Air Mata Terakhir

Air Mata Terakhir
Makan Bersama


__ADS_3

...****************...


Wenda yang tengah menunggu Burhan dan lainnya. "Ayo kita ke tempat resepsi dulu sekalian urus perizinan, untuk Hotel para tamu dan karyawan sudah clear dan aman"


Setelah ketemu dengan pihak Wedding Organizer mengatur detail acara yang akan di selenggarakan. Pihak catering di daulat ke Ametra Villas Nusa Dua Bali untuk menghandelnya.


"Ahhh akhirnya semua selesai" ucap Wenda sambil duduk di sebuah Cafe bersama Laela dan Siska, pada akhirnya mereka mengakrabkan diri.


Burhan dan Yudi sedang memesan minuman. Suasana siang di Kuta Bali begitu santai dan rileks.


"Kak Wenda kok ngak bawah pasangan ke Bali" tanya Siska. "Aku masih single, lagi belum ketemu yang pas" ucap Wenda matanya menerawang menatap pantai. "Yah saya doakan Kak Wenda menemukan jodoh secepatnya" kata Laela. "Thank's yah La" jawab Wenda tulus.


Acara yang akan di selenggarakan di Amtera Villas Nusa Dua Bali telah mencapai 90 %. Paman Black menghubungi Burhan.


"Halo Burhan kalian menginap dimana saat ini" tanya Paman Black via telephone. " Kami menginap di Hard Rock Hotel Bali Paman" jawab Burhan. "Oke nanti sore kita ketemu di Ju Ma Na Restaurant" ucap Paman Black sambil menutup telephonenya.


Tepat pada pukul 4.30 Paman Black berada di bibir tebing Ju Ma Na Restaurant .


Wenda yang mengemudikan mobil menuju Jalan Melasti, Banjar kelod ungasan tepatnya di daerah badung. Setelah menempuh 20 menit mereka tiba.


Nampak Laela bersama Burhan, Yudi dan Siska berjalan di depan, sedangkan Wenda mengikuti belakang.

__ADS_1


Paman Black duduk bersama Dian dan Nyoman, dan 7 orang lainnya menyebar duduk di meja masing-masing.


"Kemarilah Burhan duduk dekat Paman" ucap Paman Black. "Paman perkenalkan ini calon ponakan paman" kata Burhan sambil mengaruk kepalanya. "Wow selera mu sangat bagus Burhan, Paman bangga padamu" kata Paman Black sambil berkenalan dengan Laela, lalu Burhan memperkenalkan Wenda sekretaris Gita. Paman Black melihat Yudi bersama Siska menundukkan kepala malu, keduanya tersipu malu.


"Yudi apa kau tak mau memperkenalkan nona cantik ini pada Paman mu ini" tanya Paman Black. " Iya hmm anu Paman, perkenalkan ini Siska Paman Black" ucap Yudi grogi.


Wenda memilih kursi yang di hanya di duduki oleh Jalu dan Takdir, Wenda merasa kurang nyaman mengikuti 2 pasang tersebut tapi ia duduk bersebelahan meja dengan Burhan dan lainnya, sehingga pembicaraan tetap dapat terdengar.


"Kalian pesanlah makan dan minuman aku telah memesan Sunset Staters juga Surf and Turf untuk beberapa meja" kata Paman Black.


Burhan dan lainnya tampak bingung ingin memesan minuman apa, karena mereka tidak meminum minuman beralkohol. Dan mereka bingung makanan yang Halal.


Wenda yang mengerti situasi langsung memanggil pelayan Jumana Restaurant. "Mbak kami pesan Crab and Unagi Ravioli dan 1 lagi Magret Duck Breast Laela dan Siska pinda duduk bersama Wenda,setelah Wenda memesan makanan kepada pelayan.


"Kak tadi pesan apaan sih" tanya Siska penasaran. " Oh perlu kalian ketahui restaurant Jumana ini menyajikan menu makan Prancis, selera Paman Black boleh juga" ucap Wenda hingga terdengar Paman Black. Paman Black tersenyum.


"Kalian pesan sesuka hati kalian, kali ini aku yang traktir" kata Paman Black. "Wow Paman Black lagi dapet lotre yah" kata Siska. "Yah bisa di katakan begitu" jawab Paman Black sambil mengedipkan matanya. Burhan dan Yudi tertawa bersama lainnya, hanya Dian tertawa dengan elegan sambil menutup mulut, dengan tatapan mata misteriusnya.


Laela, Siska dan Wenda dari awal melihat tampang dan postur tubuh Paman Black dan lainnya, sedikit bertanya-tanya siapa dan apa pekerjaan mereka ini. Karena mereka sedikit sekali berbicara, dan tiba-tiba tertawa mendengar pertanyaan Siska di jawab Paman Black, Apalagi Burhan dan Yudi ikut-ikutan tertawa.


"Mbak ada yang aneh ngak sih dengan mereka" bisik Laela. "Entalah Laela, tapi feeling ku mengatakan mereka bukan orang sembarang, apa yang kau lihat tidak sesederhana itu" jawab Wenda pelan. Jalu hanya mengamati dialog Laela dan Wenda. Pendengaran Jalu yang tajam walau desir ombak di bibir pantai bertalu-talu, ia hanya mengangkat sedikit sudut bibirnya.

__ADS_1


"Bagus juga feeling Wenda ini" gumam Jalu.Takdir yang mendengar gumaman halus Jalu nampak mendekatkan badannya lalu berbisik pelan. "Jalu Wenda ini lumayan, kamu kan udah lama jomblo, ini kesempatan baik buat kamu" bisik Takdir. Jalu hanya memainkan kedua jarinya di meja yang terlihat mengetuk-ngetuk meja, Matanya menatap Wenda dalam. Wenda yang melihat tatapan Jalu padanya, sedikit grogi sehingga dia berbincang dengan Laela dan Siska sesekali menatap balik ke Jalu.


Siska dan Laela yang melihat Wenda mencuri pandang pun berbisik pada Wenda. "Kak pucuk di cinta ulam pun tiba" bisik Siska. "Aminkan aja siapa tahu jodoh Kak" ucap Laela. Wenda tersipu malu.


"Burhan rencana Nona Gita akan melangsungkan pernikahan dimana" tanya Paman Black dengan mode serius. " Gita akan melaksanakan di Amatera Villas Nusa Dua Paman" jawab Burhan. "Katakan padanya, aku yang akan mengamankan acara pernikahannya nanti tanpa biaya sepeser pun, aku tak pandai memberi kado, tapi ini yang bisa kami persembahkan buat kedua mempelai" kata Paman Black.


"Baiklah Paman, akan aku sampaikan pada Kak Gita, dia pasti senang Paman akan hadir di acara pernikahannya" jawab Burhan.


"Mbak Dian kapan nyusul nih" bisik Yudi. "Kamu aja dulu Yud, terakhir calon suami ku aku tembak kepalanya karena selingkuh" jawab Dian sambil berbisik ke Yudi. Yudi menelan ludahnya. Lalu ia permisi minta pindah kursi bersama Siska.


Nyoman hanya tersenyum mendengar Dian mengatakan hal yang tak harusnya Dian katakan dengan jujur pada Yudi. "Kamu jangan terlalu keras padanya Dian" gumam Nyoman. "Aku hanya mengertaknya saja Nyoman" jawab Dian sambil melirik Yudi.Dian tahu Yudi berbakat menjadi Play Boy, hanya saja Dian tak suka tipe pria seperti itu.


"Baiklah karena makanan sudah tersaji semua malam ini kita rayakan untuk kebahagian Nona Gita" kata Paman Black, mereka berdiri lalu melakukan sambil bersulang.


"Burhan kenapa hanya kita berdua yang makan kepiting raksasa ini" tanya Yudi. "Aku juga ngak tahu kan tadi yang pesan Wenda, sudah kita makan ajah, aku juga belum pernah makan kepiting seperti ini" jawab Burhan. Wenda yang melihat Yudi tampak bingung hanya tersenyum dan berkata dalam hati. "Makan tuh kepiting".


Dengan susah payah mereka membuka cangkang dan kaki-kaki kepiting tersebut, padahal yang lainnya makan dengan elegan. " Burhan kita makan harus sedikit brutal kali ini,ngak bisa pake etika, langsung aja pake tangan, biar sedap" kata Yudi " Iya nih kalau pake sendok dan garpu kelamaan kita makannya.


Maka terjadi pemandangan yang menakjubkan Burhan dan Yudi terlihat lebih menikmati makan ketimbang yang lainnya, sehingga mengugah selera yang lainnya.


...****************...

__ADS_1


#Bersambung#


__ADS_2