Air Mata Terakhir

Air Mata Terakhir
Mengumpulkan Tim


__ADS_3

...****************...


Paman Black mengontak tim berjumlah 10 orang, dimana tim itu berpencar selama tidak ada kegiatan, mereka berbagai profesi ada menyamar sebagai petarung bebas, sopir angkot, buruh pabrik, nelayan dll, dan yang paling sulit di temui adalah hackernya.


Paman Black mendatangi satu persatu. Akhirnya mereka berkumpul di tempat Paman Black. "Komandan tugas apa kali ini kita hadapi" tanya Dian. "Kali ini kita akan mengawal seorang nona Gita sahabat ponakanku Burhan" jawab Paman Black datar. Paman Black mengeluarkan uang senilai 10 milyar cash, ini bayaran kalian, sisanya setelah misi ini berhasil"jawab Komandan Black.


"Pembayaran kita total 25 Milyar, masing-masing 2 milyar perorang dan 2 milyar untuk dana pendukung, 3 milyar aku terima sebagai penerima kontrak, apakah ada yang keberatan " tanya Komandan Black "ini cukup untuk 5 tahun untuk bertahan hidup Komandan" kata Aldo Sang Hacker gembira.


"Aku akan menginstruksikan kalian, untuk menyusup Franky dan Wildan ke 2 perusahaan yang ada di Kalimantan dan Sulawesi Tengah" kata Komandan Black.


"Aldo tugas mu melaporkan keuangan kedua perusahaan itu, apakah ada pengelapan dana dan penyalah gunaan wewenang, kau bisa berkordinasi Frangky dan Wildan, Tiket kalian berdua sudah aku siapkan, dan kalian akan menempati posisi sebagai karyawan di managemen kedua perusahaan tersebut" terang Komandan Black. "Siap Komandan" jawab mereka bertiga. Kita akan menggunakan sandi Bravo untuk memudahakan komunikasi. Bravo A terdiri dari Ibrahim, Frangky, Wildan. Barvo B Dian, Nyoman, Jalu , Thomas, Bravo C Poltak, Takdir, Akbar.


Tugas Bravo A penyusupan, Tugas Bravo B Penyelidikan dan pengawalan, Bravo C Pendobrak dan Penghancur.


"Siapakah musuh kita kali ini Komandan" tanya Nyoman Bravo B "Musuh kita kali adalah bekas tentara bayaran mereka cukup profesional" jawab Komandan Black dengan tatapan dingin.


Rata-rata pasukan Paman Black ini bekas tentara elit yang pernah mengenyam pendidikan di SAS Inggris, Spetsnaz Rusia, KSK German. Komandan Black lah yang pernah hampir mencicipi di semua setiap pasukan elit bahkan dia meraih gelar terbaik dari setiap pendidikan yang ia jalani dan Komandan Black satu-satunya Pasukan Ranger dan Navy SEAL dengan nilai terbaik. Berbagai misi rahasia mereka jalani. Dimana setiapkan pasukan elit Komandan Black terbaik di matranya.

__ADS_1


Perlu kalian ketahui Bravo A adalah bekas pasukan Sat- Gultor 81 Kopassus , Bravo B Sat-Bravo 90 Angkatan Udara, Bravo C Denjaka dan Kopaska Angkatan Laut.


Dian satu-satunya wanita yang bergabung di Tim Paman Black karena ia dulu pernah di selamatkan Komandan Black pada saat menyusup ke Israel, waktu itu Dian bertugas mengintai peralatan pasukan Sayeret Matkal atau di kenal IDF, Dian saat itu terlalu jauh masuk ke dalam mengumpulkan informasi, hingga ia di curigai sebagai mata-mata KGB, Dian memang memainkan peran spionase ganda dengan KGB, Dian blasteran Rusia Indonesia tidak terlalu sulit masuk melalui Yordania, dimana Komandan Black lah membantu Dian waktu itu. Lewat salah satu petinggi Kopassus Komandan Black pernah di minta melatih Pasukan Tentara Yordania, hingga Komandan Black menggunakan koneksinya di Tel Aviv, Dian berhasil di selamatkan melalui kedutaan Indonesia di Kairo Mesir.


Burhan, Yudi dan Gita tiba di rumah yang Paman Black sewa itu 10 menit kemudian. Paman Black memperkenalkan mereka kepada Tim Paman Black.


Gita sedikit kaget dan kagum melihat tim Paman Black ini, Yudi yang melihat Dian satu-satunya wanita hanya mendapatkan tatapan dingin dari Dian. Yudi menelan ludahnya dia sangat gugup wajah-wajah dingin tak tampak senyuman menyambut mereka.


"Bravo C aku minta kalian melatih fisik dan tembak ponakan ku Burhan ini dan Yudi selama 2 minggu kedepan" kata Paman Black. "Siap Komandan" jawab Bravo C


Gita nampak puas dengan tugas yang di bagi oleh Paman Black. "Paman aku akan memberikan tambahan bonus setelah misi sukses" kata Gita. Komandan Black menatap timnya dengan menganggukan kepala. "Siap, Terima kasih Nyonya Gita" jawab mereka serempak tampak ekpresi.


Burhan dan Yudi tersentak kaget mendengar suara mereka yang kompak. "Baik Paman kalau begitu aku permisi dulu" ucap Gita. "Ini kunci mobil kalian" kata Paman Black. Burhan mengambil kunci mobil Land Cruiser 80 VX


Burhan dan Yudi duduk di depan sedangkan Dian dan Gita di belakang." Keren banget mobil ini" ucap Yudi kagum. "Iya mesin V6 ini garang sekali" ucap Burhan.


Gita hanya tersenyum melihat Burhan dan Yudi seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru.Sedangkan Dian hanya diam dan sudut bibirnya terangkat mendengar kekonyolan keduanya.

__ADS_1


"Nyonya Gita coba kau ceritakan sedikit kegiatan sehari-harimu" tanya Dian.Gita menceritakan kegiatannya dan bisnis Gita maupun warisan almarhum suaminya. Burhan dan Yudi yang mendengar bahwa Gita memiliki perusahaan di Paris dan German, tak menyangka Gita selama ini tak menceritakan kepada mereka berdua.


Seberapa kaya Gita ini sebenarnya dalam hati mereka berdua.Yudi mengusap mukanya, Burhan memijit keningnya.


Burhan kita ke Mall Sarinah aku akan membeli pakaian ganti. Mobil memasuki Mall Sarinah, Gita berbelanja pakaian untuk Dian. Dian cukup heran dia baru bekerja hari ini tapi Gita dengan royal membelikan pakaian bermerek beberapa pasang.


"Kalian ngapain ikut ke pakaian dalam wanita, sana kalian pilihlah pakaian yang kalian suka" kata Gita.Burhan dan Yudi baru sadar, mereka nampak malu sekali. "Kamu sih Burhan ngapain kita ikut ke pakaian dalam wanita" sungut Yudi. "Ayo kita ke sebelah sana saja" kata Burhan sambil menarik lengan Yudi.


"Wah bajunya mahal-mahal, bagaimana ini" kata Burhan. "Ngapain kamu pusing, kan kamu sudah punya uang 250 juta di ATM, aku juga ada 250 juta , kita belanja saja sepuasnya" jawab Yudi semangat." Iya betul juga, kenapa aku jadi lupa" kata Burhan polos.


Burhan dan Yudi memilih sepasang jas dan kaos beberapa lembar tak lupa sepatu mereka borong. Pada saat mereka hendak membayar Gita menghampiri mereka." Biar aku yang bayar, uang kalian sudah banyak yah, letakan saja di kasir sana" kata Gita." Aku masih ada uang yang Paman kasih Kak" kata Burhan tak enak hati. " Uang itu kamu simpan saja atau kirim ke orang tua kalian" jawab Gita.


Burhan dan Yudi melongo tak bisa lagi berkata-kata." Ngapain kalian planga plongo, dikasih gratisan malah bingung" ucap Dian sambil tersenyum. "Eehh iya Kak" jawab mereka serentak.


...****************...


#Bersambung#

__ADS_1


__ADS_2