Air Mata Terakhir

Air Mata Terakhir
Pamit


__ADS_3

Tepat jam 1 malam Kepala Desa turun dari mobil dan mengetuk pintu rumah Burhan. Assallamualikum .....tok.....tok.....tok


suara pintu terbuka dan nampak Ayahnya Burhan yang membukakan pintu.


Walaikumsalam ..."Oh kamu Andi... mari masuk......jawab Daeng Hasan ayahnya Burhan, mereka memang kenal sejak kecil jadi mereka tidak banyak berbasa basi lagi.


San.....Burhan sudah kamu bangunkan.....Oh iya kamu tunggu sebentar Andi jawab Daeng Hasan....


Tok...tok.....tok....Burhan bangun Kepala Desa sudah datang kata Daeng Hasan.


Iyah.......Ayah aku sudah bangun kok.... Burhan membasuh mukanya dan setelah itu dia membangun Eko....Ko bangun sambil memercikkan air di mukanya.....Eko seketika terbangun dan mengosok-gosokkan matanya....cuci muka mu dulu.


Burhan mengeluarkan ransel yang sama dengan milik Yudi itu, kamu sudah siap rupanya kata Kepala Desa. " Iya Pak....yang masih memanggil sebutan pak karena penghormati jabatannya".


Burhan ini uang saku dan operasional perjalanan selama kamu disana. Pak Andi Rasyid mengeluarkan amplop cokelat yang terlihat tebal, di sini ada 20 juta dan ini tiket mu untuk 5 orang, untuk tiket pulang nanti dan kekurangannya kamu telepon saja, ini no telpon rumah dan kantor ku Kepala Desa menjelaskan.


Lalu Burhan memasukkan uang itu di tas kecilnya. Kamu disini juga Eko kata Kepala Desa....melihat Eko yang datang dari kamar Burhan.


Iya Om....., saya mau ikut mengantar ke Bandara, biar saya saja bawah mobil Pak kata Eko. Oh iya kebetulan sekali supaya ada menemaniku pulang nanti kata Kepala Desa.


Ayo Pak kita segera jemput Yudi dulu, Ibunya Burhan nampak keluar dari kamar untuk melepas kepergian anaknya itu, Burhan kamu hati-hati disana nak, sambil memeluk Burhan.


Iya Bu, Doakan Burhan selamat sampai tujuan dan lekas kembali ucap lirih Burhan." Iya nak Ibu selalu mendoakan mu setiap saat".

__ADS_1


Mari nak Burhan kita berangkat sekarang, Burhan berpamitan kepada kedua orang tuanya, Daeng Hasan tampak memegang Kepala Burhan dan menciumnya, seorang Ayahpun pasti berat berpisah dengan anaknya.


"Ini nak Eko ini kunci mobilnya ........ kata Kepala Desa.Eko segera masuk menyalahkan mobil Panther itu Burhan memaaukan ranselnya di bagasi"


Ayo kita jalan...sambil melambaikan tangannya kepada Burhan mereka melepas Putera Sulungnya dengan doa.....


Eko melajukan kendanraannya ke rumah Yudi. Tak lama kemudian mereka tiba di rumah Pak Santoso....Burhan turun bersama Kepala Desa di ikuti Eko.....Tok...tok....tok Assalamualaikum....teriak Eko


Yudi sedari tadi bangun dan mendengar suara yang di kenalnya....itu kan suaranya Eko batin Yudi.


Wallaikumsalam jawab Yudi.....kamu juga ikut Ko tanya Yudi....Eko hanya senyum tak menjawab. Ayo masuk Pak Yudi melihat Kepala Desa dan Burhan di belakang Eko.


San anakmu aku pinjem dulu yah....kata Pak Desa. Ponakan mu dalam kesulitan sambil memainkan jari jarinya....saya mengerti posisimu Andi kata pak Santoso saya juga bisa mengalami hal yang sama kata pak Santoso bijaksana.


Lalu Yudi berpamitan dengan kedua orang tuanya. Burhan Om titip Yudi sama.kamu dan kalian saling menjaga disana....segera kabari kalau ada keperluan yang mendesak. Baik....Om lalu Burhan mencium tangan sahabat Ayahnya itu tak lupa Mamanya Yudi memeluk anak tampak matanya berkaca kaca.


Kepala Desa memejamkan matanya terlihat lelah beban pikiran yang ia tanggung saat ini, belum lagi persoalan di Desa seharian ini ia kerjakan Yudi dan Burhan hanya diam larut dalam pikiran mereka masing-masing.....


Burhan yang mengingat Laela karena dia belum sempat berpamitan tapi ia sedikit lega Eko yang sudah menerima amanahnya.


Yudi juga yang bucin sama Siska memegang fotonya yang ia simpan di tas pinggangnya itu belum sempat mengabari.


Hanya Eko yang fokus dan tetap tenang menyetir ia pun memiliki andil dalam misi penyelamatan ini.

__ADS_1


Hampir pukul 03.15 mereka tiba di Bandara Sultan Hasanuddin. Burhan dan Yudi mencium punggung tangan Kepala Desa, lalu Kepala Desa memegang Bahu Burhan berucap semoga kamu berhasil dalam misi ini nak Burhanaku berharap padamu....dan apapun yang terjadi ini semua kehendak Allah swt dan Om bisa menerima segala keputusan-Nya.


Mata Kepala Desa nampak berkaca-kaca dia memeluk Burhan.Burhan yang mengerti perasaan seorang Ayah pun berkata, Doakan Burhan "Om semoga aku bisa membawa Fariz dalam keadaan selamat sehat wal'afiat Om".


Iyak nak Burhan doa kami menyertaimu, Yudi yang sedari tadi mendengarkan Burhan dan Kepala Desa berbicara pun mencium punggung tangan Pak Andi Rasyid lalu memeluknya sejenal. Burhan menghampiri Eko yang terlihat sedih lalu memegang lengannya, Ko aku titip adiku yah....Burhan sangat sayang sama adik bungsunya itu berpesan kepada Eko, " Iya Burhan , kamu fokus saja disana, masalah disini biar aku yang handel sambil bersalaman ala Komando kayak tertentara.


Yudi juga menghampir Eko, Pak Budi bersama tiga orang anggotanya pun telah tiba lebih awal mereka menunggu di Caffe sekitar, Mereka pun akhirnya pamit untuk check in....


Ini kali pertama Burhan dan Yudi naik pesawat ada perasaan kawatir ketika diruang tunggu, tepat pada pukul 04.10 pesawat Merpati sudah melakukan panggilan ke seluruh penumpang tujuan ke Jakarta, Burhan dan Yudi kagum sekaligus gugup ketika kakinya memasuki kabin pesawat....." Selamat Datang si Merpati Air Line ucap salah seorang Pramugari cantik itu, Yudi dan Burhan menunjukkan tiket mereka, lalu pramugari menunjukkan tempat duduk mereka sesuai nomer kabin masing-masing mereka, tim SAR mendapatkan nomer kabin dekat pintu emergency di belakang Burhan dan Yudi....lalu seorang wanita cantik nampak memasukkan tas dan barangnua ke bagasi di atas kepala Burhan dan Yudi wanita itu nampak modis kelihatan kalau dia seorang wanita karier atau juga seorang model.....


Lalu dia duduk di samping Burhan, sedangkan Yudi di ujung dekat kaca.


suara mesin pesawat beberapa menit kemudian terdengar meraung keras, pintu pesawat akan segera ditutup.


Pramugari mulai menghitung jumlah penumpang untuk mencatat manifest keseluruhan penumpang sesuai jumlah tiket yang masuk ke catatan mereka.Teknisi pesawat mulai turun, salah satu pramugari berjalan menuju pintu untuk menutup pintu cabin.


Dan wanita yang duduk di samping Burhan itu membuka kacamatanya, nampak mata beningnya melirik ke arah Burhan san Yudi kelihatan gugup.


Mas safety beltnya kok ngak di pake, Burhan yang mendengar suara wanita itu terlihat grogi, On iya Mbak lalu Burhan dan Yudi mencoba memasangkannya setelah melihat pramugari yang mempraktekan pemasangan dan pemberitahuan tentang keselamatan di dalam penerbangan.


Ketika kecepatan bertambah dan deru mesin semakin keras seiring itu ban tunggal di depan pesawat naik sensasi yang di rasakan oleh Burhan dan Yudi untuk pertama kali menambah adrenalin mereka.


Mbak Gita seorang desainer model terkenal itu memperhatikan Burhan dan Yudi yang agak katro ini tersenyum mengembang.......

__ADS_1


"Mas baru pertama kali naik pesawat yah....?".


#Bersambung#


__ADS_2