Air Mata Terakhir

Air Mata Terakhir
Menjenguk Eko


__ADS_3

...****************...


"Burhan Yudi kamu ada nomer rekening bank" tanya Mama Eko....


" Saya ada Tante kebetulan saya bawah ATMNya Kok"jawab Yudi. " Ini nak Yudi ada nomer rekeningnya" kata Mamanya Eko. Yudi mengeluarkan dompet Burhan coba kamu carikan catatan nomer rekening ku di dompet. " Ini dapat ..." kata Burhan... " Ini nak kamu bicara sama Burhan saja yah, Tante ngak ngerti" ucap Mamanya Eko.


" Yah Mbak Gita ini nomer rekeningnya Yudi, saya bacakan yah....Bank BCAX 56793XXX" jawab Burhan. " " Oke 10 menit lagi aku telepon balik" kata Gita". "Baik, Mbak" jawab Burhan.


Burhan menyerahkan telepon ke Om Prasetyo. Mereka sudah masuk Kota Makassar perjalanan hanya tersisa 40 menit lagi ke Bandara Sultan Hasanuddin


Telepon Om Prasetyo berbunyi, Om Prasetyo menyerahkan ke Burhan. "Haloo....Mbak" jawab Burhan. " "Burhan aku sudah transfer 10 juta, kamu kasih ke Mamanya Eko 5 juta" buat makan di Bandara, sisanya 5 juta buat kalian beli bensin dan makan pulang nanti" kata Gita...." Mbak itu kebanyakan, kalau kami ngak usah repot-repot " jawab Burhan tidak enak hati.


"Ngak usah nolak kamu Burhan, aku ikhlas kok buat kalian yang sudah bantu antar Om sama Tante " jawab Gita. " Ya udah nanti kalau ada perkembangan hasil operasi aku telepon kalian berdua" terang Gita. Lalu Gita mematikan teleponnya.


"Yud kita singgah ke atm sebentar, Mbak Gita ada kasih uang makan untuk Om sama Tante" kata Burhan.


Yudi memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. " Sini ATM kamu Yud" pinta Burhan...." Itu di dompet" tunjuk Yudi. "Pinnya berapa Yud" tanya Burhan " 777XXX"jawab Yudi.


Burhan masuk dalam ATM Center, tak lama kemudian Burhan masuk ke mobil, "Ayo jalan...."sudah selesai" ucap Burhan.


" Tante ini uang buat makan di jalan nanti" kata Burhan. Ia menyerahkan uang lima juta pecahan lima puluh ribu. " Ini banyak sekali bisa buat makan lima bulan" jawab Tante gugup. Om Prasetyo juga kaget uang yang di kirimkan Gita banyak sekali.


"Burhan ini ambillah buat kalian beli bensin dan makan kalau pulang nanti" kata Om Prasetyo Om Prasetyo mengeluarkan enam lembar uang lima puluh ribuan.


"Oh Ngak usah Om, itu untuk Om sama Tante, tadi Mbak Gita juga udah ngasih Lima Juta buat makan sama bensin" jawab Burhan sambil garuk-garuk kepala. Uang lima juta sebelum krisis moneter melanda 1998 bisa buat beli rumah tipe 36 waktu itu. Jadi bisa kita bayangkan putaran uang Gita perhari ....


Om Prasetyo dan Istri juga Yudi kaget bukan main. " Itu Non Gita kok royal banget yah Pak, apa nanti ngak habis uangnya nanti" tanya Mamanya Eko. Hening tak ada jawaban .

__ADS_1


"Semoga Non Gita diberi banyak rezeki ,kesehatan, dan cepet dapat jodoh" doa Mamanya Eko. Burhan, Yudi dan Om Prasetyo tersenyum ...." Amiiiiiiii" ucap Om Prasetyo, Burhan san Yudi bersamaan.


Mobil Yudi telah masuk ke parkiran Bandara, "Om Tante turun duluan sama Burhan" aku parkir mobil dulu....Yudi menurunkan mereka tepat di dekat pintu keberangkatan.....


Burhan keluar dari mobil menurunkan koper tua Om Prasetyo, mungkin koper itu seumuran Eko waktu di beli ......


"Om coba lihat smsnya" kata Burhan. " Ini nak Burhan coba kamu lihat" kata Om Prasetyo. "Om coba kasih saya KTP Om sama Tante biar aku ambilkan tiketnya" kata Burhan.


"Om Burhan mana" tanya Yudi...itu lagi ke loket Garuda ambil tiket" kata Om Prasetyo. " Om tunggu di sini, aku ambilkan Trolley" kata Yudi.


" Pak Burhan dan Yudi pinter-pinter yah, mereka seperti sudah biasa kesini" kata Mamanya Eko lugu"


"Mereka itu kan baru baru pulang dari Luar Kota, jadi mereka sudah ada pengalaman Bu" jawab Ayahnya Eko. " Semoga Eko baik-baik saja yah Pak" doa Mamanya Eko." Mereka bisa kumpul lagi sama Burhan dan Yudi di kampung.


Ayah Eko hanya diam, matanya tampak berkaca-kaca menahan air mata di balik kacamatanya " Iya Bu semoga Eko sehat walafiat" jawab Ayah Eko datar. "Amiiiiiiiiiiiiiiin"doa Mamanya Eko.


" Haloo Non Gita" ini saya Mamanya Eko ....Katanya kami mau X in di dalem Bandara sama Burhan, sebentar lagi pesawatnya mau berangkat Non" kata Mamanya Eko...." Ooh Tante sudah mau check in" kata Gita terhibur dengan Mamanya Eko ini Gita senang perhatian Burhan dan Yudi mengurus Om Prasetyo dan Mamanya Eko jadi Gita tak kawatir lagi.


Yudi mendorong trolley, ikut mengantar sampai ke ruang bagasi, sedangkan Burhan meminta izin mengantar kepada petugas sampai batas Check-In. Setelah menaikkan koper ke bagasi dan mengambilkan tiket pesawat Burhan menghampiri mereka.


"Om ini tiket, Om nanti cari tulisan Gate A1 sesuai yang terterah di tiket, petugas bandara akan memanggil penumpang Garuda 20 menit sebelum masuk ke pesawat"


Kalau begitu kami permisi, " Lho kok ngak nganter sampe ke pesawat" tanya Mamanya Eko kawatir. Di belakang Burhan ada Pak Budi yang hendak ke Jakarta bersama Tim SAR .


"Burhan ketemu lagi, kamu mau berangkat kemana" tanya Pak Budi. " Oh ngak Mas Budi saya cuma anter Om sama Tante saya batas sini, mereka baru pertama kali naik pesawat jadi agak bingung" kata Burhan. " Naik pesawat apa" tanya Pak Budi. " Ini Mas Garuda Gate A1 jam 12.45" kata Burhan. Ya sudah biar saya yang anter sampai kedalem pesawatnya, kebetulan pesawat saya masih jam 15.10 baru berangkat" Pak Budi " Wah terima kasih banyak Mas bantuannya" kata Burhan....." Udah kamu santai saja" ucap Pak Budi.


"Mari Pak, saya antar ke atas" kata Pak Budi...." Terima kasih Pak" jawab Om Prasetyo....

__ADS_1


"Burhan menyalami Om Prasetyo dan Tante Lasmi. Selamat sampai di tujuan Om & Tante kami doakan" ucap Burhan.


Gita dan lainnya masih di ruang Operasi masih menunggu.


"Mang Agus tolong ke bandara sekarang jemput Papa dan Mamanya Mas Eko sekarang. Kamu tulis Nama keduanya di kertas pake spidol supaya muda. Ini no hpnya"


" Baik Non Gita" jawab Mang Agus


"Gus ini uang bensin dan tol kamu, langsung bawah kesini saja yah dan jangan bercerita yang membuat mereka kawatir" kata Papanya Gita. " Iya Tuan saya mengerti" kata Mang Agus.


Keluarga pasien Tuan Eko, " Saya Dok" ucap Gita lebih cepat dari Om Hendro yang hendak berdiri, udah biarin Gita aja Mas bicara kata istrinya. Tante Lasmi mulai berfikir positif kepada Gita bahwa Gita tidak seperti Kakak dan Adiknya berpandangan negatif terhadap Gita.Apalagi setelah dia tahu bahwa Gita adalah anak sahabatnya semasa sekolah.


"Maafkan anak saya Las" kata Helen, " Udah ngak apa apa kok lagian wajar kalau Gita begitu kawatir, dia yang mengalami langsung kejadiannya.jawab Tante Lasmi


Kembali ke obrolan Dokter dan Gita


Kami telah melakukan operasi kedua terhadap suami anda....peluruh yang masuk ke dada menyerempet tulang Clavicle bagian bawah.


Untung peluru itu tidak menyasar ke bagian titik vital lainnya.terang Dokter. Untuk peluru pertama yang sudah saya sampaikan tadi, tidak akan menganggu aktivitas secara krusial pada otot paha, akan tetapi kami sarankan pasien di lakukan tindakan Fisioterapi yang akan membantu pasien meringankan rasa sakit dan kekakuan, mempercepat pemulihan. Saat ini pasien berada di ruang transisi kami akan memantau kondisi fisik pasien setelah sadar, apabila pasien tidak mengalami komplikasi maka tim medis kami akan memindahkan pasien.


Gita menyimak keterangan Dokter dengan seksama.


30 menit kemudian, Seorang petugas medis menyampaikan ke Gita dan lainnya , Pasien sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang rawat mohon segera untuk mengurus kelengkapan administrasi dan kamar pasien di bagian rawat inap.


...****************...


#Bersambung#

__ADS_1


__ADS_2