landing di Bandara Soekarno-Hatta. Disarankan penumpang untuk duduk dan mengikat sabuk pengaman.
Gita menghentikkan obrolannya, Burhan dan Yudi agak gugup sedikit karena mereka belum merasakan sensasi Landing.
Pulau-pulau mulai nampak dari balik kaca Burhan yang mencoba melihat ke bawah melihat Kapal-Kapal Tangker yang memuat minyak seperti Batang Korek Api kecilnya,...bahkan kapal nelayan seperti beras berwarna putih ...Laut yang luas membentang dan Pulau-pulau kecil memperlihatkan kekuasaan Allah swt dalam mencipta begitu sempurna, begitu kecilnya manusia bila si bandingkan dengan Maha Karya Allah swt.........
Pesawat mulai menurunkan Landing Gear atau sistem roda pendaratan depan dan belakang nampak sayap pesawat mencoba mengimbangi tekanan angin, Kapten Pilot menggunakan Spoiler untuk menghambat kecepatan saat pesawat setelah touch down ( roda-roda menyentuh landasan) barulah Pilot melakukan Auto Brake untuk mengurangi kecepatan pesawat secara terukur dan sempurna) sistem kinerja ini bisa kita temukan kemiripan pada kendaraan roda empat.
Nampak rumah penduduk di sekitar Bandara Soekarno Hatta seperti miniatur.....pesawat mulai menurunkan ketinggiannya.
__ADS_1
# Bersambung#