Air Mata Terakhir

Air Mata Terakhir
Ternyata dia....


__ADS_3

Pesawat mendarat mulus......." Kalian berangkat hanya berdua tanya Gita kepada Burhan,..." ngak kami berlima ada tiga orang dari Tim SAR tepat di belakang duduk kita ini jelas Burhan".


Coba aku lihat tiket kamu, lalu Burhan mengeluarkan tiketnya....Gita membaca tiket tersebut....kalian masih ada waktu 2 jam untuk melanjutkan penerbangan kalian ke Palembang Gita menjelaskan. Gini kata Gita....melanjutkan obrolannya nanti aku anter kamu transit karena kita akan melewati jalan yamg sama hanya saja ketika kalian melaporkan tiket transit kalian nanti diarahkan ke ruang tunggu, dari pada kalian bete nunggu 2 jam lagi, kita ke resto yang ada di sekitar Bandara dekat pintu keberangkatan kira-kira 30 menit sebelum keberangkatan kalian baru masuk san tidak usah checkin lagi terang Gita.....


Sebenarnya Gita tidak perlu sedetail itu kepada Burhan, karena Tim SAR di belakang mereka sudah biasa melakukan penerbangan, hanya saja Gita antusias bisa mengenap Burhan dan Yudi ini.


Lalu terlihat dari balik kaca Pesawat menuju Apron ( Fasilitas Pelataran Parkir Pesawat Udara )...tak lama kemudian berhenti terdengar suara Pilot yang sibuk.....dan Crew Pramugari mulai membuka Plug Door / pintu pesawat.....


Penumpang mulai menurunkan barang bawaan mereka satu persatu, Burhan dan Yudi menyimpan ransel mereka di bagasi dan hanya menenteng tas kecil yang di lingkarkan di dadanya.


Burhan yang melihat Gita yang akan menurunkan tas koper kecil membantu menurunkannya..." Itu satu lagi Burhan.... Papper Bag tunjuk Gita, Papper Bag yang berisi Oleh-oleh khas Makassar, Burhan pun menurunkan dan menyerahkan ke Kak Gita.


Tas Kopernya biar aku yang bawahkan Kak sahut Burhan.....

__ADS_1


Oh iya terima kasih....jawah Gita karena Tas itu cukup berat waktu menurunkannya.....Yudi juga mulai keluar dari tempat duduknya para penumpang mulai turun satu persatu.....Tim SAR berdiri antri di belakang Yudi....mengikuti mereka keluar pelan-pelan. Saat melewati Pramugari tadi yang meminta nomer hand phone....pramugari itu memberikan kertas putih kecil kepada Yudi....Yudi yang ngak akan mempermalukan pramugari itu karena tatapan crew di sebelahnya langsung mengambil dan menyimpan kertas itu di saku tas nya dan tersenyum....membuat pramugari itu kelepek-kelepek ......Pak Budi yang persis di belakang Yudi terkekeh melihat Pramugari itu.....


Pak Budi yang suka usil itu pun berjalan sejajar dengan Yudi setengah berbisik, menoleh ke samping Yudi, Mas Yudi asyiik nih dapat kenalan pramugari cantik....goda Pak Budi....Yudi tidak.menyadari kalau Pak Budi ternyata memperhatikan momen singkat tersebut malunya minta ampun, seandainya ada Eko pastilah lebih heboh lagi....


Ngak ada apa-apa pak....jawab Yudi gugup....." Ada apa-apa juga ngak masalah Mas, wajar toh namanya masih bujangan pintu masih terbuka lebar-lebar untuk memilih yang terbaik, terang Pak Budi...Yudi mencerna perkataan Pak Budi yang di rasa masuk akal, tapi wajah Siska mengingatkannya kembali.


Siska pasti menunggu


kedatangannya. Yudi sedikit bimbang lalu berjalan seolah tidak terjadi apa-apa.


Ooh itu Kak Gita kenalan baru kami Pak, jawah Yudi singkat. Kamu tahu ngak dia siapa tanya Pak Budi tambah penasaran....Kak Gita desainer katanya, jawab Yudi cuek.


Gita....gumam Pak Budi akhirnya dia ingat ...tiba-tiba Pak Budi menarik bahu Yudi....teman kamu Burhan itu sangat beruntung, bisa berkenalan model papan atas itu.....tidak hanya di Indonesia bahkan di negeri Fashion Paris serta negara lain bisik Pak Budi"....Yudi membuka mulutnya lebar-lebar ternyata Kak Gita bisa di kategorikan sama dengan artis-artis Indonesia gumam Yudi yang mulai mengerti.....Kamu kok bengong gitu Yud....tanya Pak Budi...Ahh ngak Pak hanya kaget kok Kak Gita tadi ngak cerita detail tentang dia yah waktu di Pesawat pikir Yudi....

__ADS_1


Gita dan Burhan berjalan di depan mereka lalu berbelok ke kiri bukannya ke kanan menuju ruang tunggu keberangkatan, Pak Budi bertanya kembali kita mau kemana tanya Pak Budi..." Tadi Kak Gita ngajak makan di Resto Pak....Waaah bakal di traktir nih romannya dalam hati Pak Budi senang,....siapa ngak senang yang neraktir bukan sembarang orang moment ini sangat langkah dan jarang terjadi kepada orang pada umumnya yang baru di kenal....batin Pak Budi sambil melirik jam tangannya, masih ada waktu 2 jam untuk transit kali ini.....amanlah.


Akhirnya mereka keluar semua dari pintu di samping, ruang masuk keberangkatan....


Mas Burhan mau makan apa.....tanya Gita, Aku ikut aja Kak tapi aku liam orang Kak....Burhan sungkan....karena uang saku dan operasionalnya tidak digunakkan semaunya Burhan....itulah sifat Burhan yang menjaga kejujuran karenandi berikan kepercayaan oleh orang lain.


" Kamu tenang aja kok, uang saku ku ngak abis kalau cuma traktir kamu makan, jawab Gita sambil tertawa renyah". Ketawa ajak enak dan merdu di dengar kata Pak Budi bergumam.....


Gita masuk salah satu Resto di iringi lima pria berbadan tegap, para tamu resto yang melihat Gita di jaga lima pria tersebut tak berani melirik Gita lama-lama tampang anak buah Pak Budi serem banget maklum mereka adalah tentara para komando pasukan khusus yang di rekrut oleh SAR untuk melatih cabang-cabang Tim SAR yang bar. Pak Budi juga berpangkat Letkol di daulat untuk menjadi Ketua Tim SAR sebelum pensiun di TNI hal ini biasa dilakukan mutasi ke Dinas atau Badan yang menangani tangan-tangan terampil seperti Pak Budi ini.


Gita memesankan sesuai selera mereka masing-masing minumannya pun sama.....idem mereka..... Terdengar suara dering telepon, Gita mengeluarkan hand phone Siemen S6 nya yang sangat canggih menurut pria yang duduk bersamanya.....Haloo sayang aku udah di bandara di Resto tempat biasa jawab Gita.....aku tunggu yah.


Tak lama tampak Pria Dewasa seumuran Pak Budi datang yang menghampiri Gita dan lainnya...

__ADS_1


Gita mengkenalkan suaminya ke mereka, berbasa basi sebentar, Gita berpamitan karena suaminya harus.kembali kekantor.


#Bersambung#


__ADS_2