Air Mata Terakhir

Air Mata Terakhir
Kaget


__ADS_3

Selesai makan Riska dan Eko pergi ke Glodok hunting Laptop. Mereka masuk dalam salah satu tempat penjualan Laptop berbagai merek, "Mas cari laptop apa" tanya penjual. Koko saya cari merk Toshiba Libretto 50 , ada ngak" tanya Riska. " Wah ada Mbak..." jawab penjual, "Toshiba Libretto 50 pake Windows 95 pertama di dunia lho, terus Ram 16 MB bisa di up sampe 32 MB , keren kan terangnya lagi.


"Harganya berapa Ko" tanya Riska...." Empat juta tujuh ratus ribu Mbak" dapat bonus bla..... bla....... bla....jawab penjualnya. " Iya itu aja ko saya beli 1" kata Riska.


Setelah menyelesaikan pembayaran mereka keluar, menuju Mall Atrium Senen. " Silahkan Kak ini ada Hp keluaran terbaru Nokia 3110 " promosi SPG...." Mbak bisa lihat barangnya" tanya Riska..


Riska memeriksa hp keluaran terbaru itu dan lebih ringan...." Ini type berapa tadi Mbak tanya Riska. " Ini Nokia 3110 Kak, Harganya Dua Juta lima Ratus Ribu Kak" jawab SPG


"Sayang aku mau hp ini juga , kita beli 2 aja , hp nya lebih ringan dibandingkan hp lama ku." Usul Riska. "Terus Hp lama kamu di apain sayang".tanya Eko...."Hp lama buat Mama kamu aja sayang".jawab Riska. "Pulsanya mahal kan sayang, mana bisa mama ku beli"....jawab Eko." Mas Eko ngak usah pikirin itu, nanti aku yang handel" jawab Riska.


Akhirnya Eko mengalah melihat keinginan Riska itu." Mbak Nokia 3110 saya beli 2 sekalian"....kata Riska. Selesai membayar mereka kembali ke Apartemen.


Jalanan sore itu mulai macet jam 5 sore mereka baru tiba di apartemen


Riska dan Eko tampak lelah....mereka bergantian membersihkan diri.


Mas coba ambil Laptopnya, sekalian sama Hp, aku mau masukin sim card."tanya Riska." Apa masukin kamu" jawab Eko sambil mengusap kepalanya yang basah pake handuk.Eko hanya memakai celana pendek hingga perut six packnya terlihat. Riska yang mendengar jawaban Eko yang asal itu tertawa." Ooh kamu mancing aku yah" kata Riska.


Riska yang hendak mencubit perut Eko, Tapi Eko keburu lari naik di ranjang, Riska mengejar naik keatas Eko yang terlentang dibawah, Riska mengunci tubuh Eko dengan duduk di atas perutnya.

__ADS_1


"Mau lari kemana kamu Mas" ucap Riska.Eko yang di naiki Riska tak bisa bergerak karena kedua tangannya terkunci oleh tangan Riska.


Riska mengigit tipis dada Eko, hingga berbekas merah di kiri dan kanan dada Eko. Eko yang sedikit terbuai mulai mencium bibir Riska lembut, tangannya terlepas dan merangkul leher Riska.....sekejap Riska membalas ciuman Eko, Eko lebih berani dia mulai menciumi leher jenjang Riska. Dia mengesap pelan hingga meninggal kan tanda merah di samping leher Riska.


Nafas keduanya memburu, Riska yang tak sengaja sedikit mundur, dia merasakan panas di bawahnya, ternyata tongkat eko yang sudah mengeras panas.Dia merasa nyaman dengan rasa panas itu. Ia menyentuh tongkat itu mengenggam erat , kaget bukan main ukurannya di atas normal. " Ini gede banget gumam Riska sambil menelan ludah'. Tapi ketika ia ingin melanjutkan lebih jauh terdengar suara ketukan dari luar pintu kamarnya. Eko kaget bukan main, mukanya pucat, Riska segera turun mengambil syal melingkarkan di lehernya dan Eko memakai baju dan celana levis panjangnya.


"Iya tunggu..... siapa yah jawab Riska. " Petugas Maintenance Bu" Riska memanggil Eko..." Mas kamu aja layani , aku mau masuk ke kamar" kesal Riska.


Eko membuka pintu , tampak pria paruh baya memakai seragam petugas maintenance. " Maaf menganggu pak, apa ada kemacetan di saluran pembuangan air, baik di kamar mandi atau dapur" ucapnya. "Ooh untuk saat ini masih baik kok" jawab Eko." Baiklah kalau begitu saya permisi, terima kasih pak, selamat sore ucap petugas itu lagi." Sama-sama pak " jawab Eko.


Eko menutup pintu lalu masuk ke kamar mandi, mencuci mukanya....di depan kaca dia menatap dirinya sendiri, dan mulai berbicara pada dirinya sendiri." Ingat Ko kamu hampir merusak janji mu sendiri, kamu harus kuat Ko, ingat malam pertama kamu" .Eko mengusap mukanya kasar.


Eko keluar dari kamar mandi, ia masuk ke kamar melihat Riska memijit keningnya. Eko cepat membaca situasi , Sayang ....aku laper lagi nih, cari makan yuukk" tanya Eko dengan mimik memelas. Riska yang mendengar Eko mau makan, segera beranjak turun lalu memeluk Eko, "Mas Eko lain kali jangan pancing aku dengan kata-kata nakalmu, aku ngak kuat, lama-lama kamu aku makan Mas" bisik Riska di telinga Eko. Riska memejamkan matanya lalu dia mengigit lengan Eko.


Didalam mobil mereka berdua hanya diam, sampai Riska memulai berbicara " Mas kirimkan uang untuk kedua orang tuamu" tanya Riska." Aku kan belum kerja sayang, entar aja kalau sudah ada kerjaan tetap baru deh aku kirim" jawab Eko.


"Bukan itu maksud ku, Mas.jawab Riska. "Aku ingin segera bertemu kedua orang tuamu" ucap Riska.


Pakaian untuk Desy sudah aku kerjakan, sisa 20 % lagi, jadi minggu depan Desy bisa mulai Fitting ke kantor,. Mas Eko sebaiknya besok kita ketemu sama Rina dan Elma untuk tanda tangan kontrak".supaya sudah terhandel semua Mas Eko" terang Riska." Siap Bu Boss" jawab Eko sambil memberi hormat...Wajah Riska yang serius sejak tadi, tersenyum kembali seperti bunga mekar di pagi hari.

__ADS_1


"Sayang emang kampung Mama kamu dimana sih" tanya Riska. " Ooh kalau rumah ku di Malino sayang" jawab Eko. Riska mengerenyitkan alisnya." Malino itu di daerah mana Mas" tanya Riska." Emang kamu ngak tahu yah sayang" tanya Eko kembali. Riska mengelengkan kepalanya, tanda tak tahu."Malino itu dekat dari Ujung Pandang" jawab Eko. "Ooh Sulawesi Selatan" kata Riska


"Aku punya sahabat lama disana Mas, namanya Kak Andi Merriem Matalatta" ucap Riska "Itukan penyanyi yang di juluki mutiara dari selatan" jawab Eko kaget. " Iya sayang, aku mengenalnya melalui Mas Guruh pertama kali " jawab Riska.


Kalau kita menikah nanti aku mau Kak Andi Merriem mengisi acara kita , aku mau Kak Andi Merriem menyanyikan beberapa lagu.


Oh iya Mas aku juga pernah berkenalan dengan dua orang pemuda seumuran kamu dari Ujung Pandang ke Jakarta sewaktu di pesawat namanya Burhan dan Yudi.


Eko yang menyetir tiba-tiba mengerem mendadak...Ciiiiiittttt.Riska kaget bukan main." Ada apa sayang" tanya Riska heran.Burhan mengeluarkan catatan Nama dan No Gita." Itu nama dan nomer telpon mu kan.


Giliran Riska yang kaget" Kamu kenal mereka sayang" tanya Riska. " Orang mereka temen kecilku,masa ngak kenal" jawab Eko.


"Mas kok ngak kasih tahu sejak awal, kan aku biasa dipanggil Gita sama sahabat ku" ucap Gita. " Aku pikir nama Gita kan banyak, sayang" jawab Eko. Gita akhrinya mengerti.


Seandainya kita ngak ketemu di dekat Halte pun mungkin aku akan tetap menelpon mu, tapi kesannya berbeda.Tuhan mengenalkanmu dengan cara-Nya sendiri.jelas Eko . Gita memeluk Eko erat dan menangis.....


"Udah jangan nangis lagi sayang" kata Eko mengusap punggung Gita. " Sayang kita makan Nasi Goreng Kambing di Kebun Sirih udah lama ngak makan kesana" kata Gita.


."Let's Go.." jawab Eko semangat

__ADS_1


...****************...


#Bersambung#


__ADS_2