Air Mata Terakhir

Air Mata Terakhir
Serangan senyap dan berbahaya


__ADS_3

...****************...


Di lain tempat dekat sebuah danau, pasukan yang di siapkan Alvin telah berkumpul, Ella sebagai pembayar kontrak untuk menbunuh Gita yelah di konfirmasi oleh Pihak Kontraktor bahwa Eric membatalkan misi ini. Ella marah besar karena ia telah membayar sangat mahal.


"Kurang ajar Kontraktor Black Water membatalkan sepihak, dan siang ini mengembalikan 50% uang ku, ini tidk bisa di biarkan begitu saja" gumam Ella.


"Alvin, pihak Black Water membatalkan kontrak mereka secara sepihak, aku ingin kau bernegosiasi dengan mereka, aku akan membayar 2 x lipat dari nilai kontrak kalau mereka meneruskan misi yang aku perintahkan" kata Ella.


"Kenapa mereka membatalkan kontrak, ini tidak pernah terjadi dapam perusahaan Black Water" jawab Alvin. Lalu Alvin memanggil salah satu ketua tim pembunuh bayaran.


"Tony Black Water membatalkan kontrak kalian, aku ingin dengar pendapat kalian, karena kalian lebih tahu tentang Black Water" tanya Alvin. " Maaf Tuan Alvin, kami tidak memiliki wewenang menjelaskannya, karena kami adalah tentara bayaran yang siap kapanpun di tugaskan, nilai kontrak kami telah disetujui oleh pihak perusahaan" jawab Tony.


"Apakah ini hal biasa dalam perjanjian kalian dengan pihak Black Water" tanya Alvin. Tony terdiam lalu melirik ke 9 anggotanya. "Terus terang Tuan Alvin kami baru beberapa kali menjalan misi dari perusahaan kontraktor" jelas Tony. Alvin duduk di kursi menyalahkan cerutunya." Tony apakah kalau aku membayar kalian 2 x lipat dari nilai kontrak, kalian ingin menjalani misi yang telah Bosku minta" kata Alvin. " Bos akan membayar kalian $ 2.000.000,- . Apakah kalian tetap ingin pulang" tanya Alvin dengan tatapan dingin. Tony terdiam, tawaran ini sangat besar, nilai kontrak mereka hanya seperduanya saja. " Aku tidak bisa memutuskan sendiri, aku harus berdiskusi dengan tim ku" jawab Tony.


"Silahkan kalian berdiskusi, aku tidak terburu-buru"jawab Alvin datar. Alvin meninggalkan mereka berdiskusi.Tim Tony berdiri melingkar, diskusi yang tampak serius 3 orang dari mereka tidak setuju melanjutkan misi, sedangkan 7 orang lainnya setuju, ke 3 orang itu beralasan kalau pihak Black Water membatalkan pastilah mereka mempunyai alasan , sangat jarang hal ini terjadi, ini kali pertama pihak perusahaan membatlkan kontraknya. Setelah 30 menit yang bersedia hanya 7 orang, sisanya tidak melanjukan misi,mereka memilih karena berdasarkan insting mereka, bahwa musuh yang mereka hadapi tidak sesederhana apa yang lainnya pikir. ke 3 orang tersebut dua di antaranya mantan Navy Seal dan ssorang lagi dari pasukan Elit Ranger yang banyak makan asam garam di medan pertempuran,Sedangkan 7 orang lainnya dari beberapa negara lain yang kebanyakan tentara yang disersi, dan memiliki berbagai kasus di kesatuannya.


Tony tak ingin memaksa ke 3 orang tersebut,karena Tony masih membutuhkan mereka kedepannya. Walau nilai kontrak baru Alvin, sangat mengiurkan tapi mereka tetap dalam pendiriannya.

__ADS_1


Tony masuk ke dalam rumah gubuk pinggir danau itu, setelah memutuskan bahwa ia akan melanjutkan misi sesuai nilai kontrak baru. "Bagaiman Tony apakah kalian telah mengambil keputusan" tanya Alvin dengan senyum sinisnya. Tony kurang nyaman dengan sikap Alvin yang agak sombong. Tapi mereka telah menyepakati." Baiklah kami ber 7 akan melanjutkan misi ini" jawab Tony dengan tatapan sorot mata yang dingin seolah-olah menusuk jantung Alvin. Alvin yang tengah duduk agak sedikit grogi. "Tony kamu jangan telalu tegang, sebelum misi di jalankan, kalian akan ku berikan kesenangan" kata Alvin dengan senang. Alvin memencet tombol lalu keluarlah beberapa wanita dan pelayan mengeluarkan beberapa botol minuman beralkohol impor. Tony tersenyum ia lalu mendekati Alvin."Tuan Alvin sangat mengerti tapi apakah tidak masalah aku membawah 2 gadis itu bersama ku" tanya Tony."Hahaha....tidak masalah, sisakan 1 untukan dan 7 lainnya akan melayani anggotamu" jawab Alvin gembira. "Alvin aku sangat senang menyiksa mereka sebelum hasrat ku puas" jawav Tony. Alvin tertegun dia tak menyangka Tony memiliki kelainan seksual, yang mana dalam istilah orang kesehatan di sebut sadisme. Tapi Alvin tak ambil pusing.Tony memilih 2 wanita di depannya. "Kalian ber 2 layanani lah Tuan Tony, aku akan membayar mahal untuk Tuan Tony" ucap Alvin. Kedua wanita itu sangat senang, mereka biasa melakukan hubungan three some, tapi mereka tidak tahu kelainan **** Tony, mereka akan menyesal setelah tahu, karena tergiur dengan uang yang Alvin letalan di atas meja kedua wanita itu mengambil masing-masing 2 gepok uang dengan nilai 20 juta perorang. Sedangkan ke 7 wanita lainnya telah keluar dari ruangan itu untuk melayani nafsu setan mereka.


Tony yang masuk ke kamar yang di sediakan, hampir jam 4 subuh baeu selesai, menyiksa kedua wanita tersebut dengan sadis, tampak tubuh mereka luka lebam di sekujur tubuhnya, sedangkan wanita satunya pingsan tak sadarkan diri. Kelainan **** Tony benar-benar biadab bahkan melebihi binatang. Wajah wanita yang pingsan terlihat keluar darah dari hidung dan pelipisnya, tampak luka sayatan di punggungnya. Bahkan keduanya mengalami penyiksaan lewat pintu belakang....Tony yang sosoknya seperti Monster berdarah dingin. Pada saat Tony keluar dari dalam kamar tanpa baju, sambil menenteng botol minuman vodka, tersenyum lebar. "Terima kasih Alvin, aku senang atas pelayananmu" ucap Tony.


Alvin yang sedang minum telah selesai lebih dulu." Mana kedua wanita mu itu, panggil mereka minum disini" tanya Alvin "Kau panggilah mereka sendiri" jawab Tony acuh. Alvin yang penasaran berdiri lalu membuka pintu kamar di depan mini Bar. Betapa terkejutnya Alvin melihat keadaan kedua wanita tersebut, Alvin merinding dengan tatapan ngeri melihat perbuatan Tony sesadis itu, "Manusia macam apa dia, sadis sekali" gumam Alvin. Wanita yang bersama Alvin berdiri meninggalkan Tony sendiri di meja,Tony tampak acuh. Tiba-tiba wanita itu menjerit keras melihat kedua temannya, ia tega melihat keadaan kedua temannya."Binatang kamu, kau apakan mereka" teriak wanita itu.Tony hanya tersenyum lebar tak tampak raut wajah bersalah atas perbuatannya itu.Alvin yang sedikit gemetar menutup mulut wanita itu, tapi wanita itu berontak, Alvin membisik wanita itu."Kau diamlah apakah kamu ingin seperti mereka" marah Alvin dengan wajah pucat. Wanita menangis terseduh lalu ia membantu memakaikan pakaian dengan tangan gemetar.


Tiba-tiba terdengar terjangan peluru tepat di dada Tony. Peluru lain menyasar ke bahu kiri dan dengkulnya Alvin yang langsung tersungkur tak dapat berdiri lagi.


Pasukan Komandan Black merangsek ke dalam rumah kayu, tampak bom asam mengepul di dalam rumah. Dian yang ikut penyerangan kali ini berdiri di sisi Komandan Black. Tim Bravo B dan Bravo C kali ini menyapu 7 orang pasukan Tony dengan diam-diam membantai mereka tanpa suara pada saat mereka bersenang-senangbdi kamar masing-masing, serangan kilat mereka sangat akurat dan terukur, berkat info Aldi sang Hacker Bravo A yang menyadap percakapan Ella dan Alvin di telepon, Bravo melaporkan ke Komandan Black, setelah mengetahui kordinat yang di berikan Bravo A, Komandan Black langsung bergerak menemukan keberadaan Alvin dan lainnya.


Dian yang melihat 3 orang wanita di dalam kamar, kaget bukan main melihat kondisi 2 wanita yang tengah di bantu oleh 1 wanita lainnya. Ia tampak marah dan berkata."Siapa yang melakukan ini" teriak Dian. Wanita yang bersama Alvin kaget bukan main dindepannya seorang wanita yang memakai pakaian hitam dengan sepatu laras, memakai baret merah darah, membuat ia tertekan. "Laki-laki biadab itu melakukannya" ucap wanita itu terbata-bata. "Tunjukkan orangnya sekarang" kata Dian dengan gemertak giginya...tangannya terkepal erat tampak urat dan ototnya mengembang menahan luapan amarah. Komandan Black yang mendengar teriakan teriakan Dian masuk ke kamar, melihat satu wanita terlungkup pingsan dengan luka lebam di tambah sayatan disekujur tubuhnya, Mata Komandan Black memerah. Ia memukul dinding kayu hingga jebol. "Bangsat manusia apa yang tega melakukan ini" tubuhnya gemetar menahan marah, Komandan Black banyak melalui peperangan, tapi dia tak pernah menjumpai kejadian sesadis ini.


"Komandan biarkan aku bersenang-senang dulu dengan biadab ini, terlalu enak dia kalau langsung di bunuh" ucap Dian dengan tatapan dingin dan amarah.


"Kau bersenang-senanglah" ucap Komandan Black. Komandan Black tahu Dian sesama wanita memiliki perasaan yang sama sebagai wanita.


"Jalu, Takdir menyingkirlah orang ini belum pantas mati terburu-buru" ucap Dian dengan sorot mata tajam. Jalu dan Takdir mundur selangkah kebelakang. Sedang Nyoman dan Akbar dari Bdavo B dan Bravo C menarik Alvin dari bawah meja.

__ADS_1


Dian memasukan telunjuknya ke dada luka tembak Tony. Tony mengertak gigi menahan sakit. Lalu dian mengambil sesuatu dari kantongnya sebotol cairan putih lalu Dian memasukan cairan air raksa ke luka Tony.Tony tak dapat menahan perih...cairan raksa itu melelehkan luka yang sudah sakit bertambah ribuan perih yang ia rasakan saat ini. Dian tak berhenti dia mematahkan satu persatu jari tangan Tony. Jalu dan Nyoman tersenyum melihat penyiksaan Dian. Dalam pelatihan pasukan Elit dunia, Apa yang di lakukan Dian ini hanyalah bentuk intograsi apabila seorang tahanan tertangkap. Dian memegang celana tepat di dekat resliting Tony, lalu meremas ke 2 bakso Tony tak puas Dian menginjak kedua Bakso itu hingga membuat Tony pingsan. Tim Bravo Komandan Black merasa ngilu di area selangkang mereka.


Dian tersenyum dingin, tanduk Dian benar-benar berdiri, sifatnya yang biasa anggun benar-benar berubah melihat kesadisan Tony. "Ambilkan aku air" kata Dian memandang wanita itu. Dengan tergopo-gopo ia membawa seember air."Siram kan mukanya. Tony terbangun lagi."Dian sisakan buat saya" ucap Komandan Black.


Komandan Black mengeluarkan pisau sangkur dari baja. Komandan Black memotong burung bangau Tony itu dengan tatapan dingin, Dian memalingkan muka tak mau melihat burung burik itu. Lalu Komandan Black menyiramkan obat bubuk yang mengandung beberapa persen heroin yang biasa di pakai prajurit apabila tertembak dalam perang. Akbar Bravo C merekam kejadian itu sebagai laporan buat Nyonya Gita.


Beberapa saat kemudian Tony bangun lagi, celananya penuh darah. Mukanya pucat seputih kapas...."Ampuni aku, tolong hentikan....kalian bunuhlah aku.....kalian jangan menyiksaku seperti ini" ucap Tony yang down dan berputus asah."Apakah kau tidak memikirkan wanita menjerit meminta ampun" teriak Dian marah.


Jalu merundukan kepala memandang Tony, Oh aku mengenalmu Tony, kamu dari pasukan Elit apakah kamu merendahkan marwahmu" ejek Jalu. "Komandan biarkan aku mencongkel kedua matanya yang selalu berbuat sadis terhadap wanita. "Ini obat buat dia tetap terjaga dan merasakan sakit dan perihnya" ucap Nyoman Bravo B.


Jalu memasukan obat itu ke dalam mulut Tony lalu meminumkan air panas agar cepat larut katanya.


Tony mendapat karma atas perbuatannya selama ini, sudah ratusan wanita dia perlakukan sadis bahkan belasan wanita yang tak kuat menahan sakit mati di tangannya. Akhir seorang sadisme yang sangat kejam harus berakhir tragis di tangan Tim Komanda Black, mereka tak pandang bulu walau sesama mantan prajurit. Kematiann Tony tak semudah kematian prajurit yang bertempur di medan perang. walau siksaan dunia Tony berakhir tapi siksaan neraka menunggu Tony , Kematian di peperangan lebih terhormat dan di kenang sebagai Pahlawan di bandingkan kematian seorang bajingan seperti Tony.


...****************...


BAGAIMANA NASIB ALVIN ???

__ADS_1


#Bersambung#


__ADS_2