Air Mata Terakhir

Air Mata Terakhir
Ketemu teman lama


__ADS_3

...****************...


Pagi itu Gita menelpon asisten dan bawahannya untuk persiapan pernikahan Gita di Bali. Gita akan mengundang beberapa karyawannya di Paris dan German, untuk karyawan dari Jakarta mereka akan sebagian naik kereta menuju Surabaya, dari Stasiun Surabaya Gubeng ke Stasiun Banyuwangi jarak tempuh sekitar 6,5 - 7,5 jam, untuk menempuh penyebrangan dari Pelabuhan Ketapang ke Gili Manuk hanya membutuhkan waktu 45 menit. Wenda yang di daulat mengatur tiketing mereka terlihat sibuk.


Jam 11 Gita meninggalkan Kantor bersama Burhan dan Yudi. Lalu mereka bertiga menjemput Laela dan Siska untuk ke Salon sesuai janji Gita. Karena malam Wenda menunggu Yudi dan Burhan di Bandara Soeta jam 8 malam untuk ke Bali.


"Kak apa kita ke Salon di tunda aja karena jadwal keberangkatan jam 8 apa ngak mepet waktunya, belum lagi kita jemput Eko". kata Burhan.


"Mang Ujang sudah aku telepon kok untuk jemput Mas Eko, mereka juga udah menuju Salon sekarang" jawab Gita. "Oh iya Kak saya kira kita menjemput lagi" ucap Burhan.


Jam 12 mereka tiba di Salon tampak Eko yang sedang menunggu bersama kedua orang tuanya. Hampir jam 4 sore mereka selesai, Mama dan Ayahnya Eko terlihat lebih muda dan gaya potongan rambut Burhan dan Yudi juga sudah berubah,Eko juga tak ketinggalan mereka ssmua terlihat lebih tanpan dan fresh.


"Kak kalau begitu kami langsung menuju Bandara aja karena Laela dan Siska akan membantu kami menyiapkan segala sesuatunya di Bali. "Ko mobil ini kamu aja yang bawah pulang, biar kami naik Taxi aja yah" kata Burhan. "Oke Bro, thanks yah udah mau bantu aku" kata Eko. " Udah ngak usah pake peradatan segala, kamu ini kayak apa saja" celetuk Yudi.

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu kami mohon diri, Om dan Tante kami langsung ke Bandara, takutnya macet sore jadi kami lebih awal ke Bandara" kata Burhan. " Kami doakan kalian selamat sampai tujuan" ucap Om Prasetyo Ayahnya Eko.


"Papa dan Mama ngak usah kawatir mereka akan berangkat sama Sekretaris ku" kata Gita. Calon mertua Gita hanya menganggukkan kepala tanda mengerti, akhirnya mereka berpisah.


Burhan berempat naik taxi.Lalu Wen da menelpon Burhan." Halo Mas Burhan udah dimana yah" tanya Wenda. " Aku udah di jalan menuju Bandara" jawab Burhan. " Aku udah tiba di Bandara aku tunggu di Cafe X yah" kata Wenda. " Iya Mbak ini sekitar 30 menit lagi tiba kok" jawab Burhan. " Iya udah sampai jumpa du Bandara" ucap Wenda.


Laela dan Siska yang bernampilan berbeda kali ini di tambah dandanan mereka terlihat model profesional apa yang di kenakan mereka berdua layaknya kalangan artis. Setibanya di Bandara waktu mereka turun dari Taxi beberapa orang melihat w pasangan itu sangat serasi ganteng dan cantik, sungguh pasangan serasi, bahkan beberapa pramugari berbisik melihat mereka. Dikiranya mereka adalah artis atau model Kota Jakarta.


Burhan menghampiri Wenda, lalu memperkenalkan Laela dan Siska. " Pantesan Mas Yudi ngak mau sama aku, ternyata pacarnya cantik juga" gumam Wenda. Yudi yang melihat Wenda menatap lama Siska tampak terlihat canggung, lalu Yudi menyelah mereka berdua. " Oh yah Mbak Wenda, tiketnya jam berapa yah" tanya Yudi pura-pura lupa.


Setelah menghabiskan minuman dan rokok mereka check in di dapam Bandara untuk ke kabin pesawat. Setelah 1 jam 10 menit pesawat mereka tepat mendarat di Bandara Internasional Ngurah rai.


Burhan dan lainnya yang baru pertama kali ke Bali sangat gembira, berbeda dengan Wenda yang sudah beberapa kali. Mereka di jemput oleh mobil Hotel Hard Rock Bali. "Kita nginep di Hotel ini Mbak" tanya Burhan. "Iya kenapa, kalian ngak suka" tanya Wenda yang agak bete karena bakal jadi obat nyamuk selama di Bali. "Bukan itu hanya saja inikan Hotel baru yang di bangun oleh aktor-aktor Holywood" ucap Burhan antusias. Wenda hanya memutar matanya malas melihat pasangan muda mudi ini yang baru ke Bali.

__ADS_1


Sesampainya di depan Hotel mereka di sambut Wepcome drink dan suara musik rock oleh Band Siluet yang mengisi acara di dekat resepsionis.


Burhan yang melihat pemain Band tampak mengenalnya bukannya itu Elot yang lagi nyanyi sama Gitarisnya Zul anak Makassar. "Wooi Zul" teriak Burhan. Zul yang sedang main langsung menghentikan permainannya, "Wooi Bro, Zul langsung melompat memeluk Burhan. "Dari mana ko ces, nginap di sini ko kah" kata Zul dengan logat khas Makasarnya. "Iyo ces disini kah menginap"jawab Burhan."Kenalkan paeng teman-temanku" kata Burhan." Nanti malam ketemu ki saudara, main kah nanti malam ini di Cafe sebelah, bawah saja room card kamarmu, gratis ji itu ces"kata Zul.


"Bro Yudi apa kabarmu ces, lama sekali tidak ketemuki di" kata Zul sambil memeluk Yudi. Wenda yang heran kok Burhan dan Yudi mengenal Band Siluet yang terkenal ini, apalagi Zul tinggi dengan rambut gondrongnya menambah karismanya. "Kenalkan saya Wenda teman Burhan" ucap Wenda dengan centilnya. Laela dan Siska melihat Wenda yang sok akrab dengan Gitaris Band Siluet. " SKSD (sok kenal sok dekat) nya di" ucap Siska."Biarkan saja asal jangan kecentilan sama Burhan dan Yudi" bisik Laela.Siska mengangguka kepala dengan cepat.


"Zul aku check in dulu, sebentar kita ketemu di tempat mu tampil" kata Burhan." Oke ces ku tunggu ki nah, 5 menit lagi selesai ma disini" jawab Zul. Lalu Zul naik ke panggung kecil memaunkan dawai Gitarnya dengan lincah.


Mereka menuju kamar setelah mengambil kunci, Laela dan Siska yang 1 kamar dengannya, Wenda yang sendiri bersebelahan kamar, Burhan dan Yudi di depan ketiga kamar wanita itu.


Yudi dan Burhan menghempaskan tubuh mereka di kasur."Akhirnya kita bisa ke Bali juga' kata Yudi."Nginep disini lagi, kita harus bersyukur Yud, Ini hikmah kalau Eko dan Gita jadian yah gini, kita ikut menikmati fasilitas mewah ini" kata Burhan bijak.


"Iya kita harus mendukung Eko sampai sukses Burhan" ucap Yudi."Itu udah pasti bro" jawab Burhan. "Ayo kita mandi dulu baru kita makan malam dulu sama yang lainnya, habis itu kita nonton Zul main Yud" kata Burhan. "Iya ini aku duluan yah mandinya".kata Yudi yang bergegas ke kamar mandi.

__ADS_1


...****************...


#Bersambung#


__ADS_2